Lord Of Justice : Legend

Lord Of Justice : Legend
CH 18 - Salah Paham.


__ADS_3

[Castle Taman Surga]


5 orang yang ada disana sangat terkejut dan ketakutan.


Awan-awan mulai menyelimuti langit. Di ikuti hujan yang sangat deras, dan petir-petir mulai menyambar kesegala arah.


Angi-angin bertiup dengan sangat kencang, membuat tenda-tenda milik pasukan kerajaan rubuh satu persatu.


Keadaan di luar Castle benar-benar sangat kacau. Dan di dalam Castle, Rachel mulai mengeluarkan kekuatan yang sebenarnya.


Mata Rachel mengeluarkan aura putih yang menyelimuti seluruh matanya. Tubuhnya mulai melayang dan keluar sayap malaikat yang sangat besar dari punggungnya.


Lalu di belakang sayapnya, keluar pedang emas satu-persatu membentuk lingkaran berjumlah 25 pedang.


Dan di depan Rachel keluarlah Pedang Suci berwarna putih dengan hiasan berwarna emas. Keluar dari udara perlahan-lahan.


Aura yang menekan jiwa keluar dari tubuh Rachel, ia menekan jiwa-jiwa yang ada di sekitar wilayah Taman surga, bahkan prajurit kerajaan berjumlah 24.000 terkena efeknya.


"Aargg. Tekanan jiwa milik siapa ini.?" Kata David yang kesakitan.


Kelima orang yang ada di dalam castle, benar-benar sangat ketakutan, mereka tercengang melihat sosok Dewi dengan kekuatan yang sangat kuat.


Lucas dan Elis langsung pinsan disana. Lalu Ares dan Rewin mencoba menahan tekanan itu sekuat tenaga.


Dan Raja James hanya terdiam mematung dengan raut wajah yang pucat. Sepertinya ia sudah di ambang kematian karena terkena serangan jantung.


"Apa aku salah.? Apa yang aku ucapkan salah. Aku akan mati disini." Kata Raja James dalam hati.


Getaran yang sangat kencang membuat seisi Castle mulai berjatuhan dan Rachel sudah di puncak Emosinya, iya pun mengengam pedangnya dan mulai menyerang Raja dengan sangat cepat.


Rewin hanya bisa melihat serangan itu. Dia tidak bisa melakukan apapun untuk melindungi sang Raja, bahkan mengerakkan jarinya saja sangat susah. Seseorang dengan kekuatan Awakening Aji terpuncak, bagaikan semut dimata Rachel.


Rachel pun menghempaskan pedangnya ke leher sang Raja, Tiba-tiba pedangnya di tangkis oleh sebuah pedang berwarna hitam.


KLANGG. Suara benturan pedang. Tangkisan itu membuat sang dewi terpental ke belakang.


"Hentikan Rachel" Kata Leon dengan mata penuh aura kegelapan yang melihat ke arah Rachel.


Rachel pun terkejut. "Leon.?" dan ia pun berhenti seketika. Aura putih yang menyelimuti matanya mulai menghilang.


Cuaca di luar pun mulai stabil, gempa bumi di daratan Majaren seketika berhenti. Suasana di Taman Surga pelahan-lahan menjadi tenang.


Rachel mulai berubah bentuk ke asalnya, Pedang Sucinya juga ikut menghilang. Dan ia pun terdiam di depan Leon sambil menundukkan kepala.


Raja yang melihatnya langsung pinsan ditempat, lalu seluruh tubuh Ares pun gemeteran, dan Rewin tercengang melihat Leon yang berdiri di depannya sedang berhadapan dengan sang Dewi.

__ADS_1


"Siapa Anda Tuan.?" Tanya Rewin kepada Leon dengan tubuh gemetar


"Sebaiknya kita bicarakan nanti saja." Kata Leon.


....


"Siapa orang ini.? Bahkan dia bisa menangkis serangan Dewi." Kata Rewin dalam hati dengan tercengang.


.....


Leon pun menghampiri Rachel yang berdiri didepannya. Terlihat wajah Rachel sangat sedih dan ia mulai meneteskan air mata.


Leon pun langsung memeluknya "Tenang lah Rachel, aku tidak akan pergi kemana-kemana". Kata Leon yang sedang mencoba menenangkan Rachel.


"Hiks, Hiks. huaa." Suara Rachel yang menangis di pelukan Leon.


"Hei pak tua, bawalah mereka ke luar castle sebentar. Dan tunggulah disana, aku akan menemui kalian nanti". Kata Leon kepada Rewin. "Ba, Baik Tuan". Kata Rewin.


Rewin dan Ares pun langsung bergerak dengan ketakutan. Rewin Mengangkat Raja dan Lucas, lalu Ares mengangkat Elis.


Saat mereka semua sudah di luar castle, pintu castle pun tertutup dengan sendirinya, dan Rewin menoleh ke belakang melihat Leon sedang memeluk sang Dewi yang menangis.


"Siapa sebenarnya laki-laki itu.?" Tanya rewin dalam hati.


....


