
Saat perang dunia 2000 tahun yang lalu masih berlanjut, ke 6 orang Nine Core bertemu kembali dan membahas perdamaian dunia.
Mereka bersepakat dan membentuk aliansi bernama Louktus Prem dan berita itu langsung di sebarkan ke seluruh penjuru dunia.
Karena kabar yang di terima begitu cepat, kerajaan-kerajaan lain mulai berbondong-bondong masuk dalam Grup Aliansi Louktus. Kerajaan yang kuat akan di masukan kedalam keanggotaan Louktus yang terdiri dari 29 kerajaan terkuat di masa itu.
Karena 29 kerajaan itu membentuk aliansi dengan kekuatan 6 Nine Core, maka bisa di pastikan, merekalah yang berkuasa di atas bumi ini.
Ke 3 orang dari sisa Nine Core yang lainnya, yaitu Rachel, Aries dan Kibo, mereka membentuk Grup sendiri bernama Paradicone. Mereka bergerak dan berperang melawan Kolompok Louktus untuk mempertahankan sisa wilayah yang sangat penting bagi Leon.
Dalam insiden itu, Paradicone dan Louktus bertarung dengan sangat sengit. Karena kekuatan mereka yang sangat kuat, menyebabkan cuaca didunia tidak stabil.
Bahkan sinar matahari tidak pernah menyentuh tanah, Awan-awan di langit menyelimuti seluruh dunia. Badai angin terjadi setiap hari, petir-petir di langit selalu menyambar. Hujan terus turun dan air ombak bergelombang sangat tinggi.
Pertarungan itu terjadi selama 1 minggu berturut-turut, tanpa makan dan minum.
Pertempuran antara Paradicone dan Louktus tidak ada hasil, tidak tau siapa yang menang dan kalah. Dan jika pertarungan itu terus di lanjutkan, Bumi akan terus berguncang dan menyebabkan bencana Alam.
Penduduk bumi yang tidak ada hubungannya dengan pertempuran itu, akan terkena dampaknya. Dan mungkin akan musnah.
Rachel pun membuat perjanjian dengan Neswara pemimpin Louktus Prem. Di antara 7 Benua yang ada didunia, mereka membagi wilayah kekuasaannya masing-masing.
Setengah bagian bumi Timur adalah milik Louktus yang memiliki 4 Benua. Dan 1/2 bagian bumi Barat adalah milik Paradicone yang memiliki 3 benua besar.
Namun perjanjian itu perlahan-lahan dilanggar oleh Louktus.
Karena Rachel sebagai pemimpin Paradicone, tidak memperdulikan kepentingan dunia, dan Louktus semakin merajalela.
Beratus-ratus tahun lamanya, Kekuasaan Louktus mendominasi dunia, bahkan mereka sudah mengambil sebagian wilayah milik Paradicone.
Seperti kerajaan Honzu, yang seharusnya menjadi wilayah Paradicone, di rebut oleh Louktus.
Karena anggota Paradicone selalu tidur puluhan tahun, mereka tidak bisa mengikuti arus permainan politik dunia, yang di mainkan oleh Louktus.
Perlahan-lahan, Neswara bersama Louktus Prem, hampir menguasai seluruh dunia.
...
Kembali kesaat ini.
[Di kota Ame.]
Terlihat, Jendral David sudah sampai di Kota Ame bersama pasukannya.
"Kemana perginya wali kota disini. Kenapa mereka tidak menyambutku.?" Kata David sambil menungangi kuda.
"Jendral, kami melihat pasukan komandan Elis sedang berkumpul didepan kantor wali kota." Kata Edo.
"Baiklah, kita kesana sekarang." Kata David.
.....
Didepan kantor wali kota, terlihat pasukan Elis sedang berkumpul dan berbisik-bisik. Mereka tidak tau kalau sang Jendral sudah berada di belakang mereka.
Sontak silvi yang kebetulan disana langsung menyambut Jendral David. "Jendral, Hormat kami kepada Anda. selamat datang di kota Ame". Kata Silvi sambil menundukkan kepalanya.
