
[Kota Ame]
1 minggu berlalu.
Terlihat Silvi berlari menuju tenda komando, dan segera memberitahu Elis tentang datangnya sang Raja ke kota Ame.
"Elis, Elis. Yang Mulia Raja sudah sampai di kota Ame." Kata Silvi.
"Baiklah, kita kesana sekarang, apa david sudah disana.?" Tanya Elis sambil berdiri dari kursinya.
"Jendral sudah disana menyambut Yang Mulia Raja." Jawab Elis.
"Mari kita kesana." Kata Elis yang bergegas ke kantor wali kota.
...
Sambutan yang sangat meriah dari semua orang kepada rombongan sang Raja. Semua warga bersorak gembira kepadanya. Dan Raja James memberikan salam kepada semua warganya.
Pasukan yang di pimpin oleh salah satu prajurit elit pilihan, dari Akademi Rousen, Ares Gilbert dari keluarga bangsawan Gilbert. Dipercaya untuk memimpin pasukan penjaga Raja.
Berjumlah sekitar 50.000 prajurit. Yang dimana 1 Batalion tempur di tempatkan di luar kota Ame dan di sepanjang jalan Pelabuhan Ame. Dan satu batalion Sisanya, di tempatkan di sekitar Raja.
Sungguh pasukan pengamanan yang sangat ketat, bahkan lalat pun tidak bisa menerobos kedalam jajaran pasukan elit itu.
....
"David, kau sudah disini." Kata Elis yang menghampiri David.
"Ah, Elis. Rombongan Yang Mulia akan sampai disini." Kata David.
"Jadi ini alasanmu tidak kembali ke istana.?" Tanya Elis.
"Butuh waktu sekitar 1 minggu untuk sampai disana jika lewat jalur belakang. itu akan memangkas waktu Elis, jadi aku mengirimkan surat kepada perdana menteri Lucas." Jawab David.
"Emm, apa kasus kemarin akan baik-baik saja.?" Tanya Elis dengan cemas.
"Semoga mereka tidak membahasnya disini, kau tidak perlu khawatir." Jawab David sambil mengelus kepala Elis.
....
Rombongan Raja pun sampai di kantor Wali kota, Raja di sambut oleh Jendral David bersama para petinggi kota disana.
"Ayaah, aku merindukanmu." Kata Elis kepada sang Raja sambil menghampiri Raja James.
"Ah Elisabeth, lama tidak bertemu, bagaimana keadaanmu.?" Tanya Raja kepada Elis.
"Aku baik-baik saja Ayah." kata Elis sambil tersenyum.
"Tuan Putri, jaga sikapmu di depan publik". Kata Ares kedapa Elis.
"Ah, kau sangat membosankan Ares" saut Elis.
"Selamat datang di kota Ame kakak". Sambut Silvi kepada Ares. Silvi adalah Adik ke tiga dari Ares. Ia juga keturunan Bangsawa Gilbert.
"Silvi, bagaimana kabarmu.?" Tanya Ares.
"Aku baik-baik saja kakak." Jawab Silvi.
...
"Yang Mulia, selamat datang." Kata Deril.
"Deril, terimakasih atas sambutanya." Kata Raja James.
__ADS_1
"Tidak perlu berterimakasih Yang Mulia, ini sudah menjadi kewajiban saya." Kata Daril.
"Hahaha, baiklah, sebaiknya kita masuk kedalam." Kata Raja James.
.....
"Yang Mulia, apa perjalanan Anda melelahkan.?" Tanya David kepada Raja James.
"David, kita ada urusan disini, perintahkan pasukanmu untuk menjaga jalan ke tempat terlarang." Kata Raja James.
"Laksanakan Yang Mulia." Kata David.
"Hem, kau semakin dewasa David." Kata Rewin yang menghampiri David.
"Ah, Mahaguru, tidak kusangkan Anda juga datang kesini." Kata David terkejut.
"Ada sesuatu yang harus aku selesaikan disini." Kata Rewin.
"Ada apa sebenarnya Mahaguru.?" Tanya David.
"Sebaiknya kau perintahkan pasukanmu David, dan ikutlah kedalam bersama kami." Kata Raja James sambil berjalan masuk ke dalam kantor.
"Laksanakan Yang Mulia." Kata David sambil berjalan menghampiri komandanya.
Raja James bersama para Menterinya dan di temani Direktur Rewin Winston masuk ke dalam ruangan Wali kota.
Perdana Menteri Kerajaan Majaren bernama Lucas Edward, dari Keluarga Bangsawan Edward menjelaskan maksud dan tujuannya ke kota Ame.
"Begitulah maksud dan tujuan kami datang kesini Tuan-Tuan." Kata Lucas.
"Apa bisa kita pergi kesana Tuan Lucas.?" Tanya Deril dengan terkejut.
"Kita sedang mengusahakan itu." Kata Rewin yang tiba-tiba memotong pembicaraan.
Rewin mulai angkat bicara. "Kami semua sudah tau kasus mengenai Leon, dan Kami sudah memutuskan, bahwa tuan putri Elisabeth akan di cabut pangkatnya dan kembali ke istana. Lalu David, data yang dibawanya adalah palsu Tuan Deril, saya minya maaf atas kasus ini."
"Aah, tidak perlu meminta maaf Tuan Rewin, kami sudah menutup permasalahan ini." kata wali kota dengan ketakutan.
