Love Story In SMA

Love Story In SMA
BAB 10


__ADS_3

Pagi ini Aku berangkat ke sekolah dengan tergesa-gesa. Hari ini untuk pertama kalinya Aku terlambat bangun pagi. Semalam sepulang dari membantu di Stand Tante Dewi aku lanjut mengerjakan PR kemudian mempelajari berlembar-lembar bahan Presentasi yang Rayyan berikan kemarin. Jadilah aku baru bisa memejamkan mata saat dini hari tadi.


Dengan setengah berlari dan nafas yang memburu, Akhirnya aku bisa sampai di kelas bertepatan dengan bel tanda masuk berbunyi.


"Ampun deh nih anak,.. Gue pikir lo ga masuk, jam segini baru datang". Ucap Anis ketika melihatku baru datang kemudian duduk di sampingnya.


Kubuka tutup botol Air mineral yang memang sengaja kubawa dari rumah, kemudian ku tenggak isi air mineral itu hingga tandas lebih dari setengah isinya.


"Ah,... Segarnya,....".


Gumamku setelah merasa kembali segar setelah menenggak cukup banyak Air Mineral. Dahaga yang sedari tadi ku tahan akhirnya terpuaskan juga.


"Alya,.. Ihhhh,... Gue ngomong juga malah dicuekin" Gerutu Anis.

__ADS_1


"Sorry deh,... Haus banget gue". Jawabku sambil memasang wajah menyesal kearahnya.


"Gue pikir lo ga berangkat". Celoteh Anis yang masih mempermasalahkan hal yang sama.


"Gue bakal kena omel Rayyan kalo sampe ga masuk hari ini. Dan lagi,... ga ad sejarahnya gue bolos sekolah". Jawabku sambil membuka tas dan mengeluarkan beberapa peralatan sekolah.


"Ya kali aja Lo mau bikin sejarah baru gitu dalam hidup lo". Celoteh Anis yang sudah tak ku tanggapi lagi karena Guru yang mengajar di jam pertama sudah memasuki kelas.


Selama lebih dari 2 jam kelas kami membahas tentang tugas kimia, Masing-masing kelompok maju ke depan bergantian untuk mempresentasikan hasil tugas kelompok masing-masing. Begitu pula dengan Aku dan kelompokku yang juga maju ke depan kelas dan mempresentasikan hasil tugas kelompok kami, dan syukurlah hasil tugas kami mendapat Apresiasi yang bagus dari anggota kelompok lain dan tentunya dari Guru kimia yang memberi tugas tersebut.


"Makasih buat kerja samanya". Ucap seseorang yang tiba-tiba sudah berdiri didepan mejaku.


"Hem,.." jawabku tanpa memandang kearahnya. Setelah selesai membereskan semua buku, Aku pun berdiri dan hendak berjalan pergi keluar kelas tanpa menghiraukan Rayyan yang masih berdiri mematung didepan mejaku.

__ADS_1


"Sepatu Baru,...?" Ucap Rayyan yang membuatku menghentikan langkahku.


"Apa katanya,..? Sepatu baru....! dia lagi ngomong soal sepatu gue?" gumamku dalam hati. Karna memang Aku tengah memakai sepatu yang Vino beli semalam.


"Itu Sepatu baru kan?" Rayyan kembali mengulang pertanyaannya. Kali ini aku bisa mendengarnya dengan jelas.


"Ya Sepatu baru". jawabku yang kemudian menatap aneh kearahnya.


" Hemmmm,.. Terlihat bagus,... Dan....... Murahan". Ucap Rayyan dengan nada santai namun seolah tengah mengejek.


"Ngapain nih Cowo,. Dia lagi muji apalagi ngeledek gue sih" lagi-lagi aku hanya bisa bergumam dalam hati.


"Gue ga perduli meskipun Sepatu ini kelihatan murahan bagi Lo". Jawabku sambil menatap nyalang pada Rayyan.

__ADS_1


tak ingin berdebat lebih panjang dengannya. Aku pun memutuskan untuk segera pergi dari hadapannya sebelum Rayyan kembali memuntahkan kalimat yang mungkin bisa memancing emosiku.


Sepertinya Rayyan berencana untuk menjadi pembuat Onar hariku, sama seperti Vino.


__ADS_2