Love You Hubby

Love You Hubby
Malam indah( Revisi)


__ADS_3

21+


Arian berlutut di hadapan Yuna dengan bunga mawar putih di tangan nya. ia menatap ke arah Yuna.


" Yuna maukah kamu menjadi pendampingku, menjadi istriku sepenuhnya, menjadi ibu dari anak anak kita dan menjadi pendampin ku hingga kita menua nanti " ucap Arian menatap Yuna.


Terharu tentu saja Yuna terharu sebelum iya berkata,


" ih.... babang mah ngak usah kek gitu kali kan adek jadi malu bang " Ucap Yuna tersenyum malu malu kucing.


'Krak..


Hancur sudah acara romantis romantisannya akibat bangkitnya kelakuan Yuna yang pecicilan.


*huh.... Arian menghela nafas kasar.


Sabar Arian untung cinta kalo ngak udak aku lempar ke laut" batin Arian* tersenyum jengkel.


Bagaimana tidak disaat romantis romantis nya bisa di gagalkan dengan satu kalimat yang bikin kesel.


Sudahlah Arian menyerah baru pertama kali romantis, malah gagal. Ia kemudian berdiri dari berlututnya dan berdiri berhadapan dengan Yuna yang masih tersenyum menjengkelkan.


" ya udah nih bunga nya " setelah Arian mengucapkan itu Arian berbalik menuju ke arah lemari baru ia hendak melangkah Yuna memeluk nya dari belakang.


" im so sorry" ucap Yuna masih memeluk Arian. Sejenak Arian mematung mendapat pelukan tiba tiba dari Yuna. Kemudian ia berbalik dan...


Cup....

__ADS_1


Arian mencium sekilas bibir Yuna lalu membalas pelukannya. Sedangkan Yuna ia tidak terkejut lagi karena ini merupakan kali ke dua Arian main sosor sosor aja.


°°°°°°


Setelah membersihkan diri Yuna berjalan ke arah meja rias. ia memoleskan krim di wajah nya dan memulai perawatan kulit malam.


Di rumah mereka semua barang sudah di atur rapi oleh asisten rumah tangga yang berjumlah 2 orang tersebut.


Malam ini Yuna memakai kaos putih berlengan pendek dan celana hotpants nya rambut yang di cepol ke atas memper tontonkan leher jenjang yang putih mulus itu. Arian yang baru masuk ke kamar melihat pemandangan indah yang memperlihatkan lekuk tubuh istrinya itu. dengan susah payah menelan ludah nya. Ia berjalan menuju rajang dan mengalih perhatian nya dengan ponsel tapi apa boleh buat yang dibawah sudah menegang.


Saat Yuna berjalan ke arah rajang Arian menyimpan ponsel nya dan dia masih dengan posisi duduk bersandar di kepa ranjang berusaha mengatur nafasnya. Yuna yang melihat muka Arian seperti menahan sesuatu pun duduk di sanping nya.


" mas kamu kenapa?" tanya Yuna sambil menyentuh dahi Arian .


" ngak pa_ hmp" mulut Yuna sudah di bungkam oleh bibir sexy Arian.


Tangan Arian yang yang mulai gatal pun tak tinggal diam ia meremas lembut benda kenyal di dalam kaos putih itu dan keberuntungan berada di pihak Arian Yuna tidak memakai bra , hingga ia bisa dengan muda meremasnya tanpa penghalang.


euhg.....


lenguhan lolos dari bibir Yuna membuat Arian makin bersemangat memulai permainan nya.


Arian mulai menangggalkan kaos Yang di pakai Yuna melemparkannya ke sembarang Arah.


ia kemudian turun ke Daerah dada Yuna yang sudah terekpos memperlihatkan dua gundukan


yang lumaian besar. ia mencium, menjilat, dan ngulum dua gundukan kenyal itu.

__ADS_1


ahhhh...


desahan lagi lagi lolos dari mulut Yuna saat Arian bermain di Area sensitif nya. Arian hendak membuka hotpants yang fpakai Yuna tapi sebelum itu ia menatap Yuna meminta persetujuan nya.


" bolehkah " ucap nya dengan suara berat dan di balas anggukan oleh Yuna.


Setelah mendapatkan persetujuan dari Yuna ia mulai melancarkan aksinya melepaskan segala penghalang yang ada pada tubuh mereka. wajah Yuna sudah memerah karena malu.


Cup .... Arian mencium kening Yunna.


" aku mulai ya " ucap Arian. membuka kaki Yuna.


Perlahan tapi pasti ia mulai memasuki milik Yuna dengan milik nya.


" akh... sakit " seru Yuna saat merasa sesuatu yang besar memaksa menerobos kedalam miliknya.


' blesss...


Air mata menetes di pelupuk mata Yuna sekarang ia sudah menyerahkan kehormatan nya kepada sang suami.


" aku gerakin ya " bisik Arian di telinga Yuna dan dijawan anggukan lemah Yuna.


Kemudian suara desahan, dan desisan mulai terdengar di kamar tersebut. Untung saja kamarnya kedap suara. Mereka melakukan nya lagi lagi dan lagi hingga pukul 1 pagi mereka baru selesai melakukan nya.


" I love You" lirih Arian mencium kening Yuna.


hy readers outhor come back lagi.

__ADS_1


__ADS_2