__ADS_1
"Kenapa kalian berkumpul disini, dimana komandan kalian, dan dimana Wali kota Ame. Kenapa mereka tidak menyambutku.?" Kata David dengan tegas.
Silvi pun menjelaskan apa yang sudah terjadi 6 hari yang lalu. David pun mengaruk-garuk kepalanya. "Huh, laporanmu tidak lengkap, kamu juga harus menjelaskan apa yang sudah terjadi di pelabuhan Ame."
"Siap laksanakan Jendral. Namun, keadaan sekarang membuat kita semua panik". Kata Silvi.
"Huh, Baiklah, aku akan menyelesaikan ini". Kata jendral sambil menghela nafas.
Jendral David dan ajudannya pun pergi kedalam kantor Wali kota.
.....
Di dalam ruangan sidang, terlihat Elis sedang di serang pertanyaan yang bertubi-tubi oleh pengacara wali kota.
Karena kasus Leon, seorang penyusup 6 hari yang lalu. Pihak wali kota sudah menerima informasi dengan detail mengenai identitas Leon yang sebenanya.
Mereka menganggap bahwa Leon adalah mata-mata dari kerajaan lain yang menyusup ke wilayah Majaren. Dan kebetulan tempat yang ia tuju sedang terjadi peperangan.
Supaya identitasnya tidak di ketahui, ia pun ikut terlibat dalam peperangan itu. Dan mendapatkan kepercayaan dari pasukan Majaren.
Pihak Elis pun tidak bisa melawan, karena Elis tidak punya bukti kongkrit terkait identitas Leon. Ia hanya menganggapnya orang asing yang sangat bodoh dan sangat baik, meskipun ia tidak tau asal usulnya.
Dalam kondisi terdesak, pihak Elis benar-benar akan kalah dalam persidangan.
Tiba-tiba Jendral David dan ajudanya masuk ke ruangan sidang tanpa ijin. Semua orang yang ada di ruangan itu pun terkejut.
"David, kenapa dia disini.?" kata Elis dalam hati.
Kepala sidang pun bicara "Jendral, ini adalah ruangan sidang, Anda tidak bisa masuk seenaknya sendiri, meskipun Anda adalah seorang Jendral".
"Apaa.?" teriak pengacara wali kota. Elis yang ada disana pun terkejut dengan perkataan David.
"Dari mana dia tau tentang Leon.?". Kata Elis dalam hati.
"Semuanya tenang, Baiklah Jendral silahkan." Kata ketua sidang.
David mengatakan nama panjang Leon bernama Arjun Leon, dari keluarga Arjun yang tinggal di pinggiran ibu kota. Data yang di bawa oleh Jendral David benar-benar sangat kuat dipersidangan itu.
Dan situasi sidang benar-benar terbalik. Wali kota yang awalnya mendominasi kemenangan, tiba-tiba kalah oleh Sang Jendral.
Sidang pun berjalan dengan lancar. Dan di menangkan oleh pihak Elis. Ia benar-benar sangat lega.
"Terimakasih David, kau datang tepat waktu." Kata Elis kepada David.
"Sudah sewajarnya aku membantu calon istriku." Kata David kepada Elis.
...
[Castle Taman Surga]
Terlihat Leon sedang melamun sambil memandangi hutan dari luar balkon kamarnya.
"Ternyata dunia ini sudah sangat berubah sejak aku datang dari masa lalu. Tapi perasaan ini masih terasa karena pemberontakan itu. Dan kenapa pedangku berubah jadi warna hitam.? Apa karena ternodai oleh jiwa-jiwa yang mati pada saat itu." Kata leon dalam hati sambil melamun.
"Aku benar-benar sangat bodoh." Kata Leon sambil meremas pagar.
__ADS_1
Tiba-tiba Rachel datang mendekat ke samping Leon dengan memakai pakaian tidur yang sexy.
"Kau memang bodoh Leon." Kata Rachel yang tiba-tiba ada disamping Leon.
Leon pun kaget melihat Rachel yang tiba-tiba datang. "Eeeh. Rachel.? kenapa kamu ke kamarku.?" kata Leon sambil melihat seluruh tubuh Rachel dari ujung rambut sampai ujung kaki.
