Lord Of Justice : Legend

Lord Of Justice : Legend
CH 19 - Mereka Datang.


__ADS_3

[Castle Taman Surga]


Terlihat Leon sedang duduk di depan Raja dan lainnya. Ia mencoba menjelaskan semua yang sudah terjadi padanya.


"Aku minta maaf kepada kalian semua, sebenarnya aku sudah tau maksud kalian kemari. Mungkin ini adalah kesalah pahaman. Anggota Paradicone yang tinggal di Castle ini adalah Rachel Lawren. Kalian mungkin tidak pernah mendengar namanya selama ribuan tahun. Tapi aku adalah teman masa kecilnya." Kata leon dengan tersenyum. Semua orang yang mendengarnya langsung terkaget-kaget.


"Hee.?" Suara Elis yang terkejut.


"Ya bisa di bilang itu sudah ribuan tahun yang lalu. Dan aku menghilang selama itu, entah kenapa aku tersadar di pelabuhan Ame. Dan Elisabeth lah yang menyelamatkanku disana." Kata Leon.


Elis pun terkekejut. Sang Raja dan Rewin langsung menoleh ke arah Elis. Elis pun tersenyum dengan genit kepada Ayahnya.


Suasan disana menjadi santai, tanpa tekanan dan ketakutan. Akhirnya mereka semua bisa bernafas dengan lega. Mereka pun menganggap Elisabeth seperti bantuan jutaan prajurit.


"Bagaimana kabarmu Elis.?" Tanya Leon.


"Aku baik-baik saja Leon. Tidak kusangka kau ada disini. Apa yang kau lakukan di sini.?" Tanya Elis kembali.


"Ah, aku tersesat saat di usir dari kota, aku sendiri tidak tau kenapa aku sampai disini." Jawab Leon.


"Hem, aku sangat khawatir padamu Leon, bahkan Tuan Deril sampai mempersidangkan kasusmu." Kata Elis.


"Eeh. Benarkah.?" Saut Leon.


"Pangkatku sudahl di cabut. Aku tidak bisa berkeliaran lagi, aku sangat sedih." Kata Elis.


"Maaf Tuan, kami sebelumnya tidak tau dengan identitas anda yang sebenarnya. Kami berasumsi kalau anda adalah penyusup dari kerajaan lain." Kata Raja James.


"Tidak apa-apa yang mulia, aku sendiri tidak tau dengan dunia ini sebelumnya. Jadi sudah sewajarnya kalian menuduhku sebagai penyusup." Kata Leon.


"Em. Jadi siapa kau sebenarnya.?" Tanya Elis yang penasaran.


"Ceritanya cukup panjang Elis, ternyata aku tidak dari dunia lain hahaha." Jawab Leon.


"Hem, jadi benar kau dari benua Lories.?" Tanya Elis.


"Itu benar. Aku dari benua Lories yang jauh dari sini. Aku sendiri tidak tau kenapa aku terbangun di pelabuhan Ame." Jawab Leon.

__ADS_1


"Huh, syukurlah kalau begitu, aku lega mendengarnya. Tapi kenapa kau ada di Castle ini.?" Tanya Elis dengan serius.


"Itu karena aku bertemu dengan Rachel di dalam hutan. Dan dia mengajakku kedalam castle ini. Ternyata dia adalah seorang Dewi yang kau ceritakan itu." Jawab Leon.


"Eeh. Apa kau mengenalnya Leon.? Apa hubunganmu dengan sang Dewi.?" Tanya Elis yang penasaran.


"Aku tidak hanya mengenalnya saja, kita sudah sangat dekat sejak kita masih kecil. Ceritanya sangat panjang Elis, aku tidak bisa menceritakannya padamu." Jawab Leon.


"Kau benar-benar membuatku terkejut Leon, tidak kusangka kau punya hubungan sedekat itu dengan sang Dewi, apa kau juga berumur ribuan tahun.?" Tanya Elis.


"Aku sendiri tidak tau." Saut Leon.


"Elis, berhentilah bertanya, kau sangat tidak sopan." Kata Raja James.


"Kalian tenang saja, aku dan Leon seperti teman dekat, kalian tidak perlu takut. Bahkan aku pernah memukulnya" Kata Elis yang sangat percaya diri sambil tersenyum.


"Apaaaa.? Eliiiisss." Sontak mereka yang ada di sana sangat terkejut. "Maafkan Putri saya Tuan Leon, Dia tidak tau siapa Anda sebenarnya." Kata raja mulai ketakutan lagi


"Hahaha itu benar, dia berkali-kali memukulku waktu di pelabuhan". Kata Leon. Dengan sangat terkejut, sang Raja pun mendekat kepada Leon dan bersujud minta Maaf.


