Lord Of Justice : Legend

Lord Of Justice : Legend
CH 12 - Pertemuan Yang Di takdirkan.


__ADS_3

[Di dalam hutan, Tempat Terlarang]


Leon masih mematung melihat seorang wanita cantik di depannya. Dia tidak bisa bergerak sama sekali, bahkan tidak bisa mengedipkan matanya.


"Apa kamu baik-baik saja Riuu, kenapa kamu sangat gelisah". Kata wanita itu kepada Rubahnya.


Rubah itu pun meloncat dari pelukan si wanita itu, dan berputar-putar di tanah terus menerus seperti ada yang di sembunyikannya.


"Wajah itu, ini tidak mungkin." Kata Leon dalam hati dengan tercengang.


Lalu, Tanpa Leon sadari, ia pun mengeluarkan suarannya dengan spontan. "Rachel.?" Suara itu sampai terdengar oleh wanita di depannya.


"Gawat, kenapa aku bicara sembarangan". Kata Leon dalam hati sambil menutupi mulutnya.


"Siapa itu.?." Kata si wanita dengan terkejut.


"Kenapa aku tidak bisa merasakan kehadiran seseorang di sekitar sini, Apa hanya perasaanku saja." Kata si wanita dalam hati dengan waspada.


"Ini adalah kesempatan yang di berikan oleh seseorang sepertiku, mungkin aku harus menyapanya dan menanyakan jalan ke pelabuhan Ame. Aku harus keluar dari sini, aku sudah sangat kelaparan." Kata Leon dalam hati dengan sangat tegang.


"Kita kembali sekarang Riuu. Aku tidak bisa berlama-lama disini." Kata Wanita itu sambil mengangkat Riuu dan mulai berjalan menjauh dari sana.


"Gawaat, dia akan pergi. Ayoo Leoon, keluarlah dari sini." Kata Leon dalam hati sambil mengumpulkan keberanian.


Leon pun memberanikan diri untuk keluar dari balik pohon. "Aaah, maaf Nona." Kata Leon dengan gugup.


"Siapa.?" Kata Wanita itu dengan tergaket sambil menoleh kebelakang.


Lalu, Ekspresinya pun berubah dengan sangat terkejut. "Diaa, tidak mungkin." Kata wanita itu dalam hati.


"Ah anu. Maaf Nona aku sudah tersesat beberapa hari di hutan ini. Aku sudah berusaha mencari jalan keluar, tapi aku malah sampai disini." Kata Leon kepada si wanita itu.


"Apa kau bisa menunjukkan jalan padaku untuk pergi ke pelabuhan Ame.?" Tanya Leon.


Wanita itu hanya terdiam dengan tercengang sambil melihat wajah Leon yang sudah kotor.


.....


"Kenapa dia hanya diam saja, apa dia sedang marah.?" Kata Leon dalam hati.


"Emm. Apa kamu orang yang tinggal di castle itu Nona.?" Tanya Leon sambil menunjuk ke arah castle.


Wanita itu masih terdiam seribu bahasa. Dalam keadaan seperti itu, Leon tidak tau harus bagaimana. Ia pun melanjutkan bicaranya.


"Jika memang benar kamu tinggal di castle itu, aku benar-benar minta maaf. Aku sudah di beri tau oleh seseorang di pelabuhan Ame. Kalau tempat ini adalah tempat terlarang." Basa-basi Leon.


...


"Kenapa suaranya sangat mirip dengannya, apakah benar-benar dia.?" kata si wanita itu dalam hati.


...


Wanita itu hanya berdiri tak bergerak sama sekali, bahkan jarinya pun tidak bisa ia gerakkan.


"Kalau di lihat dari sini, Memang wajahnya sangat mirip dengan Rachel". Kata Leon dalam hati.


Namun wanita itu tetap diam dan tangannya mulai mengengam. Leon yang melihatnya mulai kebinggungan. Ia pikir wanita itu adalah seorang Putri dari pemilik castle yang sedang marah padanya. Leon pun mulai bicara lagi.

__ADS_1


"Maaf Tuan Putri, aku memang tidak tau tempat ini terlarang, aku sampai disini karena aku tersesat. Apa Tuan Putri bisa menunjukan jalan menuju pelabuhan Ame.?" Kata Leon dengan sopan.


