
Huh....
Yuna menghela nafas berat. Kemudian ia mengambil handphond nya di saku kemeja.
16.30 karyawan sudah pulang kantor sejak setengah jam yang lalu. Disana hanya tinggal dia dan si sekretaris centil atau sekretaris Ara. yang sibuk memoles wajah nya dengan make up.
" bisa bisa gue ketularan centil nya dia nanti. kalo lama-lama deketan ama ni orang" gumam Yuna yang merasa suntuk.
' krek...
Suara pintu terbuka memperlihatkan empat orang laki - laki gagah nan tampa. Entah apa yang mereka bicarakan sampai berjam jam. Dan menyuruh Yuna untuk menunggu. Yuna yang telah kelelahan akibat menunggu berjalan di depan ke empat laki- laki itu.
Tau lah menunggu itu melelah kan sama hal juga dengan Yuna antara kelelahan dan kesal.
" Yun, kok lo jalan di depan bos lo sih ngak sopan tau" ucap Raka.
" ngak ada yang nama nya boss di sini, ini udah lewat jam kantor. seharus nya sekarang aku lagi mendi, tidur tiduran, main ama keponakan la sekarang malah kejebak sama kalian. sungguh mengenaskan nasib ku " gerutu Yuna. membuat semua nya terkekeh geli.
" oooo iya karena kalian semua ada di sini. aku mau minta ganti rugi atas waktu aku yang udah kebuang sama kalian. " lanjut Yuna tersenyum misterius ke arah empat laki - laki itu.
Sedang kan Raka yang sudah tau apa yang akan terjadi pun segera membuat alasan agar terhindar dari prosesi dompet tipis.
" aduh perut gue sakit gue pulang dulu ya " seru Raka memegang perut nya berpura pura sakit. dan segera meninggal kan sahabat2 nya dan sepupunya itu sebelum mereka menyaut.
" heh, kak lo mau kemana jangan kabur" teriak Yuna kesalmelihat ke arah Raka.
saat ia melihat ke samping ternyata hanya tinggal Arian seorang disana.
dasar seten setan bengek gue penyek lo semua .
Huh.... Yuna menghela nafas berat. Bagi nya hari ini adalah hari terberat yang pernah ia lalui entah karena perasaan nya yang campur aduk atau pekerjaan nya yang terlalu banyak.
" sudah ayo pulang nanti kamu bisa beli apa aja yang kamu mau" ucap Arian kemudian menggandeng tangan Yuna masuk ke mobil nya.
" terus mobil ku gi mana " tanya Yuna.
__ADS_1
" tenang aja mobil nya udah di bawa pulang sama mang dadang." jelas Arian yang baru masuk ke dalam mobil.
gunung es mulai mencair. batin Yuna.
Yuna merasa mata nya sangat berat. ia mencari posisi yang nyaman. tak butuh waktu lama ia sudah terlelap.
Arian menoleh ke samping. baru sebentar Yuna sudah terlelap pikir nya. ia kemudian melajukan mobil nya kekediaman Anand.
Sesampai nya di rumah Yun tak kunjung bangun ia hanya menggeliat.
" apa dia terlalu lelah sampai tidur nya nyenyak di dalam mobil " gumam Arian menatap Yuna.
Ia lalu tirun dan membuka kan pintu mobil tempat Yuna tertidur lalu mengangkat nya memasuki rumah.
Semua keluarga sudah berkumpul di ruang tamu hanya Arian dan Yuna lah yang belum ada di sana.
" eh, Rian, Yuna nya kok tidur" tanya mama Raza saat melihat anak nya menggendog Yuna ala bridal style .
" kayak nya dia ke capean ma " sahut Arian.
sesampai nya di kamar Arian menidurkan Yuna di atas kasur lalu melepas kepatu nya. setelah itu ia duduk di samping rajang memandang wajah Yuna.
cantik. itulah yang ada di benak Arian.
tangan nya tergerak untuk memainkan pipi chubbi Yuna. Dia mengelus lembut pipi tersebut.
" entah kenapa saat bersama mu aku merasa damai, nyaman , gugup , dan senang. apa aku sudah mencintai kamu? sudah dua tahun setengan pernikahan kita. tapi aku hanya tinggal dengan mu baru enam bulan. dengan sikap kamu yang kadang lembut, juga pecicilan. aku merasa nyaman. aku akan berusaha mencintai kamu dengan tulus sampai akhir hayat ku " ucap Arian panjang lebar. lalu mencium kening , kedua kelopak mata, hidung, dan terakhir ia mencium sekilas bibir Yuna.
Lalu ia berjalan ke kamar mandi membersih kan diri.
♧♡♧♡♧♡
Keesokan hari nya Yuna merasa selutuh badan nya lengket. lalu ia bergegas membersih kan diri. setelah membersihkan diri nya ia baru sadar jika ia hanya sendiri di kamar nya.
setelah menggan ti pakaian nya dengan setelan kantoran. ia pun keluar dari kamar nya dang bergabung untul sarapan.
__ADS_1
" selamat pagi mama, papa semua" seru Yuna.
" pagi" jawab semua serempak.
" Yun, Arian mana ?" tanya Raza
" tadi pas aku bangun aku ngak liat mas Arian ma" sahut Yuna .
Kemudian terlihat Arian yang bari turun dengan jas kantor nyan.
tampan. batin Yuna kemudian buru buru ia melihat ke arah lain.
" pagi semua " sapa Arian
" pagi " sahut serempak
Setelah selesai dengan acara sarapan Arian memulai pembicaraan nya.
" ma, pa aku dan Yuna bakalan pindah kerumah kami hari ini" ucap Arian.
" kok buru buru Rian ngak kecepatan kalian pindah Rumah nya kan mama masih pengen menghabiskan waktu bareng menantu mama" ujar Raza.
" ma, Yuna janji Yuna bakalan sering sering berkunjung ke sini. " ucap Yuna kemudian memeluk Raza.
" iya sayang kamu harus sering sering ya berkunjung ke sini biar mama ngak kesepian dan kalo Arian nyakitin kamu. kamu bilang sama mama biar mama hukum dia" ujar Raza kemudian memeluk erat sang menantu.
" ia ma kalo gitu kita berangkat ya " ucap Yuna.
Mereka pun pamit kepada semua angota keluarga .
**Hy hy readers maaf ya up nya lama plus dikit. soal nya author sedang ada kesibukan. Nanti kalo kesibukan outhor udah berkurang outhor bakalan up banyak
janga lupa like komen and love nya ya
see you**
__ADS_1