
Sudah satu minggu Yuna dikurung oleh Arian di dalam kamar dan keluar hanya untuk makan itupun Arian yang mengambilkan nya.
" mas aku tuh bosan pengen keluar nyari udara segar bukan nya merem disini mulu " ucap Yuna dengan wajah cemberut. Sedang kan Arian hanya mendengarkan saja tak merespon apa pun ia sedang sibuk dengan aktivitas nya memainkan kedua g*nd*kan Yuna.
" ihh mas aku mau mandi " rengek Yuna agar terlepas dari Arian yang terus ingin menjamah tubuh nya.
" Ya udah Yuk mandi bareng " ucap Arian hendak menggendong Yuna.
" ngaa usah aku bisa sendiri " ucap nya kemudian hendak turun dari ranjang tapi sayangnya sebelum ia melangkah kaki nya terasa lemas.
'bruukk
Yuna terjatuh dari ranjang dan terduduk di lantai.
" maas.......... ih..... sebel ah." teriak Yuna kesal saat melihat Arian hanya mematung tak menolong nya.
" maaf Yank kamu sendiri tadi waktu mas mau gendong malah bilang nya 'ngak usah aku bisa sendiri" ucap Arian meniru ucapan Yuna. dan menjulur tangan nya menggendong Yuna.
" kan aku mana tau kalo kaki ku bakal lemes gini " ucap Yuna dengan mata berkaca- kaca hendak menangis karna menaha kesalnya.
" iya yank maaf deh aku janji ngak bakalan ngurung kamu lagi" ucap Arian srtelah itu menduduk kan Yuna di bathup .
" janji ya kalo kamu ngak bakal ngurung aku lagi terus ngak bakal minta jatah nya banyak banyak " ujar Yuna
" kalo itu sih ya aku ngak bisa janji yank secara body kamu kayak gitar spanyol gini aku mana bisa tahan " ucap Arian cengsan sambil menggaruk tekuknya yang tidak gatal.
" ihh kalo gitu ngapain juga janji kalo minta nya berkali kali " ucap Yuna mengerucutkan bibirnya. Membuat Arian gemas.
" yaudah aku ngak bakalan minta banyak yang tapi semalam tiga kali ya " ucap Arian hampir saja Yuna menjatuhkan rahangnya saat mendengar penuturan Arian yang mengatakan tiga kali. ah.. rasa nya Yuna mau pingsan saja jika bigini.
***
Arian benar benar menepati janjinya ia melakukan nya semalam 3× tiap malam. ingin rasa nya ia menolak tapi ia akan kalah saat Arian berkata.
" nolak suami dosa loh yank mau jadi istri durhaka kamu "
kata yang begitu sederhana tapi mengandung banyak ancaman entah lah Yuna sekarang hanya bisa pasrah pasrah aja toh dapat pahala kalo layanin suami.
Matahari mulai terbit Yuna sudah selesai membersihkan dirinya ia kemudian turun ke dapur membuat sarapan untuk suami tercintanya.
" selamat pagi nyonya " sapa Bik Nani asisten rumah tangga mereka. Didalam rumah ini terdapat dua Art satu orang satpam dan satu lagi tukang kebun. Ah tak terasa Yuna sudah dua minggu menepati rumah ini bersama suami nya.
" pagi bik, bibik kerja yanh lain aja biar saya yang buat sarapan nya " ucap Yuna
__ADS_1
" tapi nyonya kata tuan.." ucapan bik Nani terpotong
" ngak papa bik biar saya aja " ucap Yuna kemudian mulai membuat sarapan untuknya dan Arian.
" morning sayang " ucap Arian mengecup sekilas bibir Yuna.
" morning juga mas " balas Yuna kemudian fokus lagi memasak.
" kamu masak apa yank " tanya Arian Yang sedang duduk di meja makan memperhatikan Yuna yang sedang memasak.
" oh ini mas aku lagi buat capcai sayur ama ayam goreng.
sedang kan Arian hanya ber oh ria.
" Yank kamu tau ngak, kalo kamu lagi masak ginj kamu makin terlihat sexy deh " ucap Arian tersenyum ke aeah Yuna yang sedang menata hidangan nya.
" ngak usah ngegombal deh mas " ucap Yuna dengan pipi merona.