Wanita itu tetap berdiri disana, lalu ia menundukkan kepalanya. Dalam keadaan yang canggung Leon mulai bicara sembarangan.


"Em, Apa kau tidak tau jalan Tuan Putri.?"Kata Leon sambil tersenyum palsu, Tapi sebenarnya dia sangat kesal.


"Ah, Maaf Tuan Putri, aku tau kau marah padaku karena aku datang ke tempatmu, sebenarnya aku juga baru tau kalau tempat ini terlarang. Aku tau karena aku membaca tulisan Taman Surga yang ada di papan kayu itu." Kata Leon basa-basi. dan Wanita itu pun sangat terkejut.


"Tulisan itu, dia, dia bisa membacanya.? Hiks, memang benar itu adalah dia." Kata si wanita dalam hati. Lalu Ia mulai mengigit mulutnya dan perlahan meneteskan air mata.


Leon semakin kebinggungan. "Kenapa dia menangis, padahal aku tidak melakukan apa-apa padanya.?" Kata Leon dalam hati.


Leon pun mulai menoleh ke kanan dan ke kiri, memastikan tidak ada orang di sekitar sini.


"Ah maaf Putri, aku memang tidak pandai bicara, jika ada kata-kataku yang menyakitimu, aku benar-benar minta maaf". Kata Leon yang ingin pergi dari situ.


Dan Wanita itu pun menatap Leon dengan menangis. "Hiks. Suara itu, suara yang sangat aku rindukan. Sudah berapa lama.?" kata wanita itu dengan menangis.


"HAAAAaa.?" Suara Leon kebingunggan.


Tiba-tiba Wanita cantik yang ada di depannya itu, meloncat kearahnya dan langsung memeluknya dengan sangat erat sambil menangis sekencang-kencangnya.


Leon pun semakin kebingungan dan pasrah, "Ah tuan putri, apa yang kau lakukan, air matamu menetes kebajuku" Kata Leon.


"Leoooon, kamu sangat Bodoh. Kamu benar-benar sangat Bodooh". Kata wanita itu sambil menangis di pundaknya.


"Leon.? kau tau namaku.?" Kata Leon terkejut.


"Tidak mungkin. Rachel.? Apa kamu benar Rachel.?" Tanya Leon


Wanita itu hanya mengangukkan kepalanya, dan tangisannya semakin kencang. Membuat awan-awan di atasnya berkumpul.


Rachel pun menangis sejadi-jadinya. Dia sendiri tidak tau, kapan tangisan ini akan berhenti. Leon pun hanya bisa membalas pelukannya itu. Sambil mengelus-elus kepalanya.


"Leon, Hikss, kemana kau pergi selama ini.?. Kenapa kau pergi begitu saja." Kata Rachel kepada Leon sambil menangis.


"Ah, Aku baru saja dari kota Ame beberapa hari yang lalu, dan aku di anggap penyusup disana, aku pikir lebih baik aku pergi dari sana. Dan aku tersesat di hutan ini" Kata Leon sambil mengelus-elus kepala Rachel.


"Kenapa kau ada disini Rachel.? dan kamu sangat berbeda dari sebelumnya, aku hampir tidak mengenalimu, Hahaha" Kata Leon yang sedang menghibur Rachel sambil tertawa.


"Hiks, Apa kamu tau, sudah berapa lama kau meninggalkan aku didunia ini sendirian.?" Tanya Rachel sambil menangis.


"Aah, baru beberapa minggu kan?" Jawab Leon dengan jujur.


"Kamu telah pergi selama 2.134 tahun Leon." kata Rachel sambil sesengukan.


"Apa kamu sedang sakit Rachel.? Baru beberapa minggu saja, aku masih bisa merasakan pertempuran melawan pemberontakan itu." Kata Leon.


"Pemberontakan itu, sudah terjadi 2.134 tahun yang lalu. Dan pada saat itu kamu menghilang tanpa jejak." Kata Rachel yang semakin menangis.


"Apaa.?" Suara Leon terkejut.


Ekspresi wajah Leon langsung berubah, dia sangat terkejut, dia kaget, pikirannya bercampuran aduk. Selama itu dia menghilang. Namun, bagi Leon itu hanya terjadi beberapa minggu saja.


Dia berfikir dirinya sudah mati, dan dipindahkan ke dunia lain. Tapi faktanya dia masih hidup hingga saat ini.


