
[Istana Kerajaan Majaren]
Raja memulai rapat darurat dengan para Jendral dan Menteri kerajaan.
Karena Dewi Perang datang ke istana lebih awal, mereka menganggap ada masalah besar yang sedang terjadi.
Selama Ribuan tahun, semenjak Kerajaan ini di bangun oleh Dewi bersama dengan para Raja terdahulu. Sang dewi selalu datang 50 tahun sekali.
Ada beberapa point yang di bahas dirapat itu. Yang isinya adalah, orang bernama Leon, Mencari, dan seluruh kerajaan Majaren.
"Sang Dewi menangis di depan mataku sendiri". Kata Raja James sambil memukul meja. Semua yang ada disanapun terkejut dan berdiri. "Apaaa.?" Suara semua orang.
"Seorang Dewi menangis dengan menyebut nama Leon. Dan Dewi sedang mencarinya." Kata Raja James.
Semua orang yang ada disana benar-benar sangat kebinggungan, apa yang di maksud oleh Sang Dewi.
Tiba-tiba Direktur Akademi Rousen datang ke istana dengan tergesa-gesa.
"Rewin, akhirnya kau datang, kita semua kebingungan dengan ucapan Sang Dewi." kata Raja James.
Rewin pun langsung mengeluarkan peta kerajaan Majaren, dan di letakkan di meja rapat. Semua orang terdiam dan kebingungan.
"Apa yang sedang kau lakukan.?" Tanya Raja James dalam hati.
"Yang Mulia, ini sangat berbahaya, sesuatu yang besar sedang terjadi. Disini adalah wilayah ibu kota, dan di sebelah sini adalah wilayah Taman Surga." Kata Rewin sambil menunjuk peta kerajaan.
"Apa maksudmu Rewin.?" Tanya Raja James.
"Baru-baru ini aku mendengar ada pertempuran di pelabuhan Ame, dan itu hanya berlangsung 1 hari saja. Namun, tempat paling dekat dengan Pelabuhan Ame adalah Kota Ame. Dan yang paling dekat dengan kota Ame adalah Tempat terlarang Taman Surga." Jawab Rewin dengan serius.
"Haaa.?" Kata Raja James kebingungan.
"Seseorang pasti datang kesana Yang Mulia. Aku mencurigai itu adalah prajurit dari Kerajaan Honzu. Dia pasti sedang mencari tempat persembunyian. Dan Taman Surga adalah tempat yang cocok untuk bersembunyi". Kata rewin.
Semua penduduk Majaren sudah mengetahui dengan larangan yang ada di tempat itu. Namun berbeda dengan Kerajaan lain, tidak banyak orang yang mengetahui tempat terlarang di benua Trolin.
"Pasti ada seseorang yang tidak tau tempat terlarang itu, dan seseorang mencoba untuk memasukinya." Kata Rewin Serius.
"Apaaa.? itu terdengar masuk akal Rewin." Kata Raja James dengan serius.
Semua orang disana terkejut dengan asumsi Direktur Rewin. Dan asumsi ini dianggap paling masuk akal untuk saat ini.
"Sudah di pastikan, permasalah ini adalah karena satu orang bernama Leon." Kata Rewin dengan tatapan tajam.
"Heem, kau sangat hebat Rewin. Tidak kusangka kau bisa memecahkan permasalahan ini." Kata Raja James.
"Aku menyarankan untuk semua pasukan kerajaan mencari orang bernama Leon di tempat tugasnya masing-masing. Apa itu bisa dilakukan Yang Mulia.?" Tanya Rewin
"Eem. aku setuju dengan saranmu Rewin. Terimakasih." Kata Raja James.
"Aku hanya membantu sebisaku Yang Mulia. Sebaiknya aku pergi ke Taman Surga untuk meminta maaf secara langsung kepada sang Dewi." Kata Rewin Serius.
"Apa Dewi akan mengijinkanmu untuk datang kesana.?" Tanya Raja James.
"Aku sendiri tidak tau Yang Mulia, tapi aku akan mencoba mengirimkan surat kepada Beliau. Dulu aku pernah diberikan sebuah kotak dimensi untuk mengirimkan surat kepadanya." Kata Rewin dengan serius.
__ADS_1
"HAaaa.? Kenapa kau tidak menceritakan padaku Rewin.?" Tanya Raja James.
"Aku hanya mengikuti perintahnya saja Yang Mulia. Kotak surat ini hanya boleh digunakan saat dalam kondisi darurat saja. Mungkin sekarang lah waktunya." Kata Rewin.
"Kau benar Rewin, ini sudah menyangkut keamanan seluruh kerajaan. Aku akan ikut kesana bersamamu." Kata Raja James.
"Ah, baiklah Yang Mulia." Kata Rewin.
"Semua Jendral, saya perintahkan untuk kembali ke tempat tugas masing-masing, dan temukan orang bernama Leon. Cari keseluruh penjuru Kerajaan, sampai ke hutan-hutan. Bahkan di dalam lautan." Perintah Raja James.
"HA. LAKSANAKAN YANG MULIA. SEMOGA SANG DEWI SELALU MELINDUNGI KERAJAAN BESERTA RAJANYA". Teriak para Jendral disana. Dan mereka langsung berangkat ke wilayahnya masing-masing.
Raja James dan Direktur Rewin juga bersiap-siap pergi ke Taman Surga.
....
[Ditempat lain, Taman Surga]
Di depan gerbang Castle Taman Surga. Leon dan Rachel sedang berjalan sambil bergandeng tangan.
