Lord Of Justice : Legend

Lord Of Justice : Legend
CH 3 - Orang Asing.


__ADS_3

[Pantai sebelah barat Pelabuhan Ame]


Pagi hari. Pasukan Majaren pergi ke pantai untuk memeriksa seluruh area pantai dan pelabuhan. Mereka menemukan sisa-sisa pecahan kapal perang yang memenuhi bibir pantai.


"Hmm, ternyata benar, laporan yang aku terima semalam. Pecahan kapal ini dari kerajaan Honzu." Kata Elis yang memandangi pantai dari atas pelabuhan.


Ada beberapa mayat dengan luka bakar dan ada juga yang tertusuk bongkahan besi berkarat. Ada puluhan mayat yang tergeletak di pingir pantai yang dibawa oleh arus laut.


"Seragam dari mayat-mayat itu memperjelas asalnya." Kata Elis dalam hati.


"Periksa semua area pantai dan pelabuhan." Teriak Elis memperintahkan pasukannya.


Semua pasukan pun memeriksa dari ujung pantai sampai ke ujung pelabuhan.


Mereka memeriksa area itu hampir 2 jam lamanya. Silvi pun mendatangi Elis. "Mereka tidak menemukan tanda-tanda orang yang masih hidup. Hanya mayat-mayat yang mereka kumpulkan." Kata Silvi pada Elis.


"Huh, baiklah. kita harus membangun camp untuk sementara disini." Kata Elis kepada Silvi.


"Baik Elis, tenda akan berdiri di pelabuhan." Kata Silvi sambil berjalan ke tempat prajurit.


....


"Siapa sebenarnya orang yang mengeluarkan Meteor itu. Haah, kepalaku jadi pusing memikirkanya." Kata Elis dalam hati sambil memandangi laut.


Tiba-tiba Kilauan cahaya dari tengah laut mencuri pandangan matanya. Elis melihat ada sesuatu yang terombang-ambing di atas laut.


"Apa itu disana." Kata Elis yang pemasaran.


"Hoee, kau. Coba ambilkan benda itu." Kata Elis yang memerintahkan salah satu prajuritnya untuk mengambil benda yang terombang-ambing di tengah laut.


"Ha. laksanakan komandan." Kata prajurit itu. prajurit itu pun langsung bergerak dan mendekati benda yang mengapung diatas laut.


Namun, saat setelah prajurit itu mendekat ke benda itu, prajurit itu melambaikan tangan, dan berteriak. "Hoee komandan, ada orang yang masih hidup".


"Cepat bawa orang itu kemari." Teriak Elis dengan kencang.


Orang itu pun di bawa oleh prajurit ke tepi pantai, lalu Elis dan lainnya mengahampirinya.


Dan terlihat sosok laki-laki yang bertelanjang dada dengan bekas luka disekujur tubuh, dengan raut wajah yang penuh dengan darah. Laki-laki itu memiliki rambut yang panjang berwarna hitam, dan mengunakan celana yang sudah compang-camping, lalu kakinya di rantai dengan besi yang membawa sebuah pedang berwarna hitam.


"Siapa orang ini.? kalau dilihat dari celananya, itu bukan seragam milik prajurit Honzu, apa lagi pedang hitam ini, kenapa ini di rantai.?" Kata Elis dalam hati dengan kebingungan.

__ADS_1


Elis melihat, kondisi tubuh yang penuh luka itu, seperti baru saja mengalami pertarungan yang hebat.


"Apakah dia, orang dengan kekuatan Sihir yang bertarung melawan pasukan Honzu semalam.?" Tanya elis dalam hati sambil melihat laki-laki itu dengan serius.


"Bawa orang ini ke tenda emergency." Kata Elis kepada prajuritnya. "Siap Komandan." Kata prajurit itu.


Orang itu pun di bawa ke tenda emergency oleh salah satu prajurit. Sedangkan Elis dan pasukan lainnya, membersihkan bibir pantai dari puing-puing kapal yang terbawa oleh arus laut.


...


Ditenda Emergency.


"Kenapa harus aku yang menjaga orang asing ini, huh, tapi ini adalah perintah komandan. Aku harus menyembuhkannya." Kata prajurit itu dengan kesal sambil menyembuhkan luka dari tubuh laki-laki itu.


Sampai sore hari, Orang asing itu belum juga siuman, dan Elis pun menghampiri tenda Emergency.


"Bagaimana, apa dia belum sadar.?" Kata Elis kepada prajurit yang menjaganya.


"Ha, komandan. Saya sudah melakukan segala cara untuk menyadarkannya. Tapi luka ini tidak bisa disembuhkan oleh Sihirku," Kata Prajurit yang menjaga.


"hem, Sudahlah. istirahatlah dulu di tenda prajurit, aku akan menjaganya. Kita butuh informasi dari orang ini. Jika tidak ada yang menjaganya, orang ini bisa kabur." Kata Elis kepada prajurit itu.


"Apa tidak ada yang lain Komandan.?" Tanya prajurit itu.


"Baik Komandan." Kata Prajurit itu sambil keluar dari tenda emergency.


