Love Story In SMA

Love Story In SMA
BAB 13


__ADS_3

Pukul 8 pagi aku baru terbangun. Semalam aku merasa tidak enak badan sehingga tidak bisa tidur dan baru tertidur saat menjelang pagi.


hari ini untuk pertama kalinya Aku absen bersekolah. Ibu yang mengkhawatirkan kondisi ku memintaku untuk beristirahat di rumah. Sepertinya Ibu benar-benar khawatir karena kemarin aku pulang terlambat dan dalam keadaan pakaian yang basah kuyup karena kehujanan.


Setelah mandi air hangat kemudian sarapan dan meminum obat yang sudah ibu siapkan, aku pun kembali ke dalam kamar untuk melanjutkan beristirahat. Hari ini aku benar-benar ingin menghabiskan waktu untuk beristirahat.


Baru saja masuk kedalam kamar dan hendak memejamkan mata, suara dering ponsel membuatku terpaksa kembali terjaga. Ku raih ponsel yang tergeletak di samping ku. Dahiku sedikit berkerut melihat deretan nomor dan foto profil yang terpampang di layar ponselku.


"Rayyan" Gumamku.


tak berniat mengangkat panggilan telepon dari Rayyan aku pun hanya mengabaikannya hingga ponselku berhenti berdering. Namun tidak sampai disitu, ponselku kembali berdering dengan menampilkan nomer dan foto profil yang sama. Rupanya RAyyan masih penasaran dan belum menyerah namun aku masih bersikeras untuk mengabaikannya, hingga ponselku terus berdering berulang kali, dan karena aku mulai kesal karena tak bisa memejamkan mata dengan tenang, aku pun menonaktifkan ponselku agar tak lagi berdering.

__ADS_1


Aku memang sengaja mengabaikan panggilan Rayyan bukan hanya karena merasa terganggu saat beristirahat, tapi juga karena masih merasa kesal dengan ucapan yang dilontarkan Rayyan kemarin. Aku tahu jika Rayyan terlahir dari keluarga kaya raya namun seharusnya ia tidak bersikap seperti kemarin, seolah ia tengah merendahkan ku.


*******


"Kakak...."


sayup-sayup kudengar suara teriakkan Anin memanggil namaku bersamaan dengan suara gedoran di pintu kamarku. Dengan terpaksa, Aku yang masih merasa mengantuk berjalan menuju pintu kamar untuk membukanya karena teriakkan Anin semakin keras dan gedoran di pintu kamar semakin kencang.


"Kenapa pintunya dikunci,..? Anin cape tau teriak-teriak bangunin kakak dari tadi". Sungut Anin yang mulai mengoceh.


"Iya deh Sorry,.." Jawabku sambil menguap yang tentunya membuat wajah Anin semakin kesal.

__ADS_1


"Ih Kakak ga sopan tau,...! Oia,.. Ada temen kakak tuh nungguin di depan" Ucap Anin yang kemudian ngeloyor pergi sambil terus menggerutu.


Dengan langkah gontai karna masih merasa mengantuk, aku pun berjalan menuju ruang tamu. Aku yakin pasti Anis lah yang datang berkunjung. Karena aku sempat memberi kabar pada Anis jika hari ini aku Absen bersekolah dan lagi pula hanya Anis lah satu-satunya sahabatku yang kerap berkunjung ke rumah saat libur sekolah.


"Kenapa ga langsung masuk ke kamar,....." seketika Ucapanku terhenti saat melihat seseorang yang tadinya ku kira Anis ternyata bukanlah Anis. Seorang pemuda tengah duduk diatas kursi kayu sambil kemudian menatap datar ke arahku.


"Rayyan" Ucapku yang tentunya merasa terkejut. Bagaimana mungkin pemuda yang panggilan teleponnya sengaja aku abaikan pagi tadi sekarang tengah duduk di rumahku.


"Lho Alya,.... Ya Ampun kenapa keluar pake baju kaya gitu! Ayo masuk dulu ganti bajumu baru kesini lagi" Ucap Ibu mengingatkanku. Aku baru tersadar jika kini aku hanya memakai tank top dan celana pendek yang memperlihatkan paha putih mulus ku. Dengan tergesa-gesa aku berlari kembali ke kamar untuk membersihkan diri dan berganti pakaian.


"Dasar bodoh,.. Kenapa gue ga tanya dulu sih tadi ke Anin!" Gumamku merutuki kebodohanku.

__ADS_1


__ADS_2