LOVE STORY PAPARAZZI

LOVE STORY PAPARAZZI
Target Baru


__ADS_3

Alisha telah sampai di depan kantor majalah redaksi tempat ia bekerja. Terkejut mendapati banyaknya penggemar Reza yang mengepung kantornya membuat Alisha memundurkan langkahnya. Ia berlari kearah taman di samping kantornya, mengeluarkan masker dan topi dari tasnya untuk ia kenakan.


"Reza, sialan!! Awas saja kau" umpat Alisha lirih. Alisha mengintip di sela-sela tanaman, menatap heran penggemar Reza yang membawa berbagai poster protes akan hubungannya dengan Reza. Tidak hanya itu, disitu juga terdapat banyak wartawan hiburan pemburu berita.


Keadaan tidak kondusif di depan kantor, membuat Lisa memilih jalan memutar ke belakang untuk memasuki gedung kantornya.


"Berhenti!!" Seorang satpam menghentikan Lisa yang ingin memasuki pintu belakang.


"Saya Pak" ucap Lisa lirih sembari membuka sebagian masker yang menutupi wajahnya.


"Neng Lisa! Cepat masuk Neng, Ibu sudah nunggu daritadi" satpam itu menoleh ke kanan dan kiri lalu menarik Lisa untuk segera masuk ke dalam kantor.


****


Di dalam kantor majalah gosip, tampak pimpinan Redaksi tak sabar menunggu kedatangan Alisha.


Tok tok tok


"Masuk."


"Selamat siang Bu Cinta" sapa Alisha tersenyum kikuk pada Bosnya. Bu Cinta tak menjawab sapaan Alisha, wanita cantik berusia 30 tahun itu malah menatapnya tajam.


"Aku menyuruhmu untuk menyelidiki berita perselingkuhan Reza, tapi kenapa malah berita percintaanmu yang viral. Apa sebenarnya hubunganmu dengannya."


"Saya nggak ada hubungan apa-apa sama Reza Bu bos, serius, beneran deh. Itu saya di jebak Bu."


"Apapun alasanmu, kejadian saat ini, nggak akan memrubah keadaan yang sudah terjadi. Kau tau seberapa marahnya Kakakmu!! Dia tidak hanya menerorku, bahkan Kakakmu Bintang mengancam akan menghancurkan perusahaanku. Kau taukan seberapa gilanya kakakmu itu jika menyangkut dirimu."


Pimpinan redaksi majalah gosip tempat Alisha bekerja adalah keponakan dari ibunya, atau sepupu Alisha. Itu sebabnya ia mengetahui identitas Alisha.


"Dengar!! jika kau terus membuat skandal seperti ini, maka cepat atau lambat identitasmu pasti terbongkar. Dan kau taukan itu artinya apa?"


"Tolong saya dong Bu, saya nggak mau sampai dkirim ke luar negeri dan kehilangan pekerjaan ini" ucap Alisha memohon.


Ayah Alisha tidak pernah merestui Alisha bekerja di bidang jurnalistik, ia ingin anak-anaknya menggeluti dunia bisnis. Sifat keras kepala Alisha, membuat Ayahnya mengalah dengan satu syarat, Alisha akan dikirim ke luar negeri untuk belajar ilmu bisnis dan memimpin perusahaan milik ayahnya disana, jika sampai ia membuat masalah atau identitasnya terbongkar.


"Untuk sementara kau harus menyingkir dari kota ini, sampai berita gosip itu mereda. Pergilah ke kota B, dengan identitas yang berbeda, Aku ingin kau menyelidiki seorang pengusaha yang lagi naik daun di kota itu. Cari berita tentang dia sebanyak mungkin, kesehariannya, percintaannya dan sepak terjangnya di dunia bisnis, gali sebanyak kau bisa."


"Memangnya siapa Pengusaha itu Bu?" Tanya Alisha penasaran. Jiwa kepo jurnalisnya sudah mulai meronta-ronta.


