LOVE STORY PAPARAZZI

LOVE STORY PAPARAZZI
Belajar Memasak.


__ADS_3

Di sebuah rumah mewah terlihat Lisa sedang sibuk memperhatikan arahan Bi Konem. Salah satu asisten rumah tangga di tempat Abi. Sayangnya Bi Konem tidak ikut tidur di rumah Abi, ia memilih tinggal dirumahnya sendiri karena ada suami dan anak yang menunggunya di rumah.


"Kamu beneran nggak bisa masak Lis" tanya wanita itu.


"Nggak Bi, Ibuku hanya menyuruhku belajar. Ia tidak mengijinkanku untuk membantu memasak di dapur" kata Lisa dengan nada lemas.


"Semua sayur dan ikan untuk menu siang hari, sudah selesai Bibi masak. Ingat baik-baik cara menghidupkan kompor dan juga cara bibi memasak tadi. Semua ikan, daging dan ayam yang ada di kulkas sudah Bibi bumbui, jadi kau tinggal memasaknya saja tanpa memberikan bumbu lagi. Ingat, tidak perlu ditambahkan bumbu maupun garam. Kau tinggal menggoreng atau menumidnya saja sesuai permintaan Tuan."


Bi Konem berulangkali mengingatkan, ia tidak ingin Lisa membuat kesalahan di tahap awal kerja. Ia tidak ingin Lisa berakhir dengan di pecat oleh Bosnya itu.


Karena Bi Konem sudah membantu Lisa memasak, jadi giliran Lisa membantu Bi Konem. Lisa membersihkan furniture dan interior rumah, sementara bibi mengepel semua lantai yang ada dirumah itu.


Di sela-sela pekerjaannya Lisa sering bertanya tentang Abi. Tapi bibi Konem enggan berbicara tentang majikannya. Bi Konem adalah tipe wanita yang tidak suka membicarakan orang lain. Ia hanya fokus bekerja dan sama sekali tidak tertarik dengan kehidupan pribadi majikannya.


Alhasil Lisa tidak mendapatkan info apapun. Tapi karena membantu Bi Konem bersih-bersih ia jadi diuntungkan. Lisa bisa secara diam-diam menyembunyikan kamera di setiap ruang lantai satu. Sedangkan untuk lantai dua dan tiga, Lisa belum mendapatkan kesempatan itu.


"Ingat sebelum tuan pulang, kau siapkan peralatan mandinya. Dan tanyakan apa tuan ingin makan malam atau tidak ketika ia datang nanti. Jika beliau ingin makan, kau bisa menggorengkan ikan yang sudah aku bumbui di kulkas. Untuk lalapannya dan sambalnya sudah bibi siapkan di kulkas. Jangan lupa hangatkan sambalnya jika tuan ingin makan," jelas Bibi Konem, Lisa mendengarkan secara seksama.


"Sudah sore, bibi mau pulang dulu. Kamu hati-hati dirumah, jangan bukakan pintu untuk sembarang orang" titah Bibi, di angguki oleh Lisa


*******


Diperjalanan menuju pulang Abi merasa mobilnya diikuti seseorang, Abi mengamati pergerakan mobil yang jaraknya tak jauh dibelakangnya. Abi melajukan kendaraannya melewati jalan besar agar ia bisa lebih leluasa bermanuver. Ia berhasil mengecoh mobil yang mengikutinya dan lolos dari intaian mobil orang tak dikenal olehnya.


Siapa mereka? Mengapa mobil hitam itu mengikutiku? Batin Abi.


"Sepertinya aku harus berhati-hati mulai sekarang" gumam Abi lirih.


Sesampainya di rumah, Abi langsung menaiki tangga menuju lantai dua. Lisa yang mengetahui bosnya telah datang, mengikutinya dari belakang.

__ADS_1


"Tuan apa anda ingin makan malam? Tuan!" Abi menghiraukan Lisa ia terus berjalan menuju kamarnya. Ia bahkan menutup pintu kamarnya di depan batang hidung Lisa.


"Astaghfirullah" ucap Lisa terkejut.


"Ah, terserahlah" ucap Lisa akhirnya, ia kembali ke lantai satu.


Hari ini adalah hari yang melelahkan buat Abi, ia ingin segera membersihkan tubuhnya dan berendam untuk menghilangkan penat. Ia bahkan menghiraukan Lisa yang berulang kali bertanya padanya.


