
Yuna termenung sendiri, ia duduk di ruang tamu sesekali menghela nafas panjang. Tiara... nama itu yang sekarang selalu berada di dalam otak nya.
Apa Mas Arian sudah tau kalau tiara sudah kembali? apa mas Arian akan meninghal kanku saat mengetahui mantan nya kembali? atau apa dia akan menduakan ku dengan mantannya? huh kalau itu sampai terjadi liat aja aku sunat sekali lagi burung nya.
pertanyaan itulah yang sedang mengganggu Yuna. Ia kemudian kembali ke kamar nya mengistirahat kan tubuh nya yang terasa pegal pegal. Huh, ia baru ingat entah kenapa sekarang ia mudah sekali lelah, pusing, dan ingin muntah.
Yuna segera merebah kan tubuh nya diatas kasur empuk itu. Nyaman, bahkan sangat , tak butuh waktu lama beberapa menit kemudian ia sudah terbawa ke alam mimpi nya.
☆☆☆
Sore hari tepat pukul 5 sore Arian sudah sampai dirumah. Jika biasa nya istri nya akan menyambut tapi beda sekarang istri nya sama sekali tidak terlihat. Kebetulan Bi Nani lewat di depan nya.
" Bi, istri saya dimana kok ngaak kelihatan?" tanya nya pada bik Nani.
" Anu tuan, itu Nonya Yuna lagi tidur di kamar" Ujar bi Nani.
" baiklah, bi saya masuk dulu" pamit nya kemudian masuk kekamar dan melihat sang putri tidur, yang sedang terlelap dengan guling yang berada di pelukan nya.
" Sayang... hei bangun ini udah sore loh, " ucap Aria membangunkan istri nya.
__ADS_1
eummmmh... hanya lenguhan saja, setelah itu Yuna kembali tertidur pulas. Arian menghela nafas sejenak. Kemudian membetulkan selimut sang istri dan mencium kening istri nya.
Ia melangkah menuju kamar mandi dan memulai ritual mandi nya.
,,,,........,,,,,,........,,,,,,.......,,,,,......,,,,.....,,,,...,,,,
Yuna terbangun saat maghrib hampir menjelang. Ia menengok ke arah jam didinding menunjuk kan waktu maghrib hampir tiba. Segera ia berdiri dan kemudian mandi. Tepat setelah ia mandi dan mengambil Air wudhu, azan Maghrib berkumandang. Ia keluar dari kamar mandi kemudian melangkah ke musolah. Disana sudah ada Arian yang menunggunya. Mereka kemudian memulai salat berjamaah.
Setelah selesai salat mereka melanjutkan dengan aktivitas makan malam. Dan kembali tidur setelah salat isya.
Hari ini, Yuna benar benar merasa lelah ia akan kembali tidur tetapi Arian mengganggu nya. Tangan Arian sudah masuk ke dalam piyama tidur Yuna. Membuat sang pemilik piama terusik.
" Ya udah" Arian hanya Pasrah karena kasihan dengan istrinya. Kemudian ia menarik kepala sang istri hingga terbenam didada bidang nya.
Dan malam ini mereka melewat kan malam tanpa bergadang karena di pemilik gua sedang kelelahan. Jadilah mereka tertidur hanya dengan berpelukan.
☆☆☆
Tengah malam Yuna terbangun ia mendogak kepalanya. Menatap manusia tampan Yang sedang terlelap dengan tenang. Kemudian tangannya tergerak menyentuh wajah pria tampan itu, mulai dari pipi, mata , hidung , alis , bibir , dan disanalah tangan Yuna sekarang kemudian...
__ADS_1
Cup
Yuna mengecup sekilad bibir Arian dan kembali terlelap.
Pagi menyapa membangunkan kedua anak manusia yang sedang tidur dengan berpelukan. Siapa lagi jika bukan pasangan pengantin yang bukan baru lagi.
Yuna mengeliat kecil kemudian melepaskan pelukan sang suami, dan menatap ke arah jam yang sudah menunjuk pukul 6 pagi. Segera Yuna bangun kemudian. Ia membersihkan dirinya, setelah selesai ia menuju rajang dan membangunkan suami lalu menyiapkan keperluan nya seperti biasa.
....
Arian sudah siap berang kat kekantor. Ia mencium kening istri nya sebwlum berangkat. itu sudah menjadi rutinitas pagi mereka.
Seperti pagi kemarin Yuna kembali menyiramtaman bunga nya. Setelah selesai ia masuk ke kamar. Baru ia mangangkat telpon nya. Pesan sudah masuk ke hp nya. dari nomor yang tidak di kenal.
ia membuka pesan tersebut.
*Hy Yuna ini aku Tiara pasti kamu sudah tau buka. Bisakah kita berjumpa di cafe xxx
' tiara*.... lirih Yuna.
__ADS_1
Gimana gaus jangan lupa like komen and subscribe nya ya see you