Love Story In SMA

Love Story In SMA
BAB 17


__ADS_3

"Vino Lo mau bawa gue kemana?" Tanya ku setengah berteriak.


Namun pertanyaanku tak digubris oleh Vino. Ia tetap melajukan motor besar yang kami tumpangi dengan kecepatan tinggi. Membuatku semakin merasa takut.


Mungkin sudah lebih dari satu jam Vino membawaku berkendara dengan motor sport miliknya ini. Aku terpaksa harus menuruti permintaannya kali ini karena Vino terus saja mengungkit tentang hutang budiku tempo lalu yang harus ku bayar lunas hari ini juga.


Awalnya kupikir Vino hanya akan mengantarku pulang dengan motor miliknya. Tapi ternyata aku salah besar, karena Vino malah membawaku berkendara hingga jauh dari rumah bahkan tak tahu ia akan membawaku kemana.


"Pegangan yang kenceng" Ucap VIno setengah berteriak.


baru saja aku ingin melayangkan kalimat protes. tangan kiri Vino meraih tangan kiriku kemudian menempatkan tanganku ke perutnya, ia juga kemudian melakukan hal yang sama pada tangan kananku . Sehingga kini kedua tanganku memeluk tubuhnya. merasa tak benar, aku pun mencoba melepas kedua tanganku dari tubuh Vino, Namun tangan VIno justru semakin mengeratkan pegangan pada tanganku agar tanganku tetap memeluknya.

__ADS_1


"Vino!" Teriakku tepat di telinganya.


"Pegangan yang kenceng Al,." Ucap VIno dan benar saja tiba-tiba tubuhku terdorong ke belakang karena jalanan yang kami lalui sangat menanjak membuatku benar-benar harus berpegangan erat memeluk VIno agar tidak terjungkal ke belakang. Posisi tersebut terus berlangsung hingga akhirnya kami sampai di atas sebuah bukit.


"Lo udah gila Vin,...!" Ucapku ketika turun dari motornya. kali ini aku benar-benar di buat frustasi dengan tingkah di luar nalarnya. Bagaimana mungkin VIno mengajakku mendaki sebuah bukit dengan menaiki motornya dengan tanjakan yang begitu membuatku bahkan tak mampu melihat ke arah depan karena saking takutnya.


"Gue masih terlalu waras buat Lo anggap gila." Ucap VIno yang masih terlihat santai menanggapi ocehan sarkas ku.


"Coba Lo liat ke sekitar Lo" Ucap VIno sambil mengedarkan pandangannya kearah sekitar kami. Aku pun mengikuti ucapan VIno. Ku edarkan pandanganku ke sekitar kami. Dan,.. Aku baru sadar, jika pemandangan di sini begitu indah.


Di kelilingi oleh hijaunya pepohonan. Udara yang terasa sejuk, ketenangan yang benar-benar membuat suasana hati yang seketika berubah menjadi tenang dan merasa damai. Di tambah lagi dengan pemandangan indah yang tentunya hanya bisa di lihat ketika berada di atas bukit. Membuatku seolah berada di dimensi lain.

__ADS_1


"Nikmatin semuanya Al,.." Ucap Vino yang membuatku akhirnya kembali tersadar.


"Gue,..."


"Nikmatin Al,.. Mungkin dengan begini Lo bisa bikin jernih otak Lo yang butek itu." Ucap VIno yang langsung mendapat tatapan tak suka dariku.


"Gue rasa otak Lo yang udah butek sampe punya pikiran buat culik gue kesini." Ucapku yang tidak terima dengan ucapan VIno.


Vino hanya terdiam tidak berusaha membalas ucapanku. Ia justru melayangkan tatapan tajam yang berbeda sambil melangkahkan kakinya untuk semakin mendekat kearah ku, membuatku takut hingga berusaha untuk mundur agar kami tetap memiliki jarak.


"Kenapa,...? Lo takut?" Tanya Vino sambil terkekeh. Kali ini ia menghentikan langkah kakinya karena sudah berdiri tepat di hadapanku. Jarak berdiri kami yang begitu dekat membuatku bisa dengan jelas menatap wajahnya meski harus mendongak karena perbedaan tinggi tubuh kami yang mencolok.

__ADS_1


"Ma,.. Mau apa Lo?" Ucapku dengan tergagap. Sungguh aku merasa takut kali ini. berada di tempat asing dan hanya ada kami berdua disini. Membuat otak ku berkelana kemana-mana.


__ADS_2