
"Siapa mereka?" Tanya Abi tanpa sadar. Ia bahkan terkejut pertanyaan itu bisa keluar dari bibirnya. Ia biasanya tidak pernah perduli dengan urusan orang lain, tapi kehadiran seorang wanita diantara mereka membuatnya penasaran.
"Oh ya perkenalkan ini adik saya Alisha dan satu lagi ini..."
"Daniel calon suami Alisha" ucap Daniel menyela pembicaraan Bintang. Daniel menjabat tangan Abimanyu, Ia bahkan menutupi pandangan Abi yang menatap Lisa. Ia tidak suka dengan cara Abi menatap Lisa.
"Abimanyu," Abi menyambut jabat tangan Daniel.
"Aaww, sakit sayang" ucap Daniel pada Lisa, saat Lisa mencubit pinggangnya. Abi mengalihkan pandangannya dari menatap kedua orang itu.
"Apaan sih kak!" Lisa makin kesal Daniel memanggilnya sayang
"Pak Bintang, bisa saya minta waktu anda sebentar, ada yang ingin saya bicarakan" Abi kembali berbicara dengan Bintang. Mengabaikan dua orang yang terlihat seperti sepasang kekasih yang tak terpisahkan.
Tubuh Lisa sebenarnya semenjak tadi terasa kaku sulit bergerak, ia bahkan masih bergelayut manja di lengan Daniel. Ia takut ketahuan identitasnya oleh Abi.
"Kepalaku pusing Kak, antar aku ke kamar ya" ucap Lisa sembari menunduk, ia kembali menyembunyikan wajahnya di lengan Daniel.
"Bintang, aku antarr Lisa ke kamarr duluan ya!" Ujar Daniel pada bintang. Bintang tersenyum dan mengangguk. Abi hanya bisa menatap aneh Lisa yang terus menyembunyikan sebagian wajahnya di lengan Daniel.
Daniel dan Lisa berjalan menuju ke arah Lift untuk menuju kamarnya, sedangkan Abi dan Bintang berjalan keluar parkiran menuju lobi utama.
Tanpa mereka sadari tak jauh dari mereka sebuah mobil melaju kencang, lebih tepatnya mobil itu menuju ke arah Bintang dan Abimanyu.
Kedua orang tersebut terpaku, bahkan Bintang merasa sulit bergerak. Sekian detik lagi mobil yang melaju itu akan menghantam mereka. Tapi Abimanyu dengan sekuat tenaga mendorong bintang menjauh.
Bruaaakkk!!
Tabrakan tak terelakan lagi mobil itu menghantam Abi hingga ia terlempar jauh. Tubuhnya terbanting dilantai aspal, darah mengucur deras dari kepala hingga bagian tubuh lainnya.
__ADS_1
Bintang yang terselamatkan berkat dorongan Abimanyu segera berlari menuju Kearah Abimanyu, ia berteriak histeris meminta pertolongan. Bintang tak terluka parah, ia hanya mengalami luka lecet disikutnya akibat terjatuh karena dorongan Abi.
Lisa dan Daniel yang masih belum jauh, berlari kembali kearah parkiran. Mereka terkejut mendengar suara hantaman, diikuti dengan teriakan Bintang.
Mobil yang berhasil melukai Abimanyu, melewati mereka. Daniel mencoba mengejarnya tapi gagal. Mencoba melirik ke arah plat nomor kendaraan, Daniel menghapal nomor kendaraan itu.
"Hentikan mobil itu" Daniel meneriaki satpam yang berjaga diluar, satpam yang terkejut mencoba menghalangi mobil itu dengan menutup jalan keluar parkir menggunakan pagar pembatas
Bruakkk!!
Mobil itu berhasil lolos lari keluar parkiran, ia menabrak pagar pembatas area parkir. Satpam dan beberapa orang yang mencoba menghentikan gagal, karena pengemudi itu tak segan-segan menabrak siapapun yang menghalangi. Ia mengemudikan mobil itu dengan gila-gilaan.
Sementara itu Lisa berlari dengan cepat menuju ke arah Abi dan Bintang. Langkah kakinya terhenti, ketika genangan darah di lantai mengenai sepatunya. Bintang melepas bajunya dan menggunakannya untuk menghentikan darah yang mengalir di bagian kepala Abi. Sementara satu tangannya yang lain sibuk menghubungi ambulans rumah sakit terdekat.
