
Langkah Abi terhenti ketika Lisa berjalan menuju keluar hotel, ia melihat Lisa disambut petugas keamanan yang memberikan ia sebuah kunci mobil mewah. Mobil itu bahkan sudah di bawakan sampai kedepan pintu utama hotel. Terlihat Lisa langsung pergi mengendarai mobil itu.
Abi membalikkan tubuhnya kembali menuju ke lift, ia ingin membersihkan tubuhnya, sebelum ia kembali menyelidiki keberadaan Lisa.
Sampai dikamarnya Abi mencoba menelpon Lisa, ternyata benar kata ibunya jika nomor telepon Lisa tidak aktif. Abi berencana melaporkan hilangnya Lisa pada kepolisian, tapi ia baru bisa melakukan semua itu setelah Lisa Hilang 2x24 jam.
Mengendarai mobil mewah, Lisa menyupir dengan santai hingga tiba di bandara.
"Kak Bintang, Kak Bintang!!" Teriak Lisa memanggil nama kakaknya. Pria yang ia panggil itu tersenyum dan menghampiri sang adik. Lisa memeluk sang kakak.
Pletak! Sentilan menghampiri jidat Lisa.
"Apaan sih kak, sakiitt!!" Teriak Lisa. Ia melepaskan pelukannya.
"Itu hukumanmu, karena selalu membuat kami khawatir" ujar Bintang. Lisa mengerucutkan bibirnya kesal.
"Ayo Kak" ajak Lisa sembari merangkul lengan kakaknya.
"Tunggu sebentar" ucap bintang mencegah langkah Lisa.
"Ada apa Kak, apa ada yang ketinggalan?" Tanya Lisa bingung.
"ALi sayang, apa kabarrr" sebuah sapaan terdengar akrab di telinga Lisa. Siapa lagi kalau bukan Daniel sahabat setia sang kakak. Pria bule indo Jerman yang memiliki suara huruf r bertagar.
Menghampiri Lisa dan ingin memeluknya, tapi Lisa menyembunyikan dirinya di belakang bintang dengan memeluk pinggang Bintang.
"Ali, kau tak merrindukanku" ucap Daniel manja, sembari merentangkan kedua tangannya.
"Alisha atau Lisa!! bukan Ali. Jangan suka motong nama orang seenaknya deh kak Daniel" ucap Lisa kesal.
"Ali, Lisa, Alisha sama saja! tapi Ali itu panggilan kesayanganku untukmu" jawab Daniel. Ia menarik Lisa yang sembunyi di belakang kakaknya lalu memeluk Lisa paksa, mengabaikan Lisa yang protes karena perlakuan Daniel.
__ADS_1
"Oh my baby girl, I Miss u so much" Daniel memeluk Lisa dengan erat, Ia bahkan menggoyangkan tubuh Lisa ke kanan dan kiri berulangkali.
"Daniel, hentikan" ucap Bintang, melihat adiknya yang memasang wajah jutek karena perlakuan Daniel. Daniel tertawa lalu melepaskan pelukannya dan mengacak rambut Lisa.
"Kakak ngapain sih ngajak Kak Daniel kesini" ucap Lisa kesal. Ia merapikan rambutnya yang berantakan karena perlakuan Daniel.
"Dia kangen sama kamu katanya" ucap Bintang datar.
"Kangen bikin kesal Lisa maksud Kakak!" Ucap Lisa asal, Bintang tersenyum mendengar ucapan sang adik. Sementara itu Daniel tak perduli dengan ucapan Lisa. Ia menggandeng tangan Lisa paksa menuju ke parkiran.
Di dalam mobil pun keusilan Daniel belum berhenti, ia tiba-tiba menarik salah satu sepatu Lisa hingga terlepas dari kakinya.
"Kak Daniel balikin nggak sepatu Lisa" teriak Lisa kesal.
"Nggak!" Jawab Daniel singkat.
"Balikin!!" Teriak Lisa mencoba mengambil sepatunya, tapi Daniel menaruh di bawah kakinya hingga Lisa kesulitan untuk mengambilnya.
