LOVE STORY PAPARAZZI

LOVE STORY PAPARAZZI
Mencari Lisa.


__ADS_3

"Mama kecewa banget kali ini sama kamu Abi, tega kamu mecat Lisa dan ngusir Lisa dari rumah ini. Padahal Lisa sudah memohon padamu, berkali-kali" ucap Mama Rita kecewa. Ia bahkan mengeluarkan air matanya. Mama Rita mendapatkan semua informasi dari Bi Konem.


"Kamu tau kan Bi, Lisa adalah keponakan Bi Darmi, Mama banyak berhutang budi sama Bi Darmi. Dan kamu dengan seenaknya memecat Lisa. Apa yang harus mama katakan nanti pada saat Bi Darmi kembali. Mau taruh dimana muka mama ini Abi" Mama Rita tak bisa lagi menahan tangisnya. Ia kasihan pada Lisa dan juga merasa malu pada Bi Darmi.


"Mama tadi telpon Bi Darmi, dan Mama tanya tentang Lisa. Dan ternyata Lisa sampai sekarang belum tiba di kampungnya. Perjalanan dari rumah kita ke kampung Bi Darmi hanya memerlukan waktu tiga jam. Tapi ini sudah enam jam lebih tapi Lisa belum juga sampai. Kamu tau ini artinya apakan Abi" jelas Mama terlihat kecewa. Wanita yang telah memasuki kepala lima itu masih saja menangis kepergian Lisa.


Mama Rita lahir dari keluarga kurang mampu, hingga akhirnya ia berjodoh dengan Papa Abi yang merupakan anak orang kaya. Hal inilah yang membuat Mama Rita tidak pernah memandang rendah orang tak punya. Ia justru gampang merasa iba dan tak tega dengan kehidupan mereka.


"Maafin Abi Ma, sebenarnya Abi juga mau memberikan kesempatan pada Lisa. Tapi tadi pagi Abi terlambat bangun dan harus pergi ke kantor, jadi Abi lupa bicara dengan Lisa" jelas Abi.


"Gimana ini Abi, bagaimana jika terjadi sesuatu sama Lisa. Apa yang harus mama katakan sama Bi Darmi, Abi" masih saja mengkhawatirkan Lisa, mama Rita belum juga berhenti menangis.


"Mama sudah coba telpon Lisa? Siapa tau Lisa pergi ke rumah saudara atau kenalannya yang ada disini' ucap Abi menenangkan Ibunya.


"Sudah, tapi nomornya nggak aktif. Kata Bi Darmi, Lisa nggak punya saudara atau kenalan dikota ini. Tolong cari Lisa, Abi" Mama Rita masih saja menangis, padahal ia baru mengenal Lisa dua hari tapi ia sudah sangat peduli pada Lisa.


Kepedulian Mama Lisa lebih dikarenakan Bi Darmi, ia takut Bi Darmi kecewa padanya karena menyia-nyiakan keponakannya. Padahal suami Bi Darmi pernah mendonorkan ginjalnya untuk almarhum suaminya, sehingga suaminya bisa bertahan hidup sepuluh tahun tanpa cuci darah setelah menerima donor itu. Walaupun akhirnya suaminya harus meninggal karena kecelakaan tunggal.


"Berhentilah menangis ma, Abi akan mencari Lisa" ucap Abi. Ia tidak tahu apa yang harus ia ucapkan untuk menghibur Ibunya itu. Mungkin mencari Lisa adalah solusi satu-satunya yang akan melegakan ibunya, sekalipun Abi tak yakin bisa menemukan keberadaan Lisa.


Abi menelpon beberapa anak buahnya untuk mencari keberadaan Lisa, ia mengambil gambar Lisa dari CCTV rumahnya. Ternyata mencari keberadaan Lisa tak mudah, ia sudah menelusuri semua terminal dan stasiun. Ia bahkan mengecek CCTV disana tapi kehadiran Lisa tak tampak.


Setelah lama berfikir akhirnya Abi mencoba menelusuri CCTV dari daerah kompleks rumahnya. Ia melihat Lisa yang berjalan kaki keluar komplek, lalu menaiki sebuah taxi. Abi mencatat nomor kendaraan tersebut dan mendatangi perusahaan taxi itu.


Dibantu anak buahnya akhirnya Abi bisa bertemu dengan supir taxi yang mengantar Lisa.

__ADS_1


"Sekitar jam 11.30 di komplek perumahan x, penumpang wanita dan ini fotonya. Ke arah mana ya Pak tujuannya?" Tanya Abi to the point.


"Maaf Bapak ini siapanya wanita ini?" Tanya supir itu, ia tak ingin memberi informasi sembarangan sekalipun pria di depannya ini berpenampilan seperti seorang Bos.


"Saya majikannya Pak," jawab Abi.