.....
"Eeeeh, apa aku tidak bisa berkeliaran lagi.? Ini sangat menyebalkan." Kata Elis dalam hati dengan kesal.
"Sepertinya aku membuat kekacauan, jika aku tau akan terjadi seperti ini, aku tidak akan membantu orang bernama Leon itu." Kata David dalam hati
.....
"Hem, Baiklah tuan-tuan, sepertinya kasus ini sudah kita selesaikan. Kita harus bersiap-siap pergi ke tempat terlarang. Jika ada tanda-tanda orang bernama Leon berkeliaran di kota ini, segera laporkan." Kata Raja James dengan tegas.
"Laksanakan Yang Mulia." Kata semua orang disana.
Rencananya mereka akan berangkat besok pagi menuju tempat terlarang Taman Surga.
Semua sudah di rencanakan, mulai dari siapa yang akan berangkat bersama rombongan Raja, dan siapa saja yang akan pergi ke gerbang Taman Surga.
....
[Castle Taman Surga]
Malam hari.
Terlihat Leon sedang santai di ruangan keluarga yang ditemani Rachel.
"Apa kau tidak bosan melihatku seperti itu terus Rachel.?" Kata Leon dengan cemberut.
__ADS_1
"Eeeh, apa aku tidak boleh melihatmu.?" Tanya Rachel sambil melihat Leon penuh cinta.
"Boleh saja kau melihatku, tapi kau melakukan itu selama 1 minggu Rachel. Heeeh." Kata Leon sambil mengehela nafas.
"Eh. Aku hanya merasa sangat senang saat melihatmu Leon." Kata Rachel.
"Hem, Aku sudah bosan disini terus Rachel, apa kau tidak ingin keluar dari Castle ini.?" Tanya Leon.
"Aku akan mengikutimu kemana pun kau pergi, jika kau hanya disini, aku juga akan disini." Jawab Rachel.
"Oe, Racheel. apa kau sadar, aku sudah pergi selama ribuan tahun, bagaimana bisa aku tau tempat ini, hem." Kata Leon.
"Apa kau ingin mengajakku kencan.?" Kata Rachel tersenyum manja.
"Apa maksudmu.?" Tanya Leon.
"Kau bahkan tidak tau itu Leon.? hem, sudahlah, mungkin kau tidak menginginkannya." Kata Rachel dengan kesal.
"Eeh.? apa, apa Rachel.?" Tanya Leon penasaran.
"Hihi, kau tidak perlu tau Leon. Bahkan aku sudah senang bersamamu disini." Kata Rachel dengan tersenyum.
"Huh, sudahlah. Apa kau masih belum menerima kabar dari Aries dan Kibo.?" Tanya Leon.
"Mereka masih belum bisa dihubungi. Mungkin mereka masih tertidur disana." Jawab Rachel.
"Apa kalian semua selalu tertidur puluhan tahun.?" Tanya Leon penasaran.
"Itu benar Leon. Tapi hanya aku yang tertidur selama 50 tahun terus menerus. Aries dan Kibo biasanya langsung mengunjungiku jika aku terbangun." Jawab Rachel.
"Kau pernah bilang padaku, kalau kalian berada di benua yang berbeda, dimana itu.?" Tanya Leon.
"Ah, kami bertiga selalu menjaga wilayah yang sangat penting bagimu. Banua Lories yang sekarang dijaga oleh Aries, dan Benua Wisdom dijaga oleh Kibo." Jawab Rachel.
"Hoo, ternyata mereka ada disana. Lalu kenapa kau ada disini.?" Tanya Leon penasaran.
"Aku, aku hanya ingin menyendiri disini. Kau tau Leon, selama ribuan tahun ini aku masih belum bisa melupakanmu." Kata Rachel sambil menundukkan kepalanya.
"Apa selama ini kau menungguku.?" Tanya Leon.
"Aku percaya kau masih hidup Leon, hanya saja aku tidak tau kau dimana, aku selalu mencari petunjuk tentangmu, dan aku tidak peduli dengan urusan wilayah Paradicone." Jawab Rachel dengan sedih.
Leon hanya terdiam sambil melihat Rachel dengan terkejut.
.....
"Jika kau tidak nyaman dengan sikapku, aku tidak akan melakukannya lagi." Kata Rachel dengan sedih.
"Racheel..." Kata Leon sambil menghampiri Rachel.
"Hem, Baiklah. Kau boleh melakukan itu padaku." Kata Leon sambil menegelus kepala Rachel.
"Aku sudah tidak bertemu denganmu selama ribuan tahun Leon. Itu sangat menyakitkan." Kata Rachel dengan sedih, bahkan ia mulai meneteskan air mata.
"Maafkan aku Rachel." Kata Leon.
"Leon, apa boleh aku tidur didalam kamarmu.?" Kata Rachel dengan sedih.
"HEEEEE.?" Suara Leon terkejut.
"Hikss. Hihi, Aku bercanda Leon. kau tidak perlu terkejut begitu." Kata Rachel yang tertawa kecil sambil mengelap air matanya.
"hUuuh. Aku sangat terkejut Rachel. Hem, kau bisa melihatku setiap hari sekarang, tidak perlu melakukan itu." Kata Leon tersenyum.
__ADS_1
"Hihi, terimakasih." Kata Rachel tersenyum sambil melihat Leon.