" aku ngak bercanda yank apa lagi pipi kamu yang merah gitu bikin aku pengen gigit tau " ucap Arian tersenyum tampan membuat Yuna mengindik ngeri dibuatnya.
" kamu ih... Yuk makan dulu nanti baru ngegombal nya " ucap Yuna mengaambil kan nasi lauk pauk diaatas piring Arian.
Lalu mereka mulai sarapan dengan hening hanya terdengar suara dentingan sendok yang beradu.
" gimana apanya mas " tanya Yuna menoleh ke arah Arian
" gini Yank kamu mau terus kerja atau gimana " tanya Arian.
" oh.. kalo itu sih aku maunya resaing mas ngak papa kan soalnya aku mau menjadi ibu rumah tangga seperti biasanya apalagi kalo nanti kita punya anak kan aku bisa fokus ngurusin rumah kamu sama anak kita " jela Yuna panjang lebar.
" aku lega dengernya yank" ucap Arian
" mas aku pengen pulang ke rumah mama aku mas kan hari ini hari libur jadi sekalian kita nginap ya di bandung " ujar Yuna dengen puppy eyes nya.
Arian yang hendak menolak pun luluh saat melihat puppy eyes nya dan iya pun mengiyakan ajakan Yuna berkunjung ke bandung.
***
Setelah menempuh perjalanan yang lama Arian dan Yuna sudah sampai di rumah mama dan papa Yuna.
" eh non Yuna den Arian lama ngak ketemu " sapa satpam tersebut yang sudah bekerja sekitar 6 tahun di kediaman nya.
" eh pak satpan lama juga ya ngak ketemu, mama sama papa ada pak " tanya Yuna
__ADS_1
" ada non den Adre sama non Nita juga baru datang tadi" jawab pak satpam.
" Ya udah Yuna masuk dulu" pamit Yuna kemudian dengan segera keluar dari mobil nya dan ngacir ke dalam rumah
Melihat tingkah Yuna Arian hanya bisa geleng kepala.
Sesampainya di depan Yuna mendorong pintu rumah kemudian..
" Assalamualaikum " teriak Yuna membuat anggota keluarga kaget sampai sampai anak adre yang masih berumur 3 tahun menangis.
Semua menoleh ke arah Yuna dan Arian dibelakang nya.
" Waalaikum salam " Jawab mereka serempak Yuna dan Arian pun berjalan ke ruang tamu dan menyalami kedua orang tua Yuna.
" Papa sayang " heboh Yuna kemudian berhambur kepelukan papa nya
" tata papa " ucap papa Yuna tak kalah heboh kemudian mereka berpelukan sangat eret.
Arian baru tau bahwa Papa mertua nya memiliki sisi lain selain sisi dingin nya itu.
" papa kangen Tata ngak " tanya Yuna masih dalam pelukan papa nya
" Papa kangen banget sama tata " ucap Papa Yuna.
" emang kamu ngak kagen sama kakak Yun" celetuk Adre yang dari tadi berbicara dengan Arian.
" awal nya sih kangen tapi setelah aku perhatiin muka kakak mirip ama hulk ngak jadi deh" ucap Yuna
" heh muka ganteng kayak aktor hollywood gini kamu bilang kayak hulk" ucap adre kesal
" udah udah kalian ngak usah bertengkar juga kali kaya anak kecil aja deh, Kalian Juga pa udahan aja deh kangen kangenan nya " ucap mama Yuna
" ih mama bilang aja mama cemburu sama Tata yakan pap" ucap yang diangguki oleh papa nya sambil mengelus kepala Yuna.
Mama Yuna mendengus kesal melihat anak dan suami nya yang sudah 15 menit berpelukan.
" nak Arian kalian belum makan siang kan Yuk makan bareng " ucap Mama Yuna kemudian mereka berjalan ke arah Ruang makan.
Seperti biasa Yuna melayani Arian mengembilkan nya lauk pauk yang ada di atas meja makan. Merekapun memulai makan siang dengan khidmat....
**outhor amatiran ini come back lagi yang minta lanjut silahkan dibaca. jangan lupa ya klik like komen dan subscribe love nya biar outhor semangat buat nulis. Kalian bisa share cerita aku ini kalau berkenan gays kalo ngak sih aku ngak bisa maksa heehhehe😁
see you byby**
__ADS_1