
[Castle Taman Surga]
Pagi hari pun tiba.
Leon yang terbangun dari tidurnya, mendengar suara yang berisik dari luar kamarnya.
"Ah. Berisik sekali." Kata Leon sambil bangun dari tidurnya. Ia pun berjalan keluar kamar.
Saat dia mau keluar dari kamarnya, terlihat benda yang melayang di depannya dengan cepat, dan hampir terkena kepala Leon.
"Apa itu barusan?." kata Leon, ia pun melihat sekelilingnya, ada banyak sekali sapu-sapu yang bergerak sendiri membersihkan Castle, ada juga kain yang membersihkan perabotan dan lantai Castle.
Leon pun terkejut. "Ternyata castle ini tetap bersih karena Sihir Rachel". Kata Leon dalam hati sambil berjalan ke dapur.
...
Didapur Castle Taman Surga.
"Hooam. Pagi Rachel." Kata Leon sambil menguap.
"Ah, kamu sudah bangun Leon, sarapan sudah siap". Kata Rachel sambil menyiapkan makanan ke atas meja.
"Waaah, seperti biasanya, makanan ini terlihat sangat enak Rachel." kata Leon.
"Aku hanya ingin memasak untukmu saja Leon". Kata Rachel sambil tersenyum.
"Rachel, apa kau selalu memberihkan Castle ini 1 minggu sekali.?" Tanya Leon.
"Eeh, aku lupa melakukannya Leon. kau tau, aku menghabiskan waktuku bersamamu. Bahkan saat aku tertidur puluhan tahun, sapu-sapu itu terus melakukan tugasnya setiap pagi. " Jawab Rachel.
"Kau kehilangan konsentrasimu Rachel." Kata Leon.
Tiba-tiba terdengan suara petir yang menyambar dengan sangat keras. Rachel pun langsung menoleh ke arah jendela.
Leon yang masih belum makan, tidak peduli dengan petir itu, iya pun langsung menyantap semua makanan yang ada di atas meja.
"Ada segerombolan orang mendekat ke arah sini, sekitar 24.000 orang" Kata Rachel yang terkejut.
"Vetier aupao aaang faarusan itue Racheiil (Petir apa yang barusan itu Rachel.?)." Kata Leon yang sedang makan sambil ngomong.
"Telan dulu makananmu Leon." Kata Rachel.
"ieni saengat enakj Racheil (Ini sangat enak Rachel)". Kata Leon sambil makan.
"Sudah kubilang, telan dulu makananmu." Kata Rachel yang kesal.
.....
[Di tengah hutan.]
Rombongan Raja yang sedang menuju ke wilayah Taman Surga. Terlihat kereta kuda yang membawa makanan tersambar petir hingga terbakar.
"Cepat padamkan apinya" Teriak salah satu prajurit memerintahkan bawahannya yang sedang panik.
Rombongan pun berhenti seketika.
"Sepertinya kita sudah memasuki wilayah Taman Surga, kita harus mundur beberpa meter dan membuat Camp untuk para prajurit". Ucap Rewin kepada Raja James yang sedang duduk di depannya sambil melihat keluar jendela.
"Ah, kau benar Rewin. Jika kita terus bergerak kesana, mungkin semua kereta akan hangus terbakar." Kata Raja James.
Rombongan Raja pun mundur beberapa puluh meter. Raja James memerintahkan Ares untuk menyiapkan keperluan yang akan di bawa ke Taman Surga.
Dan Rewin sedang berusaha menghubungi sang Dewi. Dia mengirimkan surat lewat kotak yang diberikan Rachel.
....
[Castle Taman Surga]
"Terlalu banyak orang yang datang kesini, apa maksudnya semua ini.? DASAR BOCAH". Kata Rachel dalam Hati.
Leon yang masih belum selesai makan, ia melihat wajah Rachel dengan sangat serius.
"Kenapa kau begitu serius Rachel, apa ada masalah.?" Tanya Leon sambil melihat Rachel.
"Habiskan dulu makananmu Leon, setelah ini aku ada pekerjaan yang harus di selesaikan, dan jangan keluar kemana-mana." Kata Rachel sambil mendekatkan wajahnya ke Leon.
__ADS_1
"Siap Dewi." Kata Leon yang sedang terancam sambil hormat.
Rachel pun mengeluarkan aura putih di tubuhnya, dan perlahan-lahan, tampilan Rachel pun berubah. Ia mengenakan gaun yang indah, dan rambutnya yang sudah rapi lengkap dengan asesorisnya juga.
Sosok Wanita Tercantik di dunia. Sang Dewi perang.
"Kau terlihat tidak cocok dengan pakaian itu Rachel". Kata Leon yang sedang mencuci piring.
