Love Story In SMA

Love Story In SMA
BAB 22


__ADS_3

Bergegas kembali ke kelas adalah cara yang paling benar daripada harus terus meladeni Ocehan Vino yang membuat kepalaku semakin terasa pusing.


"Alya,.. Lama banget sih ke Toiletnya?" Ucap Anis yang sepertinya sudah selesai menyalin LKS milikku.


"Antri." Jawabku sekenanya.


Aku tidak mungkin bercerita jika tadi aku sempat melihat Rayyan berjalan berdua dengan seorang gadis. Bisa-bisa Anis jadi semakin tertarik dan bertanya panjang lebar padaku.


Waktu terus berlalu hingga tak terasa jam istirahat pun tiba.


tak ingin membuang waktu, Aku segera bergegas pergi ke Perpustakaan, tempat ternyaman bagiku untuk menyendiri.


"Tempat ini memang yang terbaik" Gumamku sambil memandang deretan buku yang terpajang rapih di rak-rak yang tersedia.


Ku ambil sebuah buku dari rak tersebut dan membawanya untuk ku baca di tempat favoritku, yakni sudut paling belakang didalam ruang perpustakaan ini.


"Vino,...! Ya AMPUN,.. Lo lagi Lo lagi." Ucapku dengan menahan suaran agar tidak terlalu berisik.


"Kenapa?" Tanyanya santai.

__ADS_1


Tak ingin berdebat, aku pun memilih untuk duduk di tempat yang jauh dari Tempat Favoritku yang kini tengah di duduki oleh Vino.


Kubuka buku yang tadi ku pilih dan mulai membacanya dengan tenang. Namun ketenanganku tidak berlangsung lama. Karena tiba-tiba saja Vino duduk di kursi kosong yang berada tepat di sampingku.


"Lo ga laper?" Tanya Vino sambil menutup paksa buku yang tengah ku baca.


" Vino,..!" Ucapku dengan nada pelan namun bercampur emosi.


seandainya sedang tidak berada di perpustakaan, pastilah aku sudah berteriak sejak tadi karena merasa kesal dengan tingkah menyebalkannya.


"kenapa?" Tanyanya sambil menggeser kursi yang didudukinya hingga menjadi sangat dekat dengan kursi yang ku duduki.


Ku dorong bahu VIno agar tak terlalu dekat dengan tubuhku.


"Galak banget si Lo" Ucap VIno yang mungkin merasa kesal karena tubuhnya Aku dorong agar menjauh.


"Traktir gue makan di kantin." Ucap Vino sambil berbisik di telingaku.


tak ingin menggubris ucapan gilanya, Aku memilih untuk mengabaikannya dan kembali membuka buku dan membacanya.

__ADS_1


" Traktir gue makan, atau Lo mau gue bikin masalah disini supaya Lo ga dibolehin buat masuk ke sini lagi!" Bisik Vino lagi. Dan ucapannya kali ini benar-benar membuatku Emosi.


ku tatap wajah Vino dengan tatapan tajam penuh kekesalan. Cukup sudah kesabaranku. Entah ada apa sebenarnya dengan Vino sehingga hari ia begitu menyebalkan bahkan lebih menyebalkan dari hari biasanya.


Dan apa katanya. Dia minta di traktir makan? apa tidak salah? Bukankah uang sakunya tentu berlipat lipat daripada uang sakuku.


"Traktir gue makan.. Ok" Ucapnya lagi dengan alis mata yang bergerak gerak seolah tengah meledekku.


"OK " Jawabku menyanggupi permintaanya, karena sebuah ide melintas di kepalaku.


Setelah menyimpan kembali buku yang gagal ku baca, dengan tergesa aku berjalan menuju Kantin untuk memenuhi permintaan si pembuat Onar yang kini tengah berjalan santai mengekor tepat di belakangku.


"Pesen apa yang Lo mau,.." Ucapku ketika sudah berada di Kantin.


"Ok,. Oia Lo duduk di sini dulu. Awas jangan sampe kabur" Ucap VIno yang kemudian berlalu menuju meja tempat memesan makanan.


Aku yang tengah duduk seorang diri, mengedarkan pandangan ke arah sekitar. beberapa siswa maupun siswi terlihat duduk bergerombol sambil menikmati makanan mereka. Suasana kantin tidak begitu ramai. Karena mungkin sebagian besar siswa sudah selesai makan dan kembali ke kelas meski bel tanda masuk belum berbunyi.


Baru saja ingin mengalihkan pandangan kembali ke arah VIno yang tengah memesan makanan, tatapan Mataku bertubrukan dengan tatapan mata seseorang yang terlihat cukup menakutkan. menyadari hal itu Aku segera mengalihkan tatapanku kearah lain.

__ADS_1


" Ini makanannya. Sepiring berdua,...! gue rasa cukup buat kita makan." Ucap Vino yang tengah berdiri sambil membawa sepiring nasi goreng dan segelas air putih.


__ADS_2