
Pagi pagi sekali Yuna sudah bangun menunaikan sholat subuh nya bersama sang suami, yang ter-nga tercinta.
" Yun, kamu berangkat bareng aku aja " ujar Arian yang sedang ke susahan memakai dasi.
Yuna menoleh ke arah Arian melihat lilitan dasi seperti tali salah lilit.
Ingin rasa nya ia tertawa tapi ia tahan karena menjaga perasaan. Lalu ia meraih dasi yang ada di tangan Arian dan memakai nya dengan benar. Arian tertengun melihat sikap Yuna yang perhatian, membuat jantung nya seperti lari marathon.
Yuna harus berjinjit untuk menyesuaikan tinggi nya dengan Arian. Bagaimana tidak selisih tinggi mereka 15 cm.
" Mas tumben kamu ajak aku pergi kekantor bareng, kamu emang nya habis mimpi apa?. " tanya Yuna dengan nada mengejek.
Arian hanya tersenyum ke arah Yuna lalu menarik pinggang Yuna supaya menempel dengan tubuh nya.
" aku habis mimpi dapat jatah" Bisik Arian di telinga Yuna lalu meninggalkan Yuna yang masih bengong dengan ucapan Arian tadi.Seketika seluruh tubuh Yuna merinding setelah mendengar ucapan Arian.
apa dia akan minta hak nya. tapi aku masih belum siap walaupun itu memang sudah kewajiban ku. ya memang benar aku bukan lagi ABG yang baru menikah tapi kan.... udah ah nga ada faedah nya.
Yyna beranjak pergi dengan pakaian rapi siap ke kantor. Setelah turun ke bawah, Yuna ikut bergabung sarapan bersama keluarga Suami nya itu yang sekarang menjadi keluarganya.
" Kalian kapan akan mengumumkan pernikahan kalian?" tanya Hendra setelah selesai sarapan.
" kami akan menunggu saat waktunya telah tepat " jawab Arian.
" Aku berang kat dulu ya" ujar Yuna kemudian mencium punggung tangan mertuanya.
" loh kalian nga berangkat bareng?" tanya Raza.
" ngaa ma, Soalnya Yuna mau mampir dulu sebentar ke rumah kak Raka. Nanti kalo Yuna berangkat bareng sama mas Arian dia jadi telat ke kantor. ya udah nYuna pergi dulu ya" ucap Yuna kemudian mencium punggung tangan suami nya dan diberi kecupan di kening oleh Arian.
Setelah selesai mampir dari rumah Raka, Yuna bergegas kekantor.
Sesampai nya di sana ia pun memasuki ruangan nya dan memulai pekerjaan nya.
" Tumben telat Yun ?" sapa Rita. karena tumben tumben nya seorang Yuna yang pekerja keras telat berangkat ke kantor.
" tadi gue mampir ke rumah sepupu dulu" jawab Yuna masih terus memandang ke arah map yang ada di tangan nya.
" Yun, lo tau nga ?" ucap Rita heboh.
__ADS_1
" kalo lo nga bilang mana gue tau " ucap Yuna acuh.
" ternyata di kantor kita tu ada empat sekretaris" seru Rita heboh.
" ouh..." Jawab yuna hanya meng-oh saja.
" kok gitu sih emang nha lo nga mau tau siapa ?" tanya Rita.
" emang siapa ?" tanya Yuna cuek masih sibuk dengan map yang ada di tangan nya.
" kalo nga salah dia yang selalu nemwnin pak Arian Keluar negeri ya bisa di sebut sebagai pedamping pak Arian lah di sana" ujar Rita.
'Brak...
Yuna mengebrak mejanya...
" ho..ho... sabar bro sabar. gue tau lo suka sama pak Arian tapi gue juga fans nya kita sama sama tersakiti hiks ..." ujar Rita meniru gaya gaya orang menangis tapi yang tentu nya satu kata lebay yang keluar dari mulut Yuna.
" ya udah gue mau ke ruangan pak Arian dulu " ucap Yuna kemudian pergi meninggal kan Rita yang masih berakting lebay sok sedih.
siapa sekretaris itu. alah emang nya gue peduli.
" maaf, ini ada yang perlu di tanda tanga......." ucapan Yuna tergantung saat melihat di depan nya seorang wanita cantik, berpakaian sekasi dengan bagian dada terbuka hingga menampak kan bagian menonjol dari dada nya sedang berpelukan dengan Arian. sedang kan Arian hanya melongo menatap ke arah Yuna yang berdiri mematung.
