
Sore hari waktunya pulang Yuna sudah menyelesaikan semua pekerjaan nya dia beranjak dan meninggalkan ruangan tersebut.
"akhirnya sampai juga" sambil melepas penatnya ia berjalan keluar dari taksi yang tadi ia tumpangi " makasihya pak ini ongkosnya", dia menyodotkan uang kepada supir taksi tersebut.
" mba, ini kembaliannya" supir itu menyodorkan uang kembalian kepada Yuna." udah buat bapak aja " ucap nya sambil tersenyum dan meninggalkan sopir taxsi tersebut. " makasih ya mba" Yuna hanya membalas nya dengan senyuman, dilihat nya rumah yang ia tempati sekarang dengan perasaan senang. " hahaha aku senang banget hari ini ngak kena omel-omel lagi dari si CEO galak itu " gumamnya dalam hati, ia berjalan setengah berlari dan juga meloncat kecil.
sesampainya di gerbang ada seorang satpam membukakan pintu gerbang dan menyapa nya, ia pun masuk kedalam kediaman tersebut. 'tok,,, tok,,, tok,,,
Suara langkah kaki seseorang yang setengah berlari terdengar dari luar pintu. " selamat datang non" ucap seorang pelayan rumah itu " makasih bi, o,,,ya mama sama papa mana kak Keisya?" tanya nya pada pelayan (Art) tersebut. " ada non nyonya, tuan, nona Keisya ada di dalam dan tuan Muda juga ada di rumah " ucap pelayan tersebut, seketika wajah Yuna yang tadi nya senang sekarang malah terlihat agak kecewa.
"ooo,,, ya udah kalo gitu saya masuk dulu ya" ucap Yuna yang kemudian melangkah ke ruang tamu untuk bertemu dengan mertua dan iparnya itu. " ngapain sih pulang cepat kalo tau dia udah nyampe di rumah duluan" .
" sayang!!" ibu mertuanya memanggil dari arah dapur. " mama " sahut Yuna, dan kemudian mereka berpelukan melepas rindu. " Yun kamu kenap ngak pulang ke sini si mama tu khawatir banget sama kamu" seru ibu mertuanya melapaskan pelukan nya," rencanya kan Yuna mau bikin suprise buat mama makannya Yuna ngak pulang ke sini." jelas Yuna pada ibu mertuanya itu.
__ADS_1
" ooo,,,gitu kalo gitu kita ke sana yuk Arian dari tadi udah pulang loh " ucap ibu mertuanya itu lalu menarik tangan Yuna tetapi Yuna menahan nya " ngak ma aku mau bersihin diri dulu soal nya udah lengket nih badan aku jadi ngak nyaman deh " serunya dan kemudian dia pamit ke kamar nya.
semua sudah berkumpul di ruang tamu dan berbincang bincang kecuali Yuna yang belum juga terlihat batang hidungnya dari tadi.
" gi mana ni apa aku harus turun" gumamnya pada diri sendiri. lalu tanpa pikir lagi dia pun turun dan ikut bergabung dengan semunya di sana. " Yuna, kamu dari mana aja kok lama banget sih di kamar" ucap Keisya dan menepuk lembut pundak Yuna. " ouh tadi aku habis bersih bersih makanya lama" sahut Yuna yang merasa sedikit cangngung karena seperti ada sepasang mata yang sedang mengawasinya.
siapa lagi jika buakan Arian yang menatap Yuna dengan tajam. " ooo yaudah kita ke taman yuk ada yang kakak mau omongin sama kamu" Keisya menarik tangan Yuna dan menyeretnya.
sesampainya di taman belakang mereka duduk di kursi taman yang sudah ada di sana." ada apa kak? apa yang mau kakak omongin sama aku?" tanya nya penasaran. " ooo,,, gini kakak cuma mau nanya gi mana hubungan kamu sama Arian?" tanya Keisya yang membuat Yuna binggung. " ya seperti biasa si dia cuek, ngek perhatian, galak, plus juga dingin " ucap Yuna walaupun sedikit bingung dengan jawabannya sendiri, karena setelah di pikir pikir dia lebih ke galak plus dingin, hanya itu dalam pikiran Yuna sekarang.