"Abimanyu Prasetyo!" Ucap Bu Cinta.


"Apa?? Tapi pengusaha itu kan..."

__ADS_1


"Kenapa? Kamu takut?


"Tidak! Kenapa harus takut? Baiklah, saya terima. Saya akan pergi ke kota itu dan mencari tahu semua tentangnya.


"Kali ini aku tidak ingin kau menyelidiki dengan cara yang biasa. Kau harus bisa mendekatinya, menjadi orang kepercayaannya atau kalau perlu jadi pembantunya, atau apa saja yang penting kau bisa dekat dengannya dan mengetahui kesehariannya."


"Hah, kenapa harus sampai seperti itu. Saya bisa menyelidikinya secara diam-diam seperti biasanya. Dan saya janji hasilnya akan memuaskan" ucap Alisha meyakinkan.


"Tidak, yang aku inginkan bukan berita biasa. Anggap saja ini sebagai hukuman mu. Kau tinggal pilih, ke luar negeri mengikuti kemauan Ayahmu atau mengikuti perintahku" ucap Bu Cinta terdengar tegas.


Alisha terdiam sejenak, ia memikirkan kata-kata pimpinannya. Menjadi orang kepercayaan pasti sulit, tapi kalau jadi pembantu...., Tidak-tidak! Aku bahkan tidak pernah melakukan pekerjaan rumah tangga, tapi dibandingkan keluar negeri dan mengurus bisnis keluarga...."


"Bagaimana keputusanmu?" Tanya Bu Cinta membuyarkan lamunannya.


"Baiklah saya terima" ucap Alisha tak bersemangat, sepertinya ia tak punya pilihan lain.


"Berangkat ke kota B malam ini juga, tiket pesawat dan hotel menginap untuk semalam sudah diurus semua sama Gea. Kau cari saja Gea."


"Be-berangkat malam ini?!" Ucap Lisa terkejut.


"Iya, malam ini."


"Tapi Bu, saya belum bersiap-siap. Dan..."


"Terimakasih Bu, saya permisi" pamit Alisha, ia berjalan dengan gontai tanpa semangat sama sekali. Seolah sebagian nyawanya masih melayang di udara.


*****


Di tempat yang berbeda terlihat seorang pria tampan dengan body tinggi besar, hidung mancung, kulit kuning Langsat, bibir sedikit tebal dan rahang yang tegas, sedang turun dari sebuah pesawat. Di temani beberapa asisten dan bodyguardnya, ia keluar dari bandara. Kehebohan seketika tercipta, begitu pria itu melewati kerumunan wanita yang sepertinya sengaja menunggu kedatangannya.


"Siapa yang membocorkan kedatanganku" ucap pria itu dengan nada dingin.


"Maaf atas ketidaknyamanannya Tuan, saya akan menyelidiki siapa pelakunya" ucap pria itu tegang dengan buliran keringat menetes di dahinya. Pria itu merupakan kepala bodyguard, yang sudah lama bekerja dengannya.


"Isal!! Pecat dia," ucapnya tanpa basa-basi memberi perintah pada asistennya Isal. Sedangkan kepala bodyguard terkejut, ia menoleh pada sang asisten seolah sedang memohon bantuan.


"Maaf Tuan, Tapi dia adalah pegawai yang sudah lama bekerja dengan anda. Dia adalah pegawai yang jujur, tolong pertimbangkan lagi Tuan."


Pria itu berhenti sejenak dan menoleh kearah asistennya yang berbicara tadi, dan menatapnya tajam. Tumben sekali asistennya ini membantah perintahnya, pikirnya.


"Bagaimana kalau memindahkannya ke perusahaan luar kota saja tuan, dia bisa jadi satpam disana" ucap asistennya lagi, mencoba bernegosiasi.


"Terserah kau saja" ucapnya acuh, ia kembali berjalan dan mengabaikan teriakan penggemar wanita yang sedang menunggu kedatangannya.