"Hee, Diaaaam." Kata Rachel yang marah sambil melemparkan sepatunya ke arah Leon.
"Uuuh." Suara Leon yang tekena lemparan sepatu dikepalanya.
"Apa kamu tidak suka dengan pakaian ini Leon.?" Kata Rachel yang ragu.
"Kamu terlihat sangat cantik dengan gaun itu Rachel, Aku suka hehe". Jawab Leon dengan senyum palsu.
"Benarkah.?" Tanya Rachel. Dan Leon hanya tersenyum palsu kearahnya.
.....
"Padahal dia dijuluki Dewi Perang, kenapa dia berdandan seperti itu, sangat tidak cocok." Kata Leon dalam hati sambil menyemberutkan wajahnya.
....
Leon yang hidup ribuan tahun yang lalu, tidak mengerti fashion jaman sekarang. Selera dia benar-benar sudah ketinggalan jaman.
Lalu, Rachel menerima surat yang dikirimkan Rewin. "Em. Surat dari Direktur Rousen." Kata Rachel sambil membaca suratnya.
"Leon, Ada beberapa orang dari Kerajaan Majaren yang datang berkunjung kesini, bahkan Raja mereka pun ikut. Bagaimana menurutmu?" Tanya Rachel kepada Leon.
"Perbolehkan saja mereka semua masuk kesini. Castle ini pasti cukup untuk menampung ribuan orang." Kata Leon pada Rachel.
"Huh, reputasiku akan hancur jika aku mengizinkan mereka semua masuk." Kata Rachel dengan kesal.
"Kalau begitu, suruh beberapa orang saja untuk kesini" Kata Leon yang sebenarnya bingung.
"Ah, baiklah. Sepertinya ada hal yang sangat penting." Kata Rachel sambil mengirimkan surat balasan.
....
"Yang Mulia, aku sudah menerima surat balasan dari sang Dewi." Kata Rewin dengan senang.
"Benarkah.? apa isinya Rewin.?" Tanya Raja James dengan penasaran.
"Kita di izinkan masuk kesana, tapi hanya untuk 5 orang saja." Kata Rewin kepada Raja.
"Ah, Benarkah.? ini kesempatan yang sangat langkah Rewin, bahkan selama ribuan tahun, tidak ada seorang pun yang berani masuk kedalam sana. Baiklah kalau begitu, Ares, Lucas, dan Elisabeth, ikutlah kesana bersama kami." Kata Raja James.
"Laksanakan Yang Mulia." Kata Ares dan Lucas.
"Benarkah Ayah.? Aku benar-benar sangat bahagia, hihihi." Kata Elis dengan tertawa senang.
"Jaga sikap kalian didalam sana. Kau juga Elis." Kata Raja James.
"Waaah, Akhirnya aku dapat kesempatan bertemu dengan sang Dewi. Aku sangat bahagia Ayah." Kata Elis sambil memeluk Raja James.
"Ah. Kau akan bertemu dengannya setelah ini." Kata Raja James sambil mengelus pundak Elis.
.....
"David, kau ambil alih pimpinan prajurit disini." Kata Raja James.
"Laksanakan Yang Mulia." Kata David.
"Kami berangkat dulu David. daah." Kata Elis dengan senang.
"Hati-hati dijalan Elis." Kata David dengan tersenyum.
Mereka berlima pun berjalan mengikuti jalan setapak, sampai akhirnya mereka menemukan sebuah gerbang Castle yang besar.
Namun, mereka hanya terdiam disana dengan kebingungan.
"Apa yang harus kita lakukan Rewin?" Tanya Raja James.
"Aku sendiri tidak tau Yang Mulia." Jawab Rewin kebingungan.
__ADS_1
tiba-tiba gerbang di depan mereka terbuka dengan sendirinya.
Rewin pun melihat kearah Raja James dan mengangukkan kepalanya. Mereka pun masuk ke dalam Taman Surga. Terlihat bunga-bunga bermekaran yang sangat indah, bau yang harum membuat Elis terkagum-kagum.
"Ah, baunya harum sekali, aku juga ingin membuat Taman Bungah sendiri di istana" Kata Elis sambil tersenyum lebar.
"Elis, jaga sikapmu, ini pertama kalinya kita semua masuk ke dalam Castle sang Dewi." Kata Raja James dengan panik.
Mereka pun sampai di depan pintu masuk utama Castle Taman Surga, dan pintunya pun terbuka dengan sendirinya, mereka pun masuk kedalam.
"Benar-benar mengagumkan." Kata Raja James di dalam hati. "Waaah" Kata semua orang yang terkagum-kagum sambil menoleh ke kanan dan kekiri.