" udah deh aku bicara detail ya " ucap nya dan Yuna hanya mengangguk kan kepala nya. " tiga tahun lalu tepatnya setahun sebelum pernikahan kalian Arian itu jatuh cinta sama seorang gadis tapi kak ngak tau pasti sih kenapa gadis itu menghilang yang kakak dengar dari teman nya Arian dia sama perempuan itu udah pacaran selama 2 tahun trus tu perempuan ninggalin Arian tanpa alasan yang jelas makannya sejak saat itu Arian berubah menjadi orang yang berhati dingin, galak, dan cuek ".
Keisya menceritkn semunya, Yuna merasa iba dan ikut prihatin tapi apa daya setelah cerita yang di katakan Keisya dia juga menambah kan bahwa perempuan itu akan segera kembali lagi. Arian pun masih mencintai dia. " huh,, apa boleh buat diakan juga masih cinta sama mantan kekasih nya dulu ya udahlah aku juga ngak nisa berbuat apa ap" .
__ADS_1
" Yun kakak mohon ya kamu tolong jangan pernah sakitin Arian buat dia suka sama kamu. kamu mau kan" pinta Keisya yang membuat Yuna terkejut " yaampun aku harus jawab apa ni aku ngak suka sama si es balok galak itu tapi aku kasihan sama kak Keisya dia sangat menyayangi Arian kalo aku bilang ngak bisa malahan nanti kak Keisya malah kecewa apa lagi dia tu baik banget sama akutapi kalo aku bilang ya nanti aku harus gi mana, bagai mana cara aku agar dia jatuh cinta sama aku" gumam nya dalam hati.
" Yun" seru Keisya yang membuyarkan lamunan Yuna " i,,,iya kak" sahut Yuna " gi mana " tanya Keisya lagi" ya ok aku akan usahain yang ter baik " ucap Yuna setelah berpikir panjang " makasih ya" seru Keisya sambil memeluk Yuna.
" yuk, kita masuk" ucap Keisya merekapun masuk ke dalam dan kembali berkumpul dengan keluarga.
●●●
Di dlam kamar Yuna merasa sesak se akan oksigen yang dia hirup akan habis disana . dia mencoba mengatur nafas nya. " ihh canggung banget sih kalo ada dia di sini, padahal waktu dia ngak ada aku ngak kayak gini aku mah jadi canggung kalo kayak gini" gumam Yuna sambil melirik ke arah Arian yang sedang memainkan handphone di tangan nya.
" hei kamu" Arian memanggil , Yuna ter sentak kaget saat Arian memanggil tapi dia mengabaikan nya karena nama nya bukan hei jadi ia tak menghiraukan Arian. " hei tuli ya " ucap nya lagi seketika Yuna berdiri dari duduk nya " apa sih hei hei hei dari tadi ku itu punya nama tau " ucap nya kesal.
" kalo pun kamu punya nama saya ngak bakalan manggil nama kamu sana keluar saya mau tidur" ucap Arian yang membuat Yuna kesal " apa !! keluar ngak ngak akan" Yuna merasa kesal karena sejak dua tahun dia tak pernah merasa tak nyaman begini di tambah lagi dia tak pernah di usir tetapi sekarang malahan setelahh Arian pulang dia diusir dari kamar yang menurutnya sudah menjadi kamar dia. Ya walaupun itu sebenarnya kamar mereka berdua.
__ADS_1
" kenapa ini kamar saya kamu ngak punya hak buat disini" ucap Arian seketika Yuna pun merasa bertambah kesal " kalo aku ngak ngeluarin kamu dari kamar malam ini berarti nama ku bukan Yuna lagi" gerutu nya dalam hati karena kesal.