__ADS_1


"Aaahhhh Abimanyu......, Calon suamiku...., Idolaku.....Abiiii!!!" Berbagai macam teriakan dilontarkan para wanita itu pada sang idola.


Dari bandara mobil Abimanyu melaju langsung menuju kantor. Pria itu seolah tidak merasa letih sama sekali, padahal dia baru saja menyelesaikan bisnisnya di luar negeri.


"Perintahkan semua kepala bagian ke ruang rapat sekarang juga" Abimanyu memberikan perintah pada asistennya.


Seketika terjadi kehebohan dikantor itu, kantor yang tadinya tenang tiba-tiba menjadi panik. Pasti bos besarnya itu menginginkan laporan perkembangan dari setiap Kabag, selama ia tinggalkan di luar negeri.


Dua Minggu ini kantor terlihat damai dan tenang, tanpa tekanan dari bos besar karena sang bos besar sedang melakukan perjalanan bisnis di luar negeri.


Setelah melakukan pertemuan yang menegangkan selama dua jam, akhirnya para karyawan bisa bernapas lega ketika bosnya meninggalkan ruangan rapat.


"Kembali ke hotel sekarang juga" perintah Abimanyu.


"Tapi Tuan, Ibu anda sedang menunggu kedatangan anda di rumah."


"Masih banyak Dokumen yang harus aku periksa" ucapnya, Abimanyu memang pria workaholic.


"Tapi...., Baik Tuan" Isal yang tadinya ingin mengatakan sesuatu, menghentikan ucapannya begitu melihat tatapan bosnya yang seolah berkata turuti perintahku.


Kedatangan Abimanyu ke hotel bersamaan dengan kedatangan Alisha. Alisha yang berjalan sembari membalas pesan chat di handphone miliknya, tak memperhatikan jalan sama sekali hingga menabrak Abimanyu.


Bukk!! Alisha menabrak Abimanyu, Lisa yang kehilangan keseimbangannya mencoba berpegangan pada Abimanyu, tapi pria itu menghindar dan berakhir dengan Alisha yang terjatuh nyungsep dilantai.


Brakk!! Tas yang di bawa alisha ikut terjatuh.


" Kau buta ya!!! Teriak Alisha sembari menahan sakit, padahal kejadian itu terjadi karena kesalahannya sendiri.


Abimanyu membersihkan bajunya yang tak sengaja bersentuhan dengan Alisha, lalu ia pergi begitu saja tanpa membantu Alisha bangun.


"Hai pria brengsek, Tunggu!!" Teriak Alisha, ia bangun dari jatuhnya lalu mengejar Abimanyu.


"Tunggu!!" Teriak Alisha lagi, Alisha menarik tangan Abi, lalu Abi dengan terpaksa menghentikan langkahnya dan menoleh kesal pada Alisha.


"Ya Tuhan,...." Ucap Alisha terkejut, Ia menutup mulutnya. Lisa menarik syal yang melingkar di lehernya, ia gunakan untuk menutupi sebagian wajahnya.


"Ma-maaf Tuan, maaf...., Si-silahkan jalan Tu-tuan...." Ucap Alisha tergagap, ia menjadi salah tingkah begitu mengetahui sang targetlah yang berada di hadapannya.


"Idiot!!" Umpat Abimanyu kesal, ia lalu pergi mengabaikan Alisha yang menatap bengong dirinya.


"Ya Tuhan, dia tidak melihat wajahku kan? dia tidak mengenaliku kan? Dasar ceroboh kau Lisha, bagaimana jika ia sampai mengenalimu? Lalu bagaimana caranya kau bisa mendekatinya? Aaaahhhh...!!!!." Lisha mengacak rambutnya frustasi.


Lisha tidak menyadari, Abimanyu melirik kearahnya. Abi memperhatikan tingkah konyolnya yang berbicara sendiri.

__ADS_1


TBC.


__ADS_2