...


Setelah prajurit itu keluar, Elis pun berdiri dan menghampiri laki-laki itu.


"Kalau di lihat-lihat, wajahnya tampan juga. Dari mana asalnya orang ini. Lukanya juga sembuh dengan sendirinya, apa dia menggunakan trik untuk menyembuhkan tubuhnya." Kata Elis dalam hati.


Lalu, orang asing itu tiba-tiba bangun. "HAAA." Suara orang asing itu dengan sontak sambil duduk. Lalu, ia melihat kedua tangannya dengan tatapan terkejut. Elis pun kaget melihat orang itu yang tiba-tiba duduk.


"Apa aku sudah mati.?" Kata laki-laki itu.


Elis yang ada di sana, langsung bertanya kepadanya. "Ooe, orang asing. Siapa namamu.? dari mana kamu berasal.? apa tujuanmu kemari.? dan siapa identitasmu yang sebenarnya.?"


Orang itu pun melihat ke arah Elis dengan tatapan terkejut. Dan ia bicara "Apa semuanya sudah berakhir?" . "Haah.?" jawab Elis kebingungan.


Orang asing itu pun bertanya lagi "Dimana ini? dan siapa kamu.? apa yang sudah terjadi.?"

__ADS_1


"Haah, siapa yang berhak bertanya disini.?." jawab Elis lagi.


"Dimana aku sekarang.?" Kata laki-laki itu dengan kebingungan.


"Huh, sudahlah. memang benar, aku yang harus memperkenalkan diri dulu. Perkenalkan, namaku adalah Elisabeth dari pasukan Kerajaan Majaren." Kata Elis sambil melihat ke arah Orang itu.


Namun, laki-laki itu hanya terdiam dan sangat kebingungan.


Dan Elis bertanya kepada laki-laki itu lagi. "Aku sudah memperkenalkan diriku. Lalu siapa kamu.?"


"Majaren.? Tempat apa ini, aku tidak pernah mendengar tempat ini. Lalu tulisan itu, aku tidak bisa membacanya. Apa aku sudah di reinkarnasi.? Sepertinya begitu. Tapi kenapa aku masih bisa merasakan kekuatan di dalam tubuhku." Kata laki-laki itu dalam hati dengan kebingungan.


"HAAAAA." Teriak orang asing itu sambil melihat pedang hitamnya. Elis yang ada di sana pun terkejut.


"Kenapa warnanya jadi hitam, apa yang sudah terjadi.? AAaah. Aku benar-benar sangat kebinggungan." Kata laki-laki itu dalam hati.


"HOEEE." Teriak Elis kepada orang itu. "Kau jangan diam saja di situ, apa kau pasukan dari Kerajaan Honzu.? Jawab pertanyaanku orang asing, aku tau kau sedang melihat-lihat sekitar sini untuk kabur." Kata Elis kepada orang asing itu sambil mengangkat pedangnya.


Laki-laki itu hanya terdiam dan tercengang sambil melihat Elis. Dalam hatinya, ia trus bertanya-tanya.


"Honzu.? Kerajaan lain yang tidak pernah aku dengar. Aku sudah mati sekarang. Mungkin aku dipindahkan ke dunia lain. Apa yang harus aku lakukan sekarang.?" Kata Laki-laki itu dalam hati.


"Aku sudah bertanya berkali-kali padamu, jika kau tidak menjawab, aku akan membunuhmu disini." Kata Elis penuh ancaman.


"Haaaa.?" Suara laki-laki itu terkejut.


"Aku harus membaur dengan mereka. Mungkin aku bisa mendapatkan informasi untuk sementara." Kata laki-laki itu dalam hati sambil berfikir.


"Kau jangan macam-macam denganku, siapa kau sebenarnya.?" Kata Elis yang sudah emosi sambil mendekatkan pedangnya keleher laki-laki itu.


"Aaah, Hehe. Maafkan aku nona. Aku hanya sedang berfikir, aku juga bingung, kenapa aku ada disini. Semalam aku sedang berperang melawan pasukan pemberontak, dan aku salah satu korban dari pemberontakan itu. Aku tidak tau apa-apa selain itu. Maaf Nona." Kata laki-laki itu kepada Elis.


Elis pun melihatnya dengan serius. Jika dilihat dari kondisi tubuhnya saat di temukan, memang seperti mengalami perang yang sangat panjang.


"Dari mana dia berasal, di benua ini tidak ada peperangan yang panjang. Tapi sepertinya dia bicara yang sebenarnya, luka pada tubuhnya itu sudah cukup untuk menjadi bukti, luka yang baru, dan darah yang baru juga."Kata Elis dalam hati sambil melihat Laki-laki itu.


"Siapa namamu.?" Tanya Elis sambil memasukkan pedang ke sarungnya.


"Ah, perkenalkan, namaku adalah Arjun Leon. Aku dari benua Lories yang ada di dunia lain. Salam kenal Nona Elis. Hehehe." Kata Leon kepada Elis.


"HAAAA.?." Teriak Elis yang kaget.

__ADS_1


....


__ADS_2