Love Story In SMA

Love Story In SMA
BAB 5


__ADS_3

Sesaat setelah bel panjang berbunyi, semua siswa-siswi penghuni kelasku berlomba untuk segera pergi meninggalkan kelas, tak terkecuali sahabatku Anis yang juga tampak terburu-buru untuk pulang. Padahal biasanya Anis akan menungguku berkemas kemudian kami berjalan bersama hingga gerbang depan . Namun hari ini aku berada sendirian di dalam kelas.


Ku lirik jam tangan sederhana yang melingkar di lenganku, rupanya sudah lebih dari 10 menit Aku berdiam sendiri di dalam kelas. Sebenarnya Aku sengaja melakukan ini, berharap seseorang yang katanya menungguku di gerbang depan sudah lebih dulu pergi karna terlalu lama menungguku.... (hehehe) mungkin ini menjadi strategi terakhirku untuk tidak berpartisipasi dalam kerja kelompok itu.


Dengan langkah santai, Aku beranjak dari kelas kemudian berjalan menyusuri koridor sekolah yang tampak sepi hingga akhirnya aku sampai di gerbang depan. Dan betapa terkejutnya Aku ketika melihat Mantan ketua OSIS yang kini menjabat sebagai Ketua Kelas sekaligus Ketua kelompokku tengah berdiri disamping sebuah motor sport sembari menyilangkan tangannya di dada, matanya tampak tengah menatap tajam ke arahku, membuat nyaliku sedikit menciut.


"Kita sudah cukup terlambat". Ucap Rayyan sambil berjalan mendekat ke arahku sambil menenteng sebuah helm.


"Gue......."

__ADS_1


belum sempat aku melanjutkan ucapanku, RAyyan lebih dahulu memakaikan helm di kepalaku.


"Kita berangkat sekarang". Ucapnya setelah selesai memakaikan helm di kepalaku.


"Gue ada keperluan lain". ucapku yang akhirnya bisa melanjutkan kalimat yang sebelumnya ingin ku ucapkan tadi.


"Aku ga perduli,.. Sebelumnya kamu sudah mengatakan IYA bukan,..?" ucapnya dengan nada yang terdengar tegas. membuatku terdiam dan nyaliku kembali menciut. Padahal biasanya Aku tak mudah lemah seperti ini didepan orang lain.


Dan dengan berat hati, Aku pun terpaksa menuruti ucapannya. Aku menaiki motor sport yang Rayyan kendarai. Sebenarnya aku ingin kembali mengatakan kalimat penolakan, tapi sepertinya hanya akan sia-sia saja,. Karna itu Aku putuskan untuk menurutinya kali ini.

__ADS_1


YA..YA...YA,.. Harusnya dari awal aku tahu jika pada akhirnya akan berakhir seperti ini.


selama di perjalanan kami hanya saling terdiam, Namun sebenarnya aku merasa merasa kurang nyaman berkendara seperti ini,. Mungkin karna ini kali pertamaku menaiki motor sport besar seperti ini. Beruntung Aku memakai celana legging panjang, sehingga bisa menutupi kakiku, karna rok sekolah yang aku pakai sedikit tersingkap keatas. Dan untungnya lagi, Rayyan mengemudikan motornya dengan kecepatan yang tidak terlalu tinggi, sehingga aku tidak terlalu khawatir akan terjatuh atau terjengkang kebelakang karna tak berpegangan.


Setelah 15 menit berkendara, akhirnya kami sampai di sebuah kafe.


setelah turun dari motor dan melepas helm, aku hanya diam berdiri sambil mengamati suasana sekitar. Kafe bergaya kekinian Khas Anak muda jaman sekarang, mungkin itulah tema yang diusung oleh pemilik kafe di hadapanku ini. Kafe yang terlihat ramai dikunjungi para remaja seusiaku, terlihat


Dari banyaknya remaja seusiaku yang lalu lalang memasuki kafe tersebut.

__ADS_1


"Kita masuk sekarang,.. yang lain sudah menunggu di dalam". Ucap Rayyan yang kemudian berjalan di depanku, dan dengan langkah gontai aku pun terpaksa berjalan mengekor dibelakangnya.


"Ya Tuhan,.. Semoga makanan atau minuman disini harganya tidak terlalu mahal,.. kasihan uang saku bulananku yang sudah menipis ini". Doaku dalam hati.


__ADS_2