
[Pelabuhan Ame]
Terlihat, Elis masih mematung didepan tenda emergency dengan ketakutan, bahkan tubuhnya mulai gemetar.
Tiba-tiba Leon keluar dari tenda dan menepuk pundak Elis ."Oe Nona. kenapa seorang komandan perang hanya diam disini dari tadi?".
"Leon.?" jawab Elis dengan wajah yang sedih. Ia tidak tau apa yang harus di lakukannya sekarang.
"Apa yang sedang terjadi nona, apa aku boleh tau.?" Kata Leon.
"Sebaikanya kau tidak perlu tau. Ini bukan urusanmu orang asing." Kata Elis sambil masuk ke dalam tenda.
"Ahaha. Kebetulan aku tidak sengaja mendengarkan percakapan kalian dari dalam tenda. Meskipun tubuhku belum pulih sepenuhnya. Mungkin aku bisa membantumu. Anggap saja ini balas budi." Kata Leon kepada Elis.
"Apa kau mau membantuku.?" tanya Elis sambil duduk.
"Tentu saja Nona, kau yang menyelamatkanku hari ini." jawab Leon.
"Apa yang bisa kau lakukan.?" Tanya Elis yang meragukan.
"Hehe, kau sudah tau sendiri Nona, kebetulan aku juga bisa mengunakan sihir, atau yang kau sebut dengan Magi. Tapi aku tidak tau seberapa kuat sihir ini." Kata Leon yang malu-malu.
"Bisakah kau mengeluarkan aura Magimu, aku bisa menilai hanya dengan melihat aura Magi dari seseorang". Kata Elis dengan serius.
"Aura Magi?. Apa maksudmu seperti ini.?" Kata Leon sambil mengeluarkan Aura kegelapan dari dalam tubuhnya.
Aura yang sangat kuat, membuat Elis terkejut. Bahkan membuat tenda emergency bergoyang-goyang karena efek aura milik Leon.
"Ini. Aura hitam, Magi tingkat tinggi, bahkan lebih tinggi dari AJI bintang 7. Mungkin tingkat kekuatannya sudah di puncak Awakening." Kata Elis dalam hati dengan sangat terkejut
"Baiklah, kita tidak bisa hanya berfikir saja, kita akan melakukannya". Kata Elis yang tiba-tiba bangkit.
"Ah, anu. Seberapa kuat Magi ini.?". Tanya Leon kebingungan. Namun Elis menghiraukannya dan pergi begitu saja meningalkan tenda emergency.
"Padahal aku hanya ingin tau, apa yang di maksud dengan aura itu. Apa bukan seperti ini.?, Huh, aku hanya mengeluarkan energi yang biasanya aku gunakan untuk menakut-nakuti tikus dirumahku". Kata Leon dalam hati dengan wajah yang cemberut.
Elis pun memerintahkan Silvi, untuk mengumpulkan pasukannya di area pelabuhan. Lalu, dalam beberapa menit saja, mereka semua sudah berkumpul ditempat pertemuan.
Elis bicara kepada pasukannya, " Baik semuanya, dengarkan. Untuk sekarang mungkin kita bisa menahan serangan musuh untuk sementara, sampai bantuan datang. Kalian harus bekerja dengan keras. Kita tidak bisa berdiam diri disini, jika kita pergi, mereka akan menyerang para penduduk, bahkan menghanguskan kota Ame. Jadi bisakah kalian membantuku.?"
"Apa itu benar komandan, Apa kita bisa menahannya, apa lagi pasukan Jendral David masih membutuhkan waktu 2 minggu untuk sampai disini, apa kita bisa menahannya selama itu Komandan.?" Tanya salah satu prajurit disana.
Lalu, Elis berusaha menjelaskan strategi yang ada di kepalanya, dan memanfaatkan senjata yang ada. Mungkin strategi ini bisa menahan laju pergerakan pasukan Honzu untuk sementara.
Elis membagi pasukannya menjadi 5 regu.