Daniel duduk di depan bersama dengan Bintang yang mengendarai mobilnya. Sementara Lisa duduk di kursi belakang.
"Ogah" jawab Lisa kesal, ia mengalihkan pandangannya. Daniel tertawa senang, Bintang hanya bisa menggelengkan kepalanya.
Sahabatnya itu memang sudah menyukai adiknya sejak lama, tapi yang tidak di mengerti Bintang adalah Daniel paling senang membuat adiknya kesal, bahkan tak jarang ia mengusili Lisa sampai membuat Lisa menangis.
"Kak, suruh Kak Daniel balikin sepatuku" pinta Lisa pada Bintang.
"Daniel, kau mendengarnya bukan" ucap Bintang datar.
"Entahlah, aku tak mendengarnya begitu jelas" jawab Daniel cuek.
"Kak Daniel, balikin sepatu Lisa. Lihat tuh kita sudah mau sampai. Cepet balikin Kak, nanti Lisa jalannya gimana kalau sepatu Lisa cuma ada sebelah aja" protes Lisa
__ADS_1
"Kau tak memerrlukan sepatu ini untuk berrjalan, aku bisa menggendongmu kemanapun kau mau Ali" ujar Daniel membuat Lisa makin kesal.
"Tau ah!!" Kesal Lisa.
Akhirnya mobil mereka sampai juga di parkiran, Bintang keluar lebih dulu dari mobil. Ia mengabaikan pertengkaran sahabat dan adiknya yang berebut sepatu di dalam mobil.
Di lantai bawah khusus parkiran hotel. Langkah Bintang di hentikan Abimanyu, ia baru berjalan beberapa langkah tak jauh dari mobilnya yang ia parkir.
Pada saat Abi berjalan di parkiran menuju ke mobilnya, tak sengaja ia melihat Bintang turun dari mobil. Abi yang mengenal bintang sebagai putra dari Surya sang pemilik hotel.
Mengetahui anak pemilik hotel ada di depannya, Abi tak ingin menyia-nyiakan kesempatan itu, ia segera datang menghampiri Bintang.
"Selamat malam Pak Bintang" sapa Abi.
"Malam...., Pak Abimanyu" sapa Bintang sedikit terkejut. Tumben sekali pria satu ini menghampiri dan menyapanya.
"Kak Daniel, kembalikan sepatu Lisa" suara cempreng Lisa terdengar dari dalam mobil. Suara yang juga terasa tak asing di telinga Abi.
Abi sedikit terkejut hingga ia mengalihkan pandangannya ke arah mobil. Seorang pria bule turun dari pintu depan mobil dengan satu sepatu wanita ditangannya, Ia tertawa mengejek Lisa.
"Ambil sini kalau bisa" ejek Daniel.
"Kembalikan!" Teriak Lisa lag, Ia turun dari pintu samping penumpang dengan satu kakinya yang tidak memakai sepatu, Abi terkejut sebentar menatap Lisa. Hingga ia menyadari jika itu adalah mobil yang sama, yang dibawa oleh wanita itu pada saat ia melihatnya di lobi.
"Daniel!" Panggil Bintang. Daniel yang melihat Abi sedang memperhatikan Lisa, akhirnya menghentikan keusilannya. Ia menghampiru Lisa dan mbantu Lisa mengenakan sepatunya.
Pemandangan itu tak luput dari Abi, ia diam-diam memperhatikannya, sedangkan Lisa belum menyadari kehadiran Abi karena ia tengah fokus pada Daniel.
"Maaf mereka memang suka ribut tiap kali bertemu" ucap Bintang.
Lisa mengalihkan pandangannya kearah Kakaknya ketika mendengar namanya disebut. Ia terkejut, bahkan nyaris terjatuh ketika melihat Abi berbicara dengan Kakaknya. Untung Daniel segera memegangi tubuhnya.
__ADS_1
"Kau tidak apa-apa" tanya Daniel khawatir, Lisa menggelengkan kepalanya. Ia menyembunyikan wajahnya di lengan Daniel.
TBC.