"Kau tau Leon, tulisan Taman Surga itu adalah tulisan tanganku sendiri, aku sengaja menaruhnya disana, karena kau pernah bilang padaku, kalau kau ingin membuatkan Taman seperti Surga untukku." Kata Rachel dengan tersenyum.
"Kau bahkan masih mengingatnya Rachel." Kata Leon dengan tersenyum.
"Kita masuk kedalam sekarang." Kata Rachel tersenyum.
.....
Didalam Castle.
"Ah, itu benar Leon. Apa kau menyukainya.?" Tanya Rachel dengan tersenyum.
"Apa kau yang membangun castle ini Rachel?". Tanya Leon penasaran.
"Hem hem (tersenyum). Tentu saja aku yang membangunnya sendiri. Dengan berbagai macam material yang aku kumpulkan di seluruh dunia, hanya untuk membangun Castle ini. Kau harus memujiku Leon". Kata Rachel tersenyum sambil melirik kearah Leon.
"Heeee. Aku sedang membayangkan dia menjadi kuli bangunan." Kata Leon dalam hati dengan terkejut.
"Tentu saja aku tidak bisa mengangkat material-material ini sendirian, apa lagi untuk membangun castle sebesar ini Hahaha. Aku meminta bantuan seseorang untuk membangunnya" Kata Rachel sambil tertawa.
"Tidak bisa di bayangkan, kalau dia menjadi kuli bangunan". Kata leon dalam hati.
"Bisakah kau mengantarku ke kamar mandi.? Aku sudah 6 hari tidak mandi. hehe." Kata Leon dengan tersenyum malu.
"Hem, pantas saja bau tubuhmu menyengat Leon." Kata Rachel.
"Huh. Kau sendiri kenapa bisa tahan dengan bau ini.? apalagi kau memelukku berjam-jam." Kata Leon dengan kesal.
"Eeeeh. ituuu, kau jangan salah paham Leon." Kata Rachel dengan wajah memerah. "Hem" Suara Rachel yang memalingkan pandangannya sambil berjalan.
"Haaah." Suara Leon menghela nafas sambil mengikuti Rachel.
.....
Mereka berdua pun pergi ke lantai tertinggi di lantai 5 Castle Taman Surga. Dan di sepanjang jalan, Rachel selalu melirik kebelakang melihat Leon. Dan Leon terengah-engah karena perjalanan yang jauh.
__ADS_1
Mereka pun sampai didepan kamar.
"Disini kamarmu, jika kau butuh sesuatu, kau bisa pergi kemarku disebalah sana." Kata Rachel.
"Huh, huh. Kenapa Castle ini sangat luas sekali Rachel.? Aku hampir kehabisan tenaga berjalan kesini." Kata Leon sambil terengah-engah.
"Aku hanya ingin mengajakmu berkeliling Castle. hihi." Kata Rachel tersenyum. Sebenarnya dia ingin berjalan lebih lama bersama Leon.
"Kau harus membuat sesuatu untuk pergi ke tempat lainnya Rachel." Kata Leon dengan wajah yang sudah pucat.
"Sebenarnya aku sudah membuat sebuah portal di setiap lantainya." Kata Rachel dengan malu-malu.
"HAAAAAAA.?" Teriak Leon terkejut.
"Hee, kenapa Leon.?" Kata Rachel terkejut melihat wajah Leon semakin pucat.
"Aku akan mati disini karena kehabisan tenaga." Kata Leon sambil terjatuh kelantai.
"Leon, Leon." Kata Rachel dengan panik sambil menghampiri Leon.
...
Leon pun masuk kedalam kamarnya dan mandi. Lalu Rachel pergi ke dapur dan memasak makanan untuk Leon.
Beberapa menit kemudian, Leon datang ke dapur dan melihat Rachel yang sedang memasak dengan memakai pakaian yang sexy dan rambutnya juga di kuncir.
"Ah Leon, kau sudah selesai.? Kau terlihat semakin tampan dan gagah sekarang." Kata Rachel tersenyum.
"Tidak kusangka, dia memiliki tubuh seperti itu sekarang." Kata Leon dalam hati. Bahkan matanya tidak bisa berkedip melihat Rachel, sampai air liurnya keluar dengan sendirinya.
"Tahan dulu air liurmu itu, makananmu akan segera siap." kata Rachel. Padahal bukan itu yang sedang di pikirkan Leon.
.....
Beberapa menit kemudian.
"Waah, ini sepertinya enak sekali Rachel, ternyata kamu pintar memasak." Kata Leon yang memuji Rachel.
"Hem hem" Saut Rachel sambil tersenyum. Lalu Rachel pun duduk berhadapan dengan Leon.
"Bagaimana rasanya.?" Tanya Rachel dengan tersenyum.
"Ini, ini benar-benar sangat enak sekali Rachel. Bahkan dulu kau tidak bisa memasak." Kata Leon sambil makan.
"Hihi, Aku sudah belajar memasak bertahun-tahun, makanlah yang banyak, makanan disini masih banyak." Kata Rachel tersenyum.
"Ah, baiklah. terimakasih makananya." Kata Leon sambil makan. Dan Rachel melihat Leon dengan tersenyum bahagia.
"Rachel, kamu semakin cantik sekarang. Dan dadamu juga semakin besar, apalagi pantatmu." Kata Leon sambil makan.
"Eeeeh. itt, ituu. DIAMLAAH." Kata Rachel dengan wajah memerah sambil memukul kepala Leon.
"Itteeeeeh." Suara Leon kesakitan.
***
__ADS_1