
Masih sama saja seperti kemarin. Arian masih melanjutkan acara pembalasan untuk Yuna. ia tak habis habis mengerjai Yuna mulai dari rumah sampai di kantor pun masih mengerjai nya.
" ya ampun bisa bisa gue gila sendiri nih ngerjain pekerjaan numpuk segunung ini untung IQ gue mgak rendah - rendah banget. ahhh" teriak Yuna frustasi menarik narik rambut nya sendiri.
" Buset!! Yun lo kenapa kayak orang gila gitu. Kesiksa amat lo kayak nya sama tu kerjaan yang belum beres." kata Gina yang mulai jengah melihat sahabat nya yang seperti orang gila itu.
" lo jadi teman bukan nya bantuin malah bicara aja." sahut Yuna.
" gue ngak bisa bantu lo Yun lo tau sendiri kan gue aja kerjaan nya numpuk segunung kalo gue tambah ama punya lo bisa meledak ni otak gue." ucap Gina beranjak dari tempat dan duduk di sofa dekat meja Yuna.
Yuna mengendus kesal.
Siang pun bergeanti dengan sore. " Yun lo ngak mau pulang udah jam pulang kantor loh ni". tanya Gita pada Yuna yang dari tadi terus berusaha secepat mungkin menyelesaikan pekerjaan nya.
" Udah kok emmm.... gimana kalo kita mampir ke kafe dulu sekalian makan juga soal nya gue udah laperni", Yuna beranjak dari tempat duduk nya. dan menghampiri Gita yang sedang berxiri dekat pintu. " terus siapa yang bayar nya " tanya Gita yang takut ke bobolan.
" Ya ampun lo kere amat lo jadi orang , perasaan kemaren udah gajian deh, emang lo ngak di amsih gaji" Yuna heran dengan sahabat satu kantornya itu uang ada tapi pelitnya sampek unjung kuku. "bukan kere Yun tapi kan li tau gue tu lagi belajar mandiri jadi lo aja ya yang traktir gue",, pinta Gita dengan wajah yang terbilang imut bagi nya tapi menjengkelkan bagi Yuna.
" ya udah gue yang trakti",,,,Yuna mengalah dengan Gita. " Gitu dong jadi temen traktir sesekali jangan gue yang sering" ucap Gita merangkul bahu Yuna. " yang ada dompet gue selalu kosong kalo ngajak lo makan " ucap Yuna mengandus kesal.
βββ
Disaat sedang barada fi cafe suara ponsel Yuna berdering dan ter tera nama Arian di layar handphone tersebut.
"ih apaansih nelpon nganggu aja untung gue masih nganggap dia suami kalo ngak boro blro ngangkat" omel Yuna sendirinya karena marasa terganggu dengan suara telpon tersebut. Sedang kan Gita yang mendengarnya tersedak makanan yang sedang ia makan dan menatap Yuna menunggu jawaban.
Yuna tak menghiraukan tatapan Gita dan mengangkat telpon nya. " ya halo ada apa nelpon.,,,, ia tau ,,,, em ,,, ngak bosen apa dari tadi ngomel ,,, ia ia,,,, ia benyar lagi pulang ,,, em " panghilan pun berakhir dan Yuna melihat Gita yang menatap ke arah nya.
" woi kenapa bengong aja lo" seru Yuna membiyarkan lamunan Gita.
" eh eh ihhh apaan sih Yuna gue tu lagi mikir sesuatu"
" mikirin apa sih lo sampek bengong gitu"
" Yun lo berhutang penjelasan sama gue "
"tentang apa?" tanya Yuna dengan santai.
__ADS_1
" lo emang nya udah nilah?, sama siapa? terus orang nya yang mana ? kok gue ngak tau ? terus kaya ngak? ganteng kagak ? ciri cirinya gimana ? apa...." sebelum Gita melayangkan pertanyaan lebih lanjut Yuna menyumbat mulut Gita dengan makanan .
" ngak bisa di rem apa tu mulut. nanya nya banyak banget lo bikin orang pusing tau ngak" ucap Yuna.
" tapi kan gue penasaran Yun."
" kalo penasaran ya di tanya nya tu santai aja ngak usah ngegas kaya motor balap "
" penasaran Yun lo tau ngak ge penasarannya ampir setengah mati kalo sampai kekepo - an gue kumat lagi bisa kayak polisi yang lagi introgasi tahanan "
" ya karna itu gue bakal jawab kalo lo nanyanya satu satu bukan beribu pertanyaan sekaligus paham"
"ya udah gue mau nanya satu hal?" kata Gita dengan antusias.
" ok silahkan "jawab Yuna dengan santai.
" emang nya lo kapan nikah terus sama siapa ?" tanya Gita dengan pelan supaya tidak nanya kebanyakan dulu.
" udah dua tahun kemaren gue anniverseri yang ke dua tahun tapi ngak di rayaain sih. dan kalo lo tanya gue nikah ma siapa nanti lo bisa tau sendiri" jelas Yuna sambil memasukkan makanan kedalam mulut nya.
Yuna mencegat taxi yang melewati cafe tersebut. " pak ayo jalan " ucap Yuna setelah memasuki taxi tersebut. sesampai nya di rumah ia memasuki kamar nya.