"Kau sedang melihat kemana.?" Kata Rachel dengan wajah memerah. "Ini adalah rumahku, tentu saja terserah aku." Lanjut Rachel bicara.
"Ah, itu benar, terserah kamu." Kata Leon sambil memalingkan pandangannya ke atas langit.
Rasa penasaran yang terkumpul dikepala Leon, sungguh membuatnya bingung, pandangan kosong ke arah langit membuatnya teringat dengan orang-orang di sekitarnya dulu.
Penyelasan, amarah, dan ia menyalakan dirinya sendiri.
Namun berbeda dengan Rachel, dia justru memandangi wajah leon yang sedang murung, dengan langit malam yang di penuhi bintang-bintang dan angin malam yang berhembusan, membuat suasana terkesan romantis bagi Rachel.
.....
"Aku sangat senang sekali disini." Kata Rachel dalam hati dengan tersenyum.
Rachel benar-benar sangat bahagia dengan kehadiran Leon disisinya. Seseorang yang sangat ia cintai sudah kembali selama ribuan tahun.
.....
"Rachel, apa kamu akan tidur selama puluhan tahun lagi.?" Tanya Leon dengan pelan sambil memandangi bintang.
"Tentu saja tidak. Karena kamu sudah kembali." Saut Rachel sambil tersenyum.
"Ah, terimakasih Rachel, aku sudah kehilangan banyak orang yang ku kenal. Kamu sudah hidup ribuan tahun disini. Tapi aku masih bisa mendengar tangisan dari ribuan orang di kota Nasion. Bagiku itu baru saja terjadi." Kata Leon yang masih merenung sambil melihat ke arah hutan.
"Kamu tidak tau Leon, bagaimana perasaan kami saat kau menghilang. Kibo, Aries, dan Aku, menangis sepanjang malam, kehilangan salah satu Raja yang mereka kagumi, dan kehilangan satu-satunya orang yang sangat berharga untukku." Kata Rachel.
Leon pun terkejut dan melihat kearah Rachel.
"Aku menangis selama 1 minggu di castle Nasion. Aku masih belum bisa menerima kenyataan itu. Aries selalu menenangkanku, dan kibo selalu membantuku. Bagi mereka berdua, kau adalah sebuah anugrah yang pernah mereka temui." Kata Rachel sambil melihat Leon.
"Racheel. Akuu." Kata Leon sambil menundukkan kepalanya.
"Mungkin terlalu cepat bagimu untuk menguasai dunia di usia yang masih muda, kita berjuang bersama-bersama hanya untuk memenuhi ambisimu. Menciptakan dunia tanpa penindasan. Tapi itu justru membuatmu sangat terkenal, kerajaan-kerajaan yang sudah kau bangun, mulai iri denganmu." Kata Rachel dengan serius.
Leon pun terdiam dengan menundukkan kepalanya. Sudah ribuan tahun Paradicone menanggung semua perbuatan Leon.
"Maafkan aku Rachel." Kata Leon dengan tatapan yang sedih.
"Berhentilah menyalahkan dirimu sendiri Leon. Aku sangat mengagumimu, dan aku sangat menghormatimu, semua ini terjadi karena keserakahan para pemberontak itu. Merekalah yang membuatku terpisah denganmu selama ribuan tahun ini." Kata Rachel serius.
"Aku sudah mengacaukan semuanya Rachel, apa artinya diriku ini bagimu, bahkan saat aku menghilang, mungkin kau sudah menanggung semua perbuatanku ini." Kata Leon.
"Hem. Leon, kau sangat berarti untukku, apapun yang kulakukan semuanya hanya untukmu, aku tidak peduli dengan para pemberontak itu. Jadi berhentilah menyalahkan diri sendiri." Kata Rachel dengan serius sambil melihat Leon.
"Apa kau menyukaiku Rachel.?" Tanya Leon.
Sontak Rachel pun bilang "Tentu saja". Dan beberapa detik kemudian wajahnya memerah. "Tidak, maksudku, aku sangat menghormatimu, Ah tidak tidak, aku hanya mengagumimu". Kata Rachel sangat malu.
Leon pun tersenyum dan bilang. "Terimakasih".
__ADS_1
***