" udah cukup pelukan nya " ucap Yuna kemudian menghampiri mereka.
Sebenarnya terbesit rasa sakit di dada Yuna saat melihat itu. tapi ia berusaha mengontrol dirinya.
" ini tanda tangani di sini" ujar Yuna menyerahkan map yang tadi di bawa ke pada Arian.
" heh... kamu kok nga ada sopan sopan nya sama atasan Pak Arian itu atasan kamu " bentak wanita itu. yang mingkin tak lain adalah selir keempat Arian. ( sekretaris maksudnya 😁😁😁)
ingin sekali Yuna menyaut nya tapi Yuna memilih untuk tidak mengubris ucapan sekretaris itu . mata nya masih menatap tajam Arian sehingga mereka saling bertatapan.
" cepetan dong " seru Yuna sehingga tatapan Arian teralihkan kepada map yang di bawa Yuna tadi.
" pak karyawan bapak tidak sopan terhadap bapak apa bapak akan memecat nya?" ujar Sekwrtaris tersebut dengan suara lembut kepada Arian setelah Yuna pergi.
Tapi sebenar nya Yuna tidak betul betul pergi ia hanya pergi keluar pintu dan menguping disana.
__ADS_1
tapi tak terdengar suara dari Arian.
ihh gue kesel banget ama tu sekretaris centil bisa bisa nya meluk suami orang. pengen nya gue unyel unyel deh dia. terus tu suami nga ada gerak nya kayak es deh. kalo dingin ya dingin aja tapi ngak usah kayak mayat hidup gitu juga kali. gerutu Yuna dalam hati.
tiba tiba sebuah tangan menepuk pundak Yuna membuat Yuna tersentak kaget. " eh bebek beranak- bebek beranak. " latah Yuna.
" ihh kak Raka gapain sih lo ngagetin gue" ujar Yuna mengelus elus dadanya. yap yang menepuk bahu Yuna adalah Raka dan di belakang nya ada dua pengawal siapa lagi jika bukan Vano dan Noan yang sedang menahan tawa hingga muka mereka memerah.
sedang kan Raka jangan di tanya dia sendiri mendapat omelan panjang dari Yuna.
" udah deh Yun nga usah ngomel juga napa " ucap Raka.
" ya udah kalian buat apa kesini" tanya Yuna.
" kita mau jenguk si Arian. ada kagak. ?" tanya Vano.
" ada tu sama si SC " ujar Yuna ketus.
'Sc, seru mereka serempak dan di jawab anggukan oleh Yuna.
" siapa?" tanya mereka serempak.
" itu si sekretaris Centil" ucap Yuna masih dengan nada ketus.
" jadi ceritanya lo cemburunih " goda Raka mencolek colek dagu Yuna.
" jangan colek colek sebwlum gue potong tu tangan." ucap Yuna menepis kasar tangan Raka.
" ya udah gue ketok dulu nih pintu " tambah nya lagi kemudian mengetok pintu ruangan Arian dengan kasar . setelah terdegar sahutan dari dalam Yuna pun masuk diikuti ketiga pengawal nya.
" pak , ini ketiga your cecunguk frend mau jenguk katanya minta jatah bulanan ama bapak . buat di kasih ke selir nya. kalo gitu saya pamit dulu" celoteh Yuna unfaedah tanpa menatap ke arah Arian. Yang menatap nya.
" ya udah bapak bapak cecenguk ane mau pamit dulu" tambah Yuna lagi kemudian hendak pergi meninggaal kan kaliama orang yang ada di sana termasuk si Sc.
Seketika lang kan nya terhenti dan berbalik kebelakan lalu berkata " dan jangan lupa tip nya soal nya gue ngak di kasih duit ama ortu " ucap Yuna kemudian meninggal kan ruangan tersebut.
yang mendwngar hanya outo geleng- geleng kepala dengan sikap Yuna. karena mereka tau Yuna sedang dalam suasana hati tak tenang. bisa bisa jika dalam ke adaan seperti ini dulu dompet Raka yang jadi korebannya dan sekerang. akan kah dompet Arian mengalami krisis Ekonomi......????
**hy kakak...kakak... adik... adik...jangan lupa like nya juga rajin rajin komen nya biar aku makin syemangat nulis
__ADS_1
seee you**...