Lalu, sebuah cahaya yang membentuk Portal teleportasi keluar di depan mereka berlima. Tanda sang Dewi datang. Rewin pun langsung bersujud dan menundukkan kepalanya.
"Cepat, Bersujudlah, dan tundukkan kepala kalian". Kata Raja James kepada Elis, Lucas, dan Ares.
"Ah, baik Ayah." Kata Elis sambil bersujud dan ikuti oleh Ares dan Lucas.
Sang dewi pun keluar di hadapan mereka berlima. "Hamba menghadap kepada sang Dewi." kata mereka berlima.
"Apa yang membawa kalian kesini.?" Tanya Sang Dewi.
"Kami ingin meminta maaf secara langsung kepada sang Dewi karena suatu kejadian." Jawab Raja James dengan gemetar.
"Em. Angkatlah kepala kalian. Dan jelaskan padaku." Kata Rachel.
Detak jantung mereka pun berdenyut dengan sangat cepat. Elis, Ares, dan Lucas, mereka yang belum pernah melihat wajah sang dewi, sangat gemetar penasaran.
Perlahan-lahan mereka semua pun mengangkat kepalanya. Dan terlihat sosok wanita tercantik didunia sedang berdiri didepan mereka.
.....
"Ini di luar imajinasiku, bahkan aku tidak bisa berkedip." Kata Elis dalam hati.
"Dewii, kau benar-benar sangat cantik. ini berbeda jauh dari yang dirumorkan." Kata Ares dalam hati.
Lucas yang ada di sana langsung pinsan setelah melihat kecantikan sang Dewi. Lalu Ares mengeluarkan darah dari hidungnya. Dan Elis sangat terkagum-kagum sampai air matanya berkaca-kaca.
Sungguh begitu kuat pengaruh sang Dewi, kecantikannya membuat semua orang yang melihatnya langsung jatuh cinta.
Rewin dan Raja James sampai kebingunggan melihat sikap mereka bertiga. Apalagi Lucas yang tiba-tiba pinsan, dan Ares mengeluarkan darah dari hidungnya.
Dalam hati, sebenarnya Rachel pun terkejut melihat ekspresi mereka.
"HEEEE.? Ada apa dengan mereka.? Padahal di Castle ini ada laki-laki yang biasa-biasa saja saat melihatku." Kata Rachel dalam hati.
.....
"Maafkan kami Dewi, aku akan menghukum mereka nanti." Kata Raja James yang ketakutan.
"Biarkan saja mereka disana James. dan jelaskan padaku maksud kalian datang kesini." Kata Rachel dengan tegas.
"Kami kesini ingin meminta Maaf kepada Dewi secara langsung, karena kelalaian kami semua, ada seseorang dari kerajaan lain yang bersembunyi di castle Dewi." Kata Raja James.
"Hee. Apa mereka tau kalau Leon bersembunyi disini.?" kata Rachel dalam hati.
"Dewi. Orang itu adalah penyusup dari kerajaan lain, yang tidak tau tempat terlarang ini. Saya sudah memperintahkan semua pasukan kerajaan untuk mencari orang itu di seluruh pelosok kerajaan." Kata Raja James dengan tegas.
Rachel hanya diam dan melihat mereka dengan tatapan penuh ancaman. Tiba-tiba suara petir keluar dari langit dengan sangat keras. CTARR.
Membuat Leon yang sedang minum air tersedak dan batuk-batuk. "Uhoouk. Uhok. huuh, petir itu membuatku terkejut." Kata Leon.
Para prajurit yang ada diluar juga terkaget. Lucas pun sampai terbangun dari pinsanya dan langsung bersujud kepada sang Dewi tanpa bicara sepatah kata pun.
"Maaf Dewi, orang itu sudah masuk kedalam Castle ini, dan membuat Dewi marah. Dia bernama Arjun Leon. Kami akan segera menangkapnya dan mengeksekusinya di depan umum, lalu mayatnya akan kami gantung di alun-alun pusat kota untuk pelajaran bagi semua orang." Kata Raja James dengan sangat serius.
Elis yang mendengarnya sangat terkejut dengan ucapan ayahnya itu.
"Tidak mungkin Leoon. tidak kusangka ternyata mereka mencari Leon hanya untuk di eksekusi. Maafkan aku Leon, aku tidak bisa membantumu." Kata Elis dengan sedih.
Tiba-tiba, Castle mulai bergetar dengan kencang. Perlahan-lahan Gempa bumi sedang terjadi di daratan Majaren.
Bahkan gempa itu sampai dirasakan di Kota Ame "Apa yang sedang terjadi.?" kata Deril yang sedang duduk di meja kerjanya, gelas dan lampu gantungnya bergetar cukup kencang.
***
__ADS_1