__ADS_1
Pasukan jarak dekat, 2. Pasukan jarak jauh, 3. Pasukan yang mengunakan senjata Magi, 4. Pasukan dengan Magi elemen, dan 5. Pasukan healler / penyembuh.
"Kita bisa melakukannya, tunjukan pada mereka, kalau kita tidak selemah yang mereka pikirkan." Kata Elis dengan serius dan membuat semua prajuritnya kembali bangkit.
Semua pasukan pun langsung bergerak mengambil posisinya masing-masing yang sudah di tentukan.
Lalu, kedatangan pasukan Jendral Seril masih di perkirakan akan menyerang sekitar 5 jam lagi. Dan semua pasukan Nizo sudah siap di tempatnya.
Leon pun datang mendekati Elis, dengan pakaian kaos hitam berlengan panjang yang ada di tenda emergency. "Komandan, apa kau bisa memberikanku tugas, seperti yang lain.?" Tanya Leon kepada Elis
"Ah Leon. Jika dilihat dari Aura kekuatanmu, sebenarnya kunci kemenangan ada padamu. Aku ingin kau memisahkan tiga komandan mereka dari tempatnya, dan menghabisinya." Kata Elis kepada Leon
"Lalu Aku dan Silvi, akan menghadapi sang Jendral secara langsung. Apa kau sanggup Leon?" tanya Elis.
"Aku akan berusaha Komandan." Jawab Leon.
3 komandan yang dibawa Seril adalah, Rin, Seju, dan Karma, mereka adalah komandan dengan kekuatan sihir tingkat 4. Setara dengan kekuatan milik Elis dan Silvi, yang beda adalah sang Jendral.
Lalu pasukan yang dimiliki Seril, rata-rata sudah mencapai sihir tingkat 3. Dan sang Jendral sendiri, ia sudah mencapai kekuatan Magi di tingkat AJI bintang 7.
Sedangkan pasukan Nizo hanya memiliki rata-rata kekuatan Magi tingkat 2. Ini adalah perbedaan kekuatan yang jauh.
"Hem. Ini adalah cerita lama, 300 tahun yang lalu." Kata Elis kepada Leon.
Kerajaan Honzu, di kenal dengan kerajaan Militer, dan salah satu kerajaan terdaftar pada struktur tatanan dunia "LOUKTUS PREM".
Organisasi besar dunia, yang mengendalikan semua tatanan dunia, perekonomian, militer, politik, dan semuanya.
Alasan kerajaan Honzu tidak bisa menguasai kerajaan Majaren dalam ratusan tahun ini adalah, adanya kekuatan besar dari seseorang yang bersembunyi di daratan Majaren. Penduduk Majaren menganggap orang itu adalah sang Dewi perang.
300 Ratus tahun yang lalu, tragedi awal peperangan Majaren dengan Honzu, karena seorang Dewi datang seorang diri, dari daratan Majaren ke istana kerajaan Honzu dengan suatu alasan tertentu, lalu sang Dewi memusnahkan kerajaan itu dalam waktu semalam saja.
Dewi itu di kenal dengan kelompok Paradicone, yang beranggotakan tiga orang terkuat sepanjang masa. Mereka juga memiliki umur yang panjang, bahkan sampai ribuan tahun.
Namun, setelah kejadian itu, Louktus Prem datang ke istana Honzu, dan memberikan bantuan. Sisa-sisa penduduk yang masih hidup di kerajaan Honzu dikumpulkan, dan mereka mulai mendirikan Kerajaan Honzu yang lebih kuat dari sebelumnya.
Louktus Prem, mengeluarkan dukungan dana yang sangat banyak untuk mengembangkan kerajaan Honzu selama 300 tahun hingga saat ini.
Bukan hanya uang, Louktus juga memberikan makanan, dan Kerajaan Honzu dimasukan ke dalam tatanan ekonomi dunia, agar pasok pangan dan kebutuhan lainnya bisa mereka dapatkan dengan mudah.
Bahkan mereka juga bisa menjual hasil bumi kepada kerajaan lain yang ada di wilayah kekuasaan Louktus di seluruh dunia. Penduduk Honzu juga di berikan pendidikan, diajarkan cara berkebun, bahkan diajarkan ilmu Magi.