"Aku tidak percaya, yang benar saja. Selama itu kah.? Lalu ada di mana aku selama ini." Isi hati Leon dengan sangat terkejut dan begitu kebingungan.

__ADS_1


"Apa itu benar Rachel,"? Kata Leon dengan terkejut, dan mulai mengigit mulutnya.


"Hem, hem" Kata Rachel yang sedang menangis.


Leon pun bengong tak bicara sepatah katapun, ia masih belum menerima dengan apa yang sudah terjadi. "Pantas saja, dunia ini begitu asing bagiku, ada banyak energi alam dimana-mana, dan semua orang bisa mengunakan energi itu. Apa semua ini karena waktu itu, kekuatan yang keluar dari tubuhku." Kata Leon dalam hati yang sedang merenung sambil melihat ke arah Rachel yang ada di pelukannya itu.


Dalam hatinya iya terpukul "Lalu apa yang terjadi setelah itu, aku masih tidak percaya. Selama itu kah.? Benarkah Rachel, selama itu kau menungguku.?." Kata Leon dalam hati dengan sangat sedih dan mulai meneteskan air mata sambil memeluk Rachel dengan erat.


"Hiks, Leoon aku sangat merindukanmu." Kata Rachel dengan menangis.


"Maafkan aku Rachel." Kata Leon yang sangat sedih.


"HUuaaaa." Suara tangisan Rachel yang semakin kencang.


Lalu.


Tak terasa sudah lebih dari 1 jam mereka berpelukan di bawah pohon yang rindang. Pertemuan ini seperti sudah di takdirkan. Dan cerita-cerita masa lalu, akan segera terungkap.


"Hei Rachel, sampai kapan kamu memelukku, dan berhentilah menangis. Aku sudah disini, tepat di depanmu." kata Leon.


Rachel hanya mengelengkan kepalanya. Rasa rindu yang tak terbendung selama ribuan tahun, membuat Rachel mencurahkan semuanya.


Waktu pun semakin berjalan. Mereka berdua masih berpelukkan. Namun, tangisan Rachel masih belum berhenti. Ia masih terseduh-seduh di pelukkan Leon dan membuatnya sangat sedih.


.....


Leon adalah seseorang yang dikenal dengan Sang Maharaja yang di tulis pada Buku Kuno, seseorang yang sangat kuat, dan penguasa yang sebenarnya dari dunia ini.


Dan Rachel adalah salah satu Panglimanya. Lebih tepatnya Rachel lebih special di antara para panglimanya. Bisa di katakan seperti keluarga. Hubungan Rachel dan Leon benar-benar sangat erat dimasa lalu.


Lalu, Air pun turun dari langit. Hujan yang sangat deras membasahi seluruh benua Trolin.


Leon dan Rachel masih mengadu rindu di dalam hutan. Rachel benar-benar sangat bahagia. Selama 2rb tahun lebih, ia selalu memendam perasaanya. Rasa rindu, rasa sakit di hatinya, penderitaan, dan kebencian.


"Terimakasih Leon, terimakasih kau sudah kembali padaku. Hiks." Kata Rachel sambil memeluk Leon semakin erat. Bahkan ia tidak ingin melepaskan pelukannya.


Di bawah derasnya hujan tiba-tiba. KROOAAK. suara yang keras terdengar dari perut Leon. Membuat suasana jadi berubah.


"Aku sangat lapar Rachel." kata Leon.


Rachel pun melepaskan pelukannya, dan melihat ke arah Leon. Wajah cantik Rachel memerah, dan ia tersenyum padanya.


"Hihi." Suara Rachel tertawa, namun air matanya masih keluar.


Wajah cantiknya itu semakin cantik. Senyuman yang sudah terpendam selama ribuan tahun. Akhirnya bisa ia lepaskan.


"Baiklah, ayo kita pulang Leon." kata Rachel tersenyum sambil menarik tangan Leon.


"Kenapa kau memperlakukanku seperti aku ini kekasihmu." Kata Leon.


Rachel hanya membalas dengan tertawa penuh kebahagiaan.


.....


[Di tempat lain, Istana Kerajaan Majaren]


Semua jendral sudah berkumpul di istana. 8 Jendral dengan Aura yang sangat kuat, bertemu dalam satu ruangan.

__ADS_1


Mereka adalah panglima perang yang memiliki kedudukan paling tinggi di antara jendral-jendral lainnya.


***


__ADS_2