
"Alya,..." Lo apaan sih,..! Kira-kira donk kalo mangap!" Ucap Anis sambil menepuk bahuku dengan kencang.
"Iya deh sorry" Jawabku yang baru sadar jika aku menguap terlalu lebar.
"Lo Ngantuk?" Tanya Anis yang kemudian ku jawab dengan anggukan kepala.
Aku memang mengantuk, bahkan sangat mengantuk. Bagaimana tidak. Semalaman aku tidak bisa tidur, bahkan untuk memejamkan mata sejenak pun tak bisa aku lakukan. Terlalu banyak yang aku pikirkan membuat kedua bola mataku ini betah memelototi langit-langit kamar semalaman.
"Sial gara-gara mikirin tuh Cowo Aneh semaleman, bikin gue ngantuk sekarang." Gerutuku lirih karena tak ingin sampai Anis mendengar umpatan kekesalanku.
Bagaimana aku bisa memejamkan mata semalam, jika pikiranku tengah bercabang kemana-mana. apalagi jika kembali teringat dengan bibir Rayyan yang sempat menempel beberapa detik di bibir milikku. Ugh,.. Rasanya Aku ingin mengumpat kata-kata mutiara di hadapannya hingga puas. Seenaknya saja ia mencuri first kiss milikku.
"Alya,.. Woyyyyy,..." Anis kembali berteriak di telingaku kembali menyadarkan ku dari lamunan kekesalanku.
"Apaan sih,... Gue belum budeg Anis!" Ucapku kesal.
__ADS_1
"Lo emang belum budeg, tapi hampir budeg. Lagian dari tadi ngelamun mulu."
"NIh Lks gue. udah sono lo salin, gue mau ke Toilet sebentar." Ucapku yang kemudian berdiri dan berjalan keluar kelas menuju Toilet untuk mencuci muka agar bisa lebih segar.
Setelah membasuh wajah hingga terasa lebih segar, aku pun kembali berjalan menuju kelas, Namun di perjalanan Aku tak sengaja melihat Rayyan tengah berjalan berdua dengan seorang gadis yang memakai seragam berbeda dari sekolah kami. Dan sepertinya gadis itu adalah gadis yang sama yang pernah kulihat saat pertandingan basket tempo hari.
Jika di perhatikan, keduanya tampak begitu dekat hingga bisa tertawa bersama saat berjalan beriringan. Dan baru ku sadari jika sejak Upacara selesai Rayyan belum masuk kedalam kelas. Mungkinkah sejak tadi mereka asyik berduaan hingga Rayyan lupa untuk masuk kedalam kelas?
Tak ingin kembali memikirkan banyak hal yang bisa membuat mood ku kembali berantakan . Ku putuskan untuk mempercepat langkah kaki agar bisa lebih cepat kembali kedalam kelas. Rasanya aku muak jika terus melihat pemandangan memuakkan itu.
Waktu terus berlalu hingga akhirnya bel istirahat berbunyi. Semua siswa berhamburan keluar dari kelas menuju tujuan mereka masing-masing. Begitu pula denganku yang ikut berhamburan keluar kelas menuju perpustakaan.
__ADS_1
"Woy Lampir,...."
Suara VIno terdengar jelas dari arah belakang. Tak ingin meladeni tingkah anehnya kali ini, aku bergegas mempercepat langkah kakiku berharap bisa segera menjauh dari Vino.
"Ampun nih cewe satu,.. seneng banget bikin gue ngejar-ngejar kaya gini." Ucap VIno yang tiba-tiba sudah berjalan tepat di sampingku. membuatku menghentikan langkah kakiku dan menatap kearahnya.
"Vino Lo tadi di belakang gue kan? Kenapa sekarang jadi ada di samping gue?" Tanyaku penuh emosi dan tentunya dengan nafas memburu. bagaimana tidak emosi padahal aku merasa sudah berjalan cepat bahkan hampir berlari untuk menjauh darinya tapi Vino dengan cepat sudah bisa berada di sampingku.
__ADS_1
"Ngejar Langkah Lo mah soal gampang buat gue,.. Yang susah itu ngejar hati Lo." Ucap Vino sambil tersenyum yang entah mengapa terlihat menyebalkan bagiku.