Love Story In SMA

Love Story In SMA
BAB 6


__ADS_3

Sambil berjalan mengekori Rayyan, Aku kembali mengamati suasana yang ada di dalam kafe. Awalnya kupikir kafe ini berukuran kecil, Namun ternyata kafe ini terbilang berukuran besar. Karna memiliki area pengunjung indoor maupun outdoor sekaligus.


Aku masih setia berjalan mengekor dibelakang Rayyan, Entah ia akan membawaku kebagian mana kafe ini. Namun yang pasti aku mulai sedikit risih melihat pandangan pengunjung kafe kearah kami. Sebenarnya sejak mulai masuk kafe ini. Kulihat banyak pengunjung kafe menatap kearah kami. AH,.. Mungkin lebih tepatnya kearah Rayyan,.. Ya tidak heran memang. Mungkin mereka terpesona melihat sosok Rayyan yang memang hampir mendekati sempurna. Bagaimana tidak,. memiliki postur tubuh yang tinggi dan tegap, wajah yang terlihat tampan mirip oppa-oppa dari Negeri Ginseng, Dan ditunjang dengan kulit yang putih dan sebening kaca. Tunggu,... Aku tidak sedang memujinya kan,..?


Setelah kehilangan fokus untuk beberapa saat,. Aku pun kembali memfokuskan diri berjalan mengekori Rayyan hingga Akhirnya kami sampai di ruangan terbuka yang letaknya berada di belakang kafe.


Terlihat sebuah Gazebo berukuran lumayan besar dengan 3 orang yang ku kenal tengah duduk menunggu kehadiran kami.


Nina, Raisa dan Nathan. Aku mengenal ketiganya, karena memang kami berada di kelas yang sama bahkan kali ini berada di kelompok tugas yang sama.

__ADS_1


"Sorry kita terlambat,.. Dan kita bisa mulai diskusi tugasnya sekarang". Ucap Rayyan.


Kami berlima pun larut dalam diskusi tugas. Kami saling memberi ide, menanggapi komentar dan juga saran dari setiap anggota, membagi tugas berdasarkan kesepakatan bersama, hingga akhirnya tugas kamipun selesai dikerjakan.


jujur,. Saat diskusi tadi, Aku sempat kagum dengan cara penyampaian Rayyan dalam memberikan ide, bahkan menanggapi komentar dan saran dari anggota diskusi lain. Sikap Rayyan begitu tenang dan teliti, juga sangat mengayomi di setiap pembahasan kami.


Ini pertama kalinya Aku mengerjakan tugas berkelompok tidak seorang diri. Dan Aku bersyukur bisa berbaur bersama anggota kelompokku, dan mereka juga begitu antusias mendengar dan menanggapi semua yang ku sampaikan. Kupikir,.. memang tak ada salahnya sesekali berbaur dengan teman-teman yang lain. Dan sepertinya Aku harus sedikit merubah pola berpikirku dalam hal interaksi sosial.


Selesai berdiskusi dan mengerjakan tugas, beberapa orang karyawan kafe datang dengan membawa berbagai jenis makanan dan minuman. Mereka menyajikan semua itu tepat di hadapan kami, seolah memang semua makanan dan minuman itu ditujukkan untuk kami. Tapi tunggu,. Bukankah Aku belum memesan apapun semenjak datang tadi?.

__ADS_1


"Sudah waktunya untuk makan siang." ucap Rayyan sambil menutup laptop yang sejak tadi menjadi fokusnya.


"Akhirnya makan juga kita." Celoteh Nathan dengan wajah berbinar melihat banyaknya makanan dihadapan kami.


"Alya,. Kita cuci tangan dulu yu." ajak Nina yang kemudian berdiri disusul Raisa yang juga ikut berdiri.


"Sekalian temenin ke Toilet,.." Ucap Raisa menatap ke Arahku. Aku sedikit terkejut. Ku pikir mereka hanya akan merasa akrab saat mengerjakan tugas saja, tapi ternyata, mereka bahkan mengajak ku ikut bersama mereka.


Aku pun mengikuti ajakan Nina dan Raisa mencuci tangan dan mampir ke Toilet. kami bertiga berjalan bersama sambil mengobrol ringan, ternyata Nina dan Raisa sangat ramah dan pandai bercanda. Dan sepertinya sikap insecure ku tidak muncul kali ini.

__ADS_1


__ADS_2