Lisa memilih menunggu Abi, diruang tengah. Hampir satu jam waktu telah berlalu, tapi Abi belum turun juga. Lisa mondar-mandir di ruang tengah.


"Bodo amat dah, samperin aja" gumam Lisa naik kelantai dua.


Tok tok tok!!


"Tuan..., Tuan Abi, apa anda ingin makan malam? Tuan..." Sembari mengetok pintu Lisa terus memanggil tuannya, tapi tak ada satupun jawaban dari dalam.


Tak ada jawaban, Lisa mencoba membuka pintu. Ternyata pintu tak terkunci.


Lisa membuka pintu sedikit, memasukkan kepalanya dan menoleh kanan,kiri. Pandangannya mengitari seisi ruangan tapi Abi tak tampak batang hidungnya. Akhirnya ia memutuskan memasuki ruangan itu.


Kamar dengan dominan warna hitam putih mendominasi ruangan yang bergaya minimalis itu. Aroma maskulin menyeruak masuk kepenciuman Lisa.


"Kesempatan," ucap Lisa lirih. Ia mengeluarkan kamera mini dari saku bajunya. Memfoto setiap sudut kamar Abi, ia lalu menempel kamera kecil itu di bawah tempat tidur Abi.


Ia beruntung kamar itu tidak dilengkapi CCTV, jika tidak pasti gerak-geriknya akan terlihat saat ini. Lisa memilih menempelkan di bawah tempat tidur karena ia tidak ingin menangkap gambar yang tidak pantas. Ia cukup puas dengan mendengarkan rekaman suara saja.


"Tuan Abi...! Tuan..." Panggil Lisa berulang kali. Lisa berjalan menuju ke depan pintu kamar mandi dan mengetuk pintu itu


Tok tok tok

__ADS_1


"Tuan Abi..." Masih tak ada jawaban. Lisa mencoba membuka pintu kamar mandi itu perlahan.


"Astaghfirullah, Tuan" terlihat Abi yang sedang berendam dalam bathtub yang dipenuhi dengan busa. Seluruh tubuhnya terendam kecuali sedikit bagian wajahnya, satu tangan Abi menjuntai keluar bathtub.


"Tuan!! bangun Tuan..." Lisa memukul-mukul pipi bosnya itu. Ia jongkok tepat di sebelah bathtub.


"Tuan-tuan..." Panggilnya berulang kali.


"Ini pingsan atau mati sih" Lisa mengecek nafas dan nadi milik Abi.


"Hemmmm..." Gumam Abi sembari merenggangkan tubuhnya. Untung saja ia berendam dengan banyak busa, kalau tidak pasti aset berharganya sudah terlihat.


"Alhamdulillah masih hidup saya pikir mati' ucap Lisa lirih.


"Siapa yang mati?" Gumam Abi yang masih setengah sadar, ia mengambil posisi duduk. Matanya terasa berat untuk di buka, ia bahkan menguap tanda kantuknya yang masih belum juga reda.


"Akhirnya anda bangun juga Tuan" Lisa terlihat lega. Baru saja Lisa ingin bangun dari jongkoknya, tiba-tiba Abi juga melakukan hal yang sama. Abi berdiri, tanpa menyadari kondisi tubuhnya yang masih dalam kondisi bugil.


"Aaaahhhhh......." Teriak Lisa melihat kondisi Abi terpampang jelas di hadapannya. Ia menutupi wajahnya dengan kedua tangannya.


"Diam!! Kamu ngapain sih teriak, ada apa? Tanya Abi, ia masih belum sadar dengan kondisi tubuhnya.


Dengan ragu-ragu Lisa menurunkan satu tangannya dari wajahnya, ia menunjuk kebagian bawah tubuh Abi. Ia mengintip reaksi Abi, lalu berlari keluar sebelum bosnya itu mengusirnya.


Bruagh!! Lisa terjatuh menabrak pintu, bahkan kacamata Lisa terjatuh dan pecah.


Lisa yang berlari sembari menutup matanya tak menyadari posisi pintu di depannya. Lisa dengan cepat bangun kembali sembari mengusap keningnya yang terasa sakiti. Ia mengabaikan kacamatanya yang terjatuh, sekali lagi ia menoleh ke Abi. Abi memperhatikan kearah mana pandangan Lisa.


"Aaahhh....," Teriak Abi menyadari kondisi tubuhnya.

__ADS_1


__ADS_2