Mertua dan kakak ipar nya sedang tidak ada di rumah jadi ia sendiri di rumah nya dengan beberapa ART yang sedang bersih bersih.
Yuna berjalan menuju ke kamarnya dan membanting tubuh di atas ranjang. " emmm nyaman nya , empuk nya bikin hati tentram" gumam Yuna pada diri sendiri.
lalu ia beranjak dan masuk ke kamar mandi membersihkan diri . setelah usai dengan ritual mandi nya Yuna menganbil piyama tidur nya. setelah memakai baju tidur nya Yuna hendak turun ke dapur tapi langkahnya terhenti saat terdengar suara handphoend nya berdering.
" mama, ia halo ma ada apa?"
" ini sayang mama sama kak Keisya ngak bisa pulang kamu tinggal di rimah ya sama Arian"
" emangnya mama kapan bakal pulang?"
" mungkin besok sayang ya udah mama tutup dulu ya good night , assalamualaikum"
" too, waalaikum salam" ucap Yuna di akhir telpon nya dan bergegas menuju ke arah dapur.
__ADS_1
" selamat malam non," sapa bik ijah salah satu asisten rumah tangga nya. " malam juga bi" balas Yuna sambil tersenyum.
" non, mau makanapa biar bibi yang masak" tanya bi Ijah. " ngak usah bi biar aku aja kebetulan aku juga lagi mau makan masakan aku sendiri". jawab Yuna yang kemudian berjalan ke arah dapur dan memulai masak nya.
Saat Yuna sedang asik memasak di dapur. Arian baru saja pulang dan melihat Yuna dia sana sedang memasak. Arian berjalan ke arah meja makan dan duduk manis di sana .
Merasa ada yang mengawasinya Yuna melihat ke arah Arian yang tengah menatap nya. Ya karena ruang makan terhubung dengan arah dapur dan hanya dibatasi dengan tembok sebatas pinggang, jadi memudahkan siapa pun untuk melihat ke sana.
" apa apaan sih dia kok liat aku kek gitu". Yuna membatin. dan sekaligus meras risih dengan tatapan Arian. karena cukup merasa risih dengan tatapan Arian. Yuna membuka mulai berbicara.
" hey , ngapain liat aku kek gitu. Aku tau aku cantik tapi ngak usah diliat kekgitu juga kali" ucap Yuna penuh percaya diri. dan seketika setelah mendengar itu lamunan Arian buyar.
" siapa juga yang liat kamu saya cuma lagi liat kamu mask aja" ujar Arian dengan santainya tapi tetap berpegang teguh pada muka datarnya itu. " kan sama aja kamu liat aku " ucap Yuna dan melanjutkan memasaknya yang sempat tertunda. " jadi orang jangan ke PD-an deh siapa juga yang liat kamu" seru Arian. kemudian melangkah meninghalkan Yuna.
' liat aja aku kerjain tu orang ' Yuna membatin.
setelah selesai membersihkan diri Arian melangkah menuju ruang makan. Dan duduk berhadapan dengan Yuna.
"nih " Yuna menyodorkan nasi goreng yang telah di masaknya kepada Arian. Terlihat menggiur kan tapi siapa tau ada kejutan dibalik nasi goreng yang terlihat enak itu.
Baru satu suapan mendarat dalam mulut Arian. dan benarsaja Arian merasa kepedasan dengan nasi goreng itu. Yuna yang melihat nya menahan tawanya dan menuangkan air putih ke dalam gelas Arian.
walaupun sudah meminum Air tapi tetap saja rasa pedas nya masih terasa di lidah Arian. ' kamu berani mengerjaiku lihat saja sendiri apa yang akan kulakukan kepada mu.' Arian membatin. melihat Yuna yang sudah berdiri hendak pergi Arian menarik tangan Yuna sehingga Yuna terjatuh dalam pangkuan Arian. dan
Cup
satu kecupan Arian berikan pada bibir manis Yuna. Yuna tersentak kaget dengan apa yang di lakukan Arian. Yuna hendak berdiri tetapi lengan nya di terik oleh Arian dan kembali terduduk atas pangkuan Arian dan kecupan pun kembali terjadi dari kecupan menjadi ciuman yang mulai panas.
Yuna tersadar akan apa yang di lakukan nya. Arian melepaskan ciuman nya . " ini hukuman untuk mu karena telah berani mengerjai ku" ucap Arian kemudian melepas tangan Yuna yang tadi di genggam nya.
Yuna berlari ke kamarnya dan mengunci pintu kamar nya itu. " aku kenapa..... apa yang terjadi pada ku.... ahhb ciuman pertama ku " seru Yuna sambil menyentuh bibirnya. Yuna menghempaskan tubuh nya di atas ranjang dan menetral kan nafasnya agar teratur.
maaf jika novel outhor agak berantakan karena ini juga novel pertama jadi mohon maaf jika ada kesalahan kata atau penulisan nya.
**Makasih sudah mampir di novel nya aku. Jangan lupa Like, Komen , and subcribe nya juga vote nya ya biar outhor makin semangat up nya tiap hari.
salam dari outhor muchππ**
__ADS_1