"Tadi, nona ini minta berhenti di Hotel Surya yang ada di jalan Sudirman Pak" jawab supir itu akhirnya.


"Hotel Surya! Bapak yakin" tanya Abi tak percaya.


Hotel Surya adalah hotel bintang Lima yang menawarkan kemewahan dan kenyamanan bagi penggunanya. Hotel dengan biaya sewa tertinggi di kota itu, dan tentu saja pemiliknya adalah Surya pesaing bisnisnya, yang tak lain adalah ayah kandung Lisa.


"Yakin Pak, saya lihat sendiri nona itu masuk ke dalam hotel," jawab sang supir yakin.


"Terimakasih Pak, ini untuk bapak" Abi menyelipkan tiga lembar uang merah yang membuat supir itu tersenyum sumringah.


Sampai di hotel tersebut Abi menemui sang manajer hotel untuk dapat akses melihat CCTV. Ia dipersilahkan untuk duduk diruang kantor sang manajer.


Abi memperkenalkan dirinya kepada sang manajer, mengetahui Abi merupakan seorang pebisnis yang cukup populer, Manajer itu menyambut baik kehadiran Abi.


"Ada yang bisa saya bantu Tuan?" Tanya sang manajer ketika mendapatkan laporan dari anak buahnya.


"Saya ingin melihat CCTV hotel ini sekitaran jam 12 siang ini Pak. Apakah bisa?" Tanya Abi.


"Maaf, kalau saya boleh tau ada kepentingan apa?" Tanya sang manajer.

__ADS_1


"Saya ingin mencari asisten rumah tangga Saya Pak, namanya Lisa. Menurut supir taksi yang mengantarnya, ART saya itu masuk ke hotel ini. Saya sudah coba tanya di resepsionis depan tapi tidak ada tamu yang bernama Lisa. Jadi saya ingin lihat CCTV hotel ini untuk memastikan" ucap Abi.


"Kami bisa bantu bapak lihat akses CCTV hanya di bagian luar hotel. Untuk bagian dalam kami tidak bisa, karena kami menjaga privasi tamu kami" ucap sang manajer.


"Baik Pak, tidak masalah" jawab Abi, ia hanya ingin memastikan apa benar Lisa berada di hotel ini.


"Bisa tunjukkan foto orang yang ingin anda cari, agar memudahkan tim kami untuk memeriksanya" ucap sang manajer.


"Ini Pak" Abi mengeluarkan selembar kertas hasil print yang ia ambil dari CCTV rumahnya.


Uhhuk-uhhuuk! Tiba-tiba manajer itu terbatuk-batuk melihat gambar itu, ia sepertinya terkejut. Abi diam-diam membaca ekspresi sang manajer.


"Ma-maaf tuan tunggu sebentar" seperti orang kebingungan, manajer itu berdiri dari duduknya dan menjauh. Abi melihat sang manajer sedang menelpon seseorang dengan ekspresi wajah yang menurut amatannya sedikit panik. Abi mempunyai firasat pencariannya sepertinya tidak akan mudah.


Selesai dengan telponnya sang manajer kembali duduk di tempatnya dan berbicara pada Abi. Sang manajer memasang ekspresi wajah setenang mungkin agar Abi tidak curiga padanya.


"Maaf Tuan Abimanyu, ada peraturan baru dari pusat yang tidak mengijinkan kami memperlihatkan CCTV tanpa adanya surat perintah dari kepolisian. Jadi kami mohon maaf karena tidak bisa membantu kali ini," ucap sang manajer.


Abi tak ingin memaksa sang manajer atau bertanya alasannya, ia hanya bisa tersenyum smirk. Memandang sang manajer yang seolah-olah menyembunyikan sesuatu.


"Baik Pak kalau begitu saya permisi terlebih dahulu" ujar Abi. Ia tahu ada yang tidak beres disini. Sang manajer tiba-tiba gugup ketika ia menyodorkan foto Lisa. Ia berpikir ada apa dengan Lisa, dan bagaimana Lisa bisa berakhir di hotel mewah ini.


Abi belum menyerah, ia memutuskan untuk menginap di hotel itu dan menyelidikinya diam-diam.


Dari lobi hotel Abi berjalan menuju lift, ia tak sengaja berpapasan dengan gadis yang dulu pernah membuat masalah dengannya. Ya itu adalah Alisha atau biasa di panggil Lisa. Gadis itu terburu-buru berjalan keluar dari lift menuju lobi hotel, ia disambut dengan hormat oleh petugas lobi hotel. Bahkan seorang pegawai yang tak sengaja berpapasan dengan Lisa juga menunduk hormat padanya.

__ADS_1


Rasa penasaran Abi membuat langkahnya mengikuti langkah gadis itu.


TBC


__ADS_2