
Dengan terburu-buru di tambah dengan perasaan kesal yang tiba-tiba muncul entah karena apa. ku habiskan sendiri makanan yang Vino bawakan. Aku bahkan tak memberikan kesempatan pada Vino untuk ikut memakannya. Misiku adalah harus segera menghabiskan makanan ini agar bisa cepat terbebas dari Vino dan tentunya juga terbebas dari tatapan tajam seseorang yang tak hentinya memperhatikanku dengan tatapan tajamnya sedari tadi.
"Alya,. Lo bisa keselek kalo makan Lo buru-buru gini." Ucap Vino sembari menyodorkan segelas air padaku yang memang hampir tersedak.
Dengan cepat ku raih gelas berisi air yang Vino sodorkan, lalu ku tenggak habis isi gelas tersebut hingga tak bersisa.
"Sudah selesai." Ucapku setelah selesai menghabiskan segelas air dalam sekali tegak .
"Tadi Lo bilang ga laper,. Taunya Lo abisin sendiri Makanan sama Minumannya." Ucap Vino yang kemudian terkekeh.
Tak ingin menggubris ucapan VIno. Aku pun segera berdiri dan kemudian merogoh saku baju seragamku dan mengeluarkan selembar uang berwarna hijau yang sejak pagi bertengger setia di saku seragamku.
"Nih uang buat bayarnya." Ucapku seraya meletakkan selembar uang diatas meja.
"Bawa lagi uang Lo,. udah gue bayar lunas juga tadi." Ucap VIno santai.
__ADS_1
Namun Ucapan Vino tidak membuatku mengambil kembali uang tersebut. Ku pikir Aku sendiri yang sudah menghabiskan makanan dan minuman tadi. Jadi sudah sepatutnya jika Aku yang harus membayarnya, apalagi sejak awal VIno sendiri yang bilang untuk minta mentraktirnya. Bukankah itu artinya Aku yang harus membayarnya.
"Kalo gitu, Lo aja yang ambil uangnya!.. lagian makanan tadi, gue juga yang habisin semuanya." Ucapku yang kemudian segera pergi. Sungguh aku sudah tak ingin berlama-lama lagi menanggapi semua ocehan Vino.
Ku langkahkan kaki ku dengan cepat menuju kembali ke kelas bersamaan dengan bel tanda masuk yang berbunyi nyaring.
"Kenapa Non,.. Muka Lo di tekuk gitu." Sapa Anis ketika melihatku datang dengan wajah yang terlihat menahan kesal.
"Gue lagi kesel." Jawabku singkat.
"Jangan-jangan kalian jodoh lagi. Kata orang kan gitu,... Dari benci terus jadi Cinta deh..." Ucap Anis yang kemudian tertawa lebar dan sedetik kemudian merapatkan kembali mulutnya karena melihatku menatapnya dengan tatapan kesal.
"Iya deh Sorry." Ucap Anis lagi.
Anis tidak tahu saja jika aku sedang menahan kekesalan yang entah penyebabnya karena apa. Mungkinkah karena hari ini Aku sudah menghabiskan jumlah uang lebih banyak dari biasnya saat di kantin tadi, atau mungkin karena hal lain yang membuatku benar-benar merasa kesal.
__ADS_1
Aku benar-benar memfokuskan pikiranku pada pelajaran untuk mengalihkan rasa kesal yang sejak tadi tak kunjung reda dari pikiran maupun perasaanku. Hingga akhirnya bel tanda pulang berbunyi. Membuat gaduh seisi kelas.
Dengan gerakan cepat, ku bereskan semua peralatan belajarku kemudian ku masukan semuanya ke dalam tas. Dan setelah semuanya selesai, Aku bergegas segera keluar dari kelas tepat setelah Pak Guru terlebih dahulu keluar dari kelas. Aku bahkan tak berpamitan dulu pada Anis.
Berjalan menyusuri jalanan dengan cuaca panas memang cukup menguras energi. Tapi mau bagaimana lagi. Aku harus menghemat pengeluaran hari ini dengan cara berjalan kaki dan tidak menggunakan angkutan umum sebagai ganti karena aku sudah menghabiskan cukup banyak uang di kantin tadi. Dan semua itu karena ulah si pembuat Onar.
Aku terus bergegas berjalan di bawah teriknya sinar matahari hingga tak sadar jika sebuah motor besar berhenti tepat di hadapanku ketika Aku berhenti berjalan karena hendak menyebrang di sebuah lampu merah.
"Ayo naik." Ucap Pengendara Motor yang memakai helm yang berhenti tepat di hadapanku.
Namun Aku yang memang tak berniat menggubrisnya, hendak kembali melangkahkan kaki untuk menyebrang. Namun tiba-tiba pengendara motor tersebut menarik lenganku dengan kencang hingga menghentikan langkahku.
"Ayo naik." Ucapnya lagi.
Sebenarnya Aku tau persis siapa pengendara motor yang wajahnya tertutup helm tersebut. Namun entah mengapa rasa kesal di dalam hatiku yang belum juga hilang membuatku merasa malas untuk kembali berurusan dengannya.
__ADS_1