__ADS_1
Leon pun terdiam mendengar cerita itu, "Siapa Louktus Prem.? Siapa Paradicone.? Bahkan ada orang yang berumur sampai ribuan tahun. Siapa sosok Dewi itu.?" Kata Leon dalam hati.
Tak terasa, waktu pun berjalan dengan cepat, 3 jam pun berlalu, Pasukan Seril sudah terlihat dari pelabuhan Ame dengan mata telanjang.
Tiba-tiba, terlihat ribuan bola api bergerak ke arah pelabuhan dari jarak sekitar 2 Km.
"Ah, itu sangat tiba-tiba bajingan. Regu 3, Bersiaplah." Kata Elis yang melihat ribuan bola api sedang menuju kearahnya.
Regu 3 pasukan Nizo bersiap-siap menangkis serangan dengan Magi element air. Pada jarak 500 meter, regu 3 melancarkan serangannya, dan terjadilah benturan antara air dan api yang menyebabkan asap tebal berwarna putih.
Jarak pandang pasukan Elis mulai terhalangi. Dalam waktu beberapa menit saja, kapal perang terlihat melewati asap tebal itu.
Serangan lanjutan dari pasukan Honzu mulai di luncurkan. Ribuan anak panah yang di lapisi Magi api, dan ribuan bola api di kerahkan secara bergantian.
Regu 3 pasukan dengan Magi element, menangkis serangan bola api, dan regu 4 pasukan dengan senjata Magi, menghalau serangan panah api.
Dan terjadilah benturan antar keduanya. Asap tebal menyelimuti seluruh pantai dan pelabuhan.
Lalu. "HOOAOAOO" Suara teriakan dari pasukan Honzu mulai bergema. Mereka sudah mendarat di bibir pantai, dan ada juga yang sudah mendarat di tepi pelabuhan.
"Mereka sudah mendarat Elis." Kata Silvi yang ada di samping Elis.
"Regu 1 Bersiap-siaplah. Regu 2, tembakkan panah api." Teriak Elis.
Regu 2 pasukan jarak jauh meluncurkan serangan terlebih dahulu, dengan menembakkan ratusan panah api, lalu di susul dengan regu 1 yang berlari dan menyerang pasukan Honzu.
"Regu 3 dan Regu 4. serang kapal-kapal itu. Tengelamkan mereka." Kata Elis yang memerintahkan pasukannya.
"Sepertinya kita harus bergabung dengan mereka Silvi. Jumlah ini sangat banyak." Kata Elis kepada Silvi sambil berlari ke barisan depan.
Elis dan Silvi pun mulai bergabung dengan regu 1 untuk menghalangi laju pergerakan pasukan Honzu.
"Emm, sepertinya aku juga harus ikut bergabung dengan mereka." Kata Leon sambil berlari ketengah-tengah pasukan Honzu.
Namun dia juga kebingungan mencari tiga komandan Seril yang dibicarakan oleh Elis. Iya terus mencari dengan menerobos jalur depan pasukan Honzu.
Dengan mengunakan pedang hitam yang tersegel oleh rantai besi, Leon dengan mudahnya mengalahkan pasukan Honzu satu persatu hanya dengan ilmu pedang yang ia kuasai.
Elis yang melihat Leon bertarung, sangat terkejut, gerakan pedang yang cepat dan gerakan kaki seperti angin, Leon merasa sangat tenang, seperti ia sudah mengalami ribuan pertempuran.
"Bagaimana dia bisa melakukan itu.?" kata Elis dalam hati.
Sambil Leon bertarung, ia bertanya kepada pasukan Honzu yang akan dikalahkannya "Apa kamu komandan.?" Ini di lakukannya terus menerus kepada pasukan Honzu dan membuat Elis yang melihatnya sangat kesal.
"Aaaaahh, dia benar-benar bodoh." Kata Elis dengan kesal.
__ADS_1
Kwak kwak kwak suara gagak di langit.