"Maafkan putri saya Tuan. Aku akan menghukumnya nanti." Kata Raja James dengan panik.


"Aah. Termikasih Tuan." Kata Raja James.


Tiba-tiba Awan menjadi mendung, dan sambaran petir yang besar keluar dari langit. Semua orang yang ada di sana mulai ketakutan.


"Ah, ada orang lain yang marah". Kata Leon. Sang Dewi pun keluar dari castle. Ia berjalan menuju Elis dengan tangan yang terkepal. Matanya di selimuti aura putih.


Rachel pun berjalan melewati Leon menuju Elis. Lalu tangannya di pegang oleh Leon. "Rachel, tetaplah disini, jangan melangkah lagi". Kata Leon dengan Tegas. Dan Rachel pun berhenti, aura putih mulai menghilang beserta Awan-awan yang ada di langit.


Rachel seperti kucing bagi Leon. Semua orang disana semakin terkaget-kaget. Seorang Dewi Perang, Anggota Paradicone yang sangat kuat dan seseorang yang mempunyai pengaruh besar bagi Kerajaan Majaren terdiam tak berkata apapun di depan Leon.


"Duduklah di sampingku Rachel, Dan jangan bicara apapun, ini adalah masalahku, aku akan menyelesaikannya". Kata Leon dengan tegas. Rachel pun duduk di sampingnya dengan raut wajah yang kesal sambil memejamkan mata.


Semua orang disana semakin terkagum-kagum dengan Leon. Termasuk Rewin, ia bahkan tidak bisa mengeluarkan suara. Ia mematung melihat Leon.


"Aku harus memujanya. Tuan Leon sangat hebat". Kata Rewin Dalam hati.

__ADS_1


"Kalian, bisakah kalian tidak memandangi wajah Rachel seperti itu, Aku sangat kesal." Kata Leon kepada Lucas dan Ares. Mereka pun langsung menundukkan kepala dan meminta maaf.


"Ah, ma, maafkan saya Tuan." Kata Lucas dengan tubuh gemetar.


"Baiklah semuanya. Kita selesaikan sekarang disini". Kata Leon.


Leon pun menjelasakan semua kejadian yang dialaminya kepada Raja dan lainnya. Termasuk kejadian di pelabuhan Ame, lalu Ia di usir dari kota Ame, dan ia tersesat di hutan sampai ketempat terlarang Taman Surga.


...


"Kurang ajar kau Deril, aku tidak akan memaafkanmu. Kerajaan ini akan hancur ratusaan tahun yang lalu jika tidak ada sang Dewi disini. Dan mereka sudah melukai seseorang yang sangat berharga bagi Dewi." Kata Raja dalam hati dengan sangat marah.


"Aku harap, kalian bisa memaafkan mereka yang tidak tau tentangku. Ini adalah kesalah pahaman. Aku tidak ingin masalah ini di selesaikan dengan kekerasan. Tidak semua masalah bisa diselesaikan dengan kekuatan. Apa kau mengerti yang mulia." Kata Leon kepada Raja dengan tatapan yang tajam.


"Eeh. Ba, baiklah Tuan." Saut Raja James


...


[Tempat Camp prajurit Kerajaan]


Tanah di sekitarnya mulai bergerak. dan angin-angin yang sangat kencang mulai berhembus di seluruh hutan. Pohon-pohon dan tenda-tenda bergoyang dengan kencang.


Dan Awan di atas langit membentuk lingkaran, disertai petir-petir yang menyambar.


Semua prajurit kerajaan pun terdiam. Ada dua lingkaran awan di atas langit, dan keluar cahaya kecil dari tengah kedua lingkaran itu.


Cahaya itu turun dengan sangat cepat. Tepat di tengah-tengah camp prajurit kerajaan. Batalion yang ada di luar kawasan Taman Surga langsung bergerak menuju ke Camp utama.


Dan semua orang yang ada di Castle Taman Surga melihat cahaya itu dengan sangat terang.


"Gawat, ini gawat. Mereka datang." Kata Rachel sambil melihat ke arah cahaya itu.


"Siapa Rachel, kenapa kau sangat panik.?" tanya Leon kepada Rachel.


"Mereka semua datang kesini. Semua prajurit kerajaan pasti dibunuh oleh mereka, aku harus kesana secepatnya." Kata Rachel dengan sangat serius. Dan ia pun berdiri dan menghilang dengan seketika.


"Ada apa tuan Leon.? Apa ada hal yang sangat berbahaya, kenapa Dewi begitu panik." Kata Raja kepada Leon.

__ADS_1


Leon hanya terdiam kebingungan. "Siapa yang datang, kenapa Rachel begitu ketakutan.?" Kata Leon dalam hati.


__ADS_2