"Abi!" Terdengar lirih suara Lisa memanggil nama Abi. Badan Lisa gemetaran, bahkan ia menangis melihat kondisi bosnya yang sangat memprihatinkan. Langkahnya terasa berat, kakinya berasa lemas. Ia terjatuh tepat di samping kakaknya dan menangis memanggil nama bosnya itu.
"Kau mengenalnya?" Tanya Bintang. Lisa yang tak sanggup bicara hanya mengangguk lemah.
Daniel tidak mengerti dengan tindakan Lisa, tapi ia berpikir untuk bertanya nanti. Ia bisa melihat kepanikan Lisa dan kepeduliannya terhadap Abi.
Sesampainya dirumah sakit, Abi langsung dilarikan ke UGD. Lisa dan Bintang menemani Abi. Sementara Daniel langsung pergi ke kantor polisi untuk memberi keterangan.
"Tenanglah, dia akan baik-baik saja" Bintang mencoba menenangkan Lisa yang menangisi kondisi Abi.
"Iya Kak, dia pasti baik-baik saja" sahut Lisa yakin. Ia ingin membangun keyakinan itu, bahwa Abi baik-baik saja dan akan selamat.
Setelah setengah jam pemeriksaan, Dokter menginformasikan untuk mengoperasi pasien secepatnya. Dokter menemui Bintang dan Lisa untuk memberitahu kondisi pasien sebenarnya.
"Terdapat gumpalan darah pada otak pasien dan pasien juga mengalami patah tulang kaki kanan dan lengan kanan. Kami harus segera melakukan operasi sekarang juga untuk menyelamatkan korban" jelas Dokter panjang lebar.
__ADS_1
"Tolong segera lakukan operasinya dokter, untuk biaya dan masalah lainnya saya yang akan menanggungnya" ucap Bintang, ia merasa berhutang nyawa pada Abi.
"Kami membutuhkan tandatangan keluarga pasien, untuk melaksanakan operasi segera" ucap Dokter.
"Saya akan menghubungi keluarga pasien segera" sahut Lisa tanpa pikir panjang. Yang terpenting sekarang adalah keselamatan Abi, ia tidak memperdulikan hal lainnya.
"Selamat malam Bu, ini saya Lisa" ucap Lisa dengan suara parau, ia menahan tangisnya.
"Ya Allah, Lisa kamu kemana aja. Cepat balik sini nak, Kamu bisa kembali kerja disini lagi" ucap mama Rita terdengar senang.
"Bu! I-bu Bi-sa tolong ke ru-mah sakit seka-rang juga?" Ucap Lisa sesenggukan berusaha menahan tangisnya.
"Ada apa Lisa apa kamu sakit? suaramu juga seperti orang menangis. Ada apa nak?" Tanya Mama Rita lagi.
"Ibu tolong ke rumah sakit Graha Husada sekarang juga, di ruang unit gawat darurat, tolong secepatnya Bu ini penting" ucap Lisa akhirnya. Ia tidak tega untuk mengatakan kondisi Abi melalui telpon, ia takut wanita itu akan pingsan tiba-tiba jika mengetahui kondisi putra satu-satunya itu.
"Baik tunggu Ibu ya, ibu akan secepatnya sampai" jawab mama Rita menutup panggilan telponnya.
"Kau harus menjelaskan hubunganmu dengan Abi, padaku!" Ujar Bintang pada Lisa. Ia masih belum tau hubungan Lisa dengan Abi.
"Iya Lisa akan jelas nanti, sekarang kakak harus ngobatin tangan kakak yang terluka dulu" ujar Lisa, ia memanggil seorang suster untuk merawat luka Bintang.
Sementara Daniel saat ini, memberi keterangan kepada kepolisian tentang kasus tabrak lari itu.
Tak lama mama Rita datang ke UGD, ia bingung karena tidak mendapati Lisa yang ia kenal disana.
"Bu!" Tiba-tiba seorang gadis cantik yang memiliki suara dan body mirip dengan Lisa menghampirinya. Ia mengerutkan keningnya memperhatikan Lisa dengan seksama.
"Kamu..."
__ADS_1
TBC.