Love Story In SMA

Love Story In SMA
BAB 12


__ADS_3

Aku tengah berdiri seorang diri di Halte depan sekolah. Hujan besar disertai petir yang menggelegar seolah menjadi teman kesendirianku saat ini.


sudah lebih dari 30 menit Aku berdiri seorang diri menunggu Angkutan umum yang melintas, Namun hingga saat ini belum satu pun Angkutan Umun yang terlihat, bahkan jalanan terlihat sepi dan lenggang dari kendaraan yang melintas meski sesekali ada beberapa motor dan mobil yang melintas dengan kecepatan tinggi menembus derasnya hujan.


Aku hanya bisa menghela kasar nafasku saat melirik arloji yang melingkar di lenganku. Sudah hampir maghrib dan aku masih terjebak hujan di Halte ini seorang diri.


Andai saja ponselku tidak kehabisan baterai mungkin aku bisa mengorder ojek online sedari tadi hingga tak perlu terjebak disini.


Hujan turun semakin deras membuat pakaian seragam yang kupakai menjadi basah kuyup karena terkena percikan air hujan. Jika sudah begini, aku hanya bisa memeluk erat tas sekolahku untuk mengurangi dinginnya tubuh sambil terus berharap hujan segera reda dan Angkutan umum yang sedari ku tunggu segera datang.


"Ibu pasti Khawatir sekarang" Gumamku sambil memandang kearah jalanan yang tampak lenggang.

__ADS_1


"Andai Ayah tidak bekerja di luar kota pasti Ayah sudah menjemput ku dari tadi". Gumamku lagi sambil terus mengeratkan pelukan pada tas sekolahku yang mulai basah.


Lamunanku buyar ketika melihat sebuah Mobil sport hitam berhenti tak jauh dari tempatku berdiri. Seorang pemuda yang memakai hoodie dan tudung kepala turun dari mobil tersebut dan berlari menuju kearah ku.


"Ayo pulang!" Ucap pemuda yang kini tengah berdiri di hadapanku, pemuda tersebut kemudian membuka tudung kepalanya menampilkan wajah yang sangat ku kenal.


"Vino,...." Ucapku yang cukup terkejut saat mengetahui jika pemuda itu adalah Vino Mahardika.


Belum sempat aku mengatakan sesuatu, Vino lebih dulu membuka payung yang sedari tadi di pegangnya kemudian menarik tanganku untuk ikut berpayung bersamanya. Vino terus menarik tanganku hingga aku terpaksa mengimbangi langkah panjangnya menuju ke Mobil. Dan ketika sampai di mobil, Vino segera membuka pintu mobil itu dan mendorong lembut tubuhku untuk masuk kedalam mobil sebelum aku sempat melayangkan kalimat penolakan.


Mobil yang Vino kendarai dengan ku sebagai penumpang tambahan melesat menembus derasnya hujan yang belum juga reda. Rasa canggung di dalam mobil semakin terasa karna tak ada satupun dari kami yang membuka suara. Kami hanya saling diam sibuk dengan pikiran masing-masing, meskipun begitu Aku sedikit lega karena setidaknya aku tak lagi berada di Halte seorang diri meski aku harus tetap waspada walau dengan Vino sekalipun.

__ADS_1


"Handphone Lo kehabisan baterai atau paket kuota?" Tanya Vino yang akhirnya memecah kesunyian didalam mobil.


"Kehabisan Baterai" Jawabku singkat tanpa menoleh kearahnya yang tentunya tengah Fokus menyetir.


"Cewe Ceroboh!" Ucap Vino dengan intonasi tinggi membuatku menatap kearahnya.


"Apa?!" Tanyanya sarkas sembari menatap sekilas ke arahku.


Aku yang tadinya hendak mendebatnya memilih untuk diam. ucapan Vino memang benar, Aku memang ceroboh, harusnya aku mengecek baterai ponselku sebelum berangkat sekolah pagi tadi. Setidaknya jika baterai ponselku penuh Aku bisa mengorder Ojek online dan tidak perlu sampai terjebak dalam situasi seperti tadi.


Kami kembali saling terdiam sampai akhirnya mobil yang Vino kendarai sampai di Gang dekat rumahku.

__ADS_1


"Makasih buat tumpangannya". Ucapku sebelum menutup pintu mobil sport itu. Vino hanya mengangguk tanpa menjawab ucapan Terima kasihku. Setelah Aku menutup pintu mobil, mobil yang Vino kendarai kembali melaju membelah jalanan menerobos hujan yang sudah sedikit mereda dan meninggalkan sedikit kesan tersendiri dalam ruang hatiku.


__ADS_2