Love Story In SMA

Love Story In SMA
BAB 19


__ADS_3

Pagi hari di Hari Minggu yang cerah.


Minggu pagi ini seperti biasanya selalu ku gunakan untuk mencuci baju dan mengganti seprai tak lupa mencuci sepasang sepatu juga agar esok pagi bisa kembali di gunakan dalam keadaan bersih.


Setelah lelah mencuci dan membereskan kamar, Aku pergi ke dapur untuk membantu Ibu memasak. Karena biasanya jika ada Ayah di rumah, Ibu selalu masak lebih banyak dari hari biasanya.


"Sudah selesai mencucinya?" Tanya Ibu ketika Aku sampai di dapur dan membantu memotong sayuran.


"Beres donk Bu,.." Jawabku sambil mengacungkan jempol.


"Oia,.Anin kemana bu?" Tanyaku yang sejak pagi tidak melihat Anin berkeliaran di rumah.


"Ikut Ayah ke rumah Tante Dewi.... Ibu sengaja menyuruh Ayah main ke rumah Tante Dewi, supaya bisa ngobrol sama Om Ridwan." Ucap Ibu sambil menggerus bahan membuat sambal di cobek.


"Sepagi ini?" Tanyaku yang sedikit merasa Aneh. karena sepertinya ini masih terlalu pagi untuk bertamu.


"Hem,.. Ibu perhatikan dari semalam Ayah kelihatan murung dan banyak melamun,.. Jadi Ibu sengaja menyuruh Ayah main lebih pagi supaya ngga melamun terus." Jelas ibu.


Aku dan Ibu melanjutkan obrolan-obrolan hal lainnya. Kami mengobrol di selingi canda dan tawa, hal inilah yang membuatku selalu merindukan hari libur.


"Oia,.. Nak Rayyan itu beneran temen sekolah Kaka.?" Tanya Ibu yang sepertinya teringat tentang Rayyan.

__ADS_1


"Temen sekelas,.. Tapi anaknya aneh gitu Bu,." Jawabku.


belum sempat Ibu kembali mengajukan pertanyaan suara ketukan Pintu mengalihkan obrolan kami.


"Coba Kaka buka pintunya,. Mungkin Ayah dan Anin pulang." Ucap Ibu yang langsung Aku patuhi.


Berjalan menuju pintu depan dan membukanya menyangka jika Ayah dan Anin yang datang. Namun ketika pintu ku buka, Aku dibuat terkejut ternyata seseorang yang tadi Aku dan Ibu obrolkan tengah berdiri di depan pintu.


"Rayyan,....! Elo ngapain Ke sini?" Tanyaku sambil menatap wajahnya penuh tanda tanya.


"Mau ketemu kamulah,... Apalagi!" Jawabnya sambil tersenyum.


Aku kembali bertanya karena merasa heran. Bukankah kelompok kami sudah selesai.? Tentunya tak ada lagi sesuatu yang harus dibahas dengannya.


"Boleh gue masuk?" Ucapnya yang justru mengalihkan pertanyaanku.


Karena merasa tak enak, Aku pun mempersilahkan Rayyan untuk masuk dan duduk di ruang tamu.


"Ada perlu apa lagi?" Tanyaku to the point.


"Cuma mau ketemu kamu aja." Jawabnya sambil tersenyum. Ia meletakkan 2 paper bag besar yang dibawanya ke atas meja.

__ADS_1


"Buat kamu,.. Aku bikin sendiri di rumah." Ucapnya dengan tersenyum. Melihat itu aku semakin merasa heran.


"NIh cowo satu kenapa sih pagi-pagi udah bikin gue badmood." Gumamku dalam hati.


"Kemaren kamu pergi sama Vino?" Tanya Rayyan tiba-tiba. nada bicaranya terdengar serius berbeda dengan tadi yang terdengar lebih santai.


"Iya,.." Jawabku santai. Namun Rayyan tampak tak suka dengan jawabanku. Wajahnya berubah menjadi datar.


"Lho Nak Rayyan rupanya,.. Tadi Ibu pikir Ayah dan Anin yang datang." Ucap Ibu yang tiba-tiba datang. Melihat kehadiran Ibu,. Rayyan segera mendekat pada Ibu dan memberi salam dengan sopan.


"Kak,.. Bikinin Teh hangat buat Nak Rayyan." Ucap Ibu.


Baru saja aku berdiri dan hendak berjalan ke dapur. kudengar suara Ayah dan Anin memberi salam. Dan benar saja Ayah dan Anin tampak berdiri di depan pintu.


"Ayah sudah pulang,.." Sapa Ibu.


Namun bukannya menjawab sapaan Ibu, justru Ayah terlihat melongo ketika melihat kehadiran Rayyan di rumah.


"Lho Nak Rayyan,... Kenapa bisa ada disini?" Tanya Ayah yang terlihat benar-benar terkejut.


(Sebenarnya ada apa sih sama Ayah?)

__ADS_1


__ADS_2