"Kenapa Leon, Kenapa semua orang mencoba untuk membunuhmu.? Aku benar-benar sangat marah." Kata Rachel dengan menangis.


"Tenanglah Rachel." Kata Leon yang sedang menenangkan Rachel.


"Leoon, Hiks." Kata Rachel sambil memeluk Leon semakin erat.


"Sebaiknya kau istirahat dulu." Kata Leon. Dia pun mengendong Rachel kekamarnya, dan Rachel masih sesengukan di gendongan Leon.


Saat setelah Rachel di baringkan di tempat tidurnya, Leon pun berinjak keluar dari kamar. Namun, tangannya dipegangi Rachel.


"Jangan pergi. Jangan pergi Leon." Kata Rachel sambil memegang tangan Leon.


"Tunggulah disini. Aku hanya menemui mereka." Jawab Leon.


"Bisakah kau menemaniku disini." Kata Rachel yang masih berlinang air mata.


"Aku akan menemanimu setelah ini. Jadi tunggulah sebentar." Kata Leon sambil melepaskan tangan Rachel.


"Aku akan ikut denganmu." Kata Rachel.

__ADS_1


"Rachel. Sepertinya mereka salah paham denganku. Jadi aku akan menjelaskannya pada mereka." Kata Leon sambil berjalan keluar kamar.


...


Diluar Castle. Terlihat Ares yang memandangi tangannya yang masih gemetar. Dan Rewin mencoba untuk menyadarkan mereka yang pinsan.


"Sang Dewi marah kepada kita Tuan Rewin." Kata Ares dengan ketakutan sambil melihat tangannya.


"Ini akan menjadi masalah besar Ares." Kata Rewin serius.


Lalu Elis dan Lucas pun tersadar. Elis melihat sekelilingnya. Ia melihat sedang berada di luar Castle, dan Ayahnya terbaring di depannya dengan pinsan.


"Apa kita di usir oleh Sang Dewi Tuan Rewin.? Kenapa kita berada di luar Castle.?" Tanya Elis kepada Rewin.


"Tunggulah disini Tuan Putri, sampai laki-laki itu menemui kita disini" Kata Rewin kepada Elis. "Laki-laki.?" Kata Elis dalam Hati.


"Apa tidak sebaiknya kita kembali saja Tuan Rewin". Kata Lucas yang ketakutan.


"Diamlah di situ, dan jangan pergi kemana-mana" Kata Rewin kepada Lucas.


Tiba-tiba pintu castle terbuka. Dan terlihat, Leon sedang berjalan keluar. Semua orang yang ada di luar pun menoleh ke arah pintu dan mereka langsung bersujud kepada Leon.


"Tuan kau sudah datang" kata Rewin kepada Leon.


"Huuuh (Kaget), Apa-Apapin ini." Kata Leon. "Angkat kepala kalian, jangan bersujud padaku. Aku bukan seorang Dewi." Kata Leon kepada mereka.


"Suara ini, sepertinya aku kenal" Ucap Elis dalam hatinya. Dan ia mulai mengangkat kepalanya, terlihat Leon ada di depannya.


"le Le LeE. LEOOON". Kata Elis berteriak. "Jaga sikapmu Elis" Kata Rewin dengan tegas.


"Aha ha ha ha" Kata Leon sambil Tertawa. "Kalian tidak perlu seformal ini didepanku". Leon pun duduk di depan mereka. Sikap hormat Leon kepada Raja dan orang di sekitarnya. Membuat Rewin sangat Kagum kepadanya.


"Tuan siapa sebenarnya Anda ini.?". Kata Rewin kepada Leon. "Dia orang yang aku ceritakan di pelabuhan Ame Tuan Rewin" Kata Elis kepada Rewin.


"ELIS, diam kamu. Dan jaga sikapmu". Kata Rewin Dengan sangat tegas. Elis pun terdiam seketika.


"Hehe, sudahlah pak tua, aku tidak akan melakukan apapun kepada kalian. Aku hanya tidak nyaman dengan sikap kalian yang seformal ini. Namaku adalah Arjun Leon, yang sedang kalian cari-cari karena perintah Rachel." Kata Leon kepada mereka.


"Rachel.? Apa itu nama dari Sang Dewi perang.?" Kata Rewin dalam hati.


Dan Raja pun mulai membuka matanya. Ia langsung berdiri melihat-lihat tubuhnya.


"Aku masih hidup, Apa aku masih hidup Rewin.?" Kata raja dengan melihat tangannya. Ia pun mengangkat kepalanya dan melihat Rewin yang sedang bersujud pada seorang laki-laki di depannya. Sang Raja pun mulai bersujud padanya.


"Siapa Anda Tuan.? aku tidak tau karena aku pinsan di dalam sana". Kata Sang Raja kepada Leon.

__ADS_1


"Sepertinya aku harus memperkenalkan diri lagi. Namaku adalah Arjun Leon, yang sedang kalian cari-cari karena perintah Rachel. Ah Maksudku Sang Dewi." Kata Leon sambil mengaruk-garuk kepalanya dengan jari.


__ADS_2