
Yuna terlihat tak bersemangat karena hari ini ia akan menikah. "apa yang harus ku lakukan aku tak mencintai dia dan juga tak mengenal dia apa dia tampan atau jelek entah lah aku harus bersabar kalo bukan karena papa mengencamku seperti itu aku tak kan pernah setuju untuk do jodohkan apa lagi tanpa cinta oh ya ampun" gumam nya dalam hati.
Dia terlihat cantik memakai baju pengantin tersebut. tukang rias pun sudah sampai setelah menata rambut nya waktunya dia untuk merias wajahnya,"mbak, riasan nya yang natural aja ya saya ngak suka jika riasan nya tebal" ucap Yuna
tukang rias itu hanya mengangguk kan kepala nya.
" sayang kamu cantik banget hari ini " ucap mamanya sambil melihat wajah Yuna di cermin.
"Yuk udah waktu nya turun calon kamu udah sampai loh dari tadi" tambah mamanya lagi,Yuna hanya membuang senyum ke arah mamanya.
Yuna turun dengan di dampingi oleh Mama dan kakak iparnya semua kerabat dekat atau jauh berkumpul juga tak lupa sahabat dan rekan bisnis juga mereka undang. Walaupun pernikahan di lansungkan secara sederhana tapi terlihat elegan. Yuna melihat seorang lelaki tampan memakai jas berwarna putih dan seorang penghulu di depan nya." apakah dia yang akan di jodohkan dengan ku untung aja ganteng kalo ngak matilah aku " gumamnya dalam hati.
setelah ijab qobul semua tamu undangan menghampiri mereka dan memberikan ucapan selamat atas pernikahan mereka, tak lupa juga para sahabat Yuna yang datang jauh jauh dari jakarta ke bandung untuk menyaksikan pernikahan nya. " Yun selamat ya akhirnya jomblo mu berakhir kita pikir kamu bakal jomblo se umur hidup " ucap Ani pada Yuna dan seketika mereka berempat tertawa.
"makasih ya kalian udah nyempetin waktu buat datang kesini jauh jauh dari jakarta ke
bandung" ucap Yuna sambil memandang sahabat nya. setelah itu giliran Raka yang memberikan ucapan selamat pada mereka"Arian , sekarang gue serahin adik gue ke lo, lo jaga dia baik baik ya "ucap Raka sambil memandang ke arah Arian sedangkan Arian hanya membalasnya dengan seyuman yang dingin . " dan kamu Yun semoga bahagia ya sama dia" tambah Raka dan memeluk Yuna.
"makasih ya kak " ucap Yuna singkat. Setelah acara selesai mereka pun membersihkan diri. Yuna terlihat kelelahan dan dia pun tidur dengan membelakangi suaminya, " ya ampun aku ngak nyangka bakal nikah sama es balok kayak dia ya walaupun dia sebenarnya ganteng tapi kenapa sih jodohku dia kenapa ngak yang lain huh" gerutu Yuna dalam hati dan perlahan mulai memejamkan mata nya.
●●●
__ADS_1
Hari sudah mulai pagi Yuna harus bangun lebih awal karena setelah beraktivitas seperti biasanya sekarang ia sedang berkemas kemas setelah itu membantu mama dan mama mertua nya di dapur ya karena nantinya dia juga harus menyiapkan kebutuhan suami nya.
" pagi mama, tante "ucap Yuna sambil menurun tangga " kok masih panggil tante sih sekarang kamu manggil tante mama ya seperti kamu manggil mama kamu anggap aja tante mama kamu" ucap Mertua nya tersebut "iya tan...eh mama" Yuna berjalan menuju arah lemari pendingin dan mengambil buah buahan.
" nak, Arian udah bangun belum kalo belum kamu bangunin gih sana " ucap mama mertuanya ." iya ma " sahut Yuna.
"ih .. kenapa sih harus bangunin dia ... eh kok orang nya ngak ada ya pasti udah bangun yaudah deh aku turun lagi aja " gumamnya dalam hati dan melangkah pergi meninggal kan kamar.
"gi mana udah bangun " tanya mama raza (alias mama mertuanya)
" udah ma " sahut Yuna. Dan setelah mereka selesai sarapan waktu nya untuk bersiap siap untuk pulang ke jakarta.
Sedangkan Arian hanya membalasnya dengan senyum."Raza aku nitip anak ku ya " ucap mamanya pada mertuanya dan merekapun akhirnya berpelukan." tenang aja Mita aku akan jagain dia seperti anak aku sendiri" ucap Mama Raza dan membalas pelukan dari mama Mita.
dan merekapun akhirnya berangkat pulang ke jakarta Yuna dan Arian mereka satu mobil sedangkan mama dan papa Arian berada di mobil yang lain. Suasana di dalam mobil yang Arian dan Yuna tempati hening tak ada suara apa pun.
Tak butuh waktu lama bagi Arian untuk sampai ke jakarta karena dia melajukan mobil dengan cepat.
●●●
Sesampainya di Rumah Yuna dan Arian turun mereka di sambut dengan hangat oleh para Art di rumah tersebut tak lupa juga Kakak ipar Yuna menyambut mereka.
__ADS_1
"Kamu Yuna ya ya ampun kamu cantik banget deh " ucap Keisya memuji Yuna. " makasih kaka juga cantik kok" balas Yuna."ah, kamu bisa aja deh" ucap Keisya terkekeh." yuk kakak tunjukin kamar kamu" tambah nya lagi. Dan dia menarik Yuna ke dalam kamar tersebut yang ada di atas.
sedangkan Arian sudah masuk terlebih dulu, " yaudah kalian berduaan aja ya di sini aku mau keluar dulu" ucap Keisya sambil pergi meninggal kan mereka.
"kamu boleh tidur di mana pun yang kamu mau " ucap Arian yang acuh tak acuh setelah mengambil kopernya dan pergi meninggal kan Yuna di dalam kamar tersebut. "kok dia tu kayak gitu sih ngak punya hari apa main tinggal tinggal aja ...o iya aku siapa dia juga ya. kita cuma di jodohkan jadi aku anggap aja pernikahan itu ngak pernah terjadi" seru Yuna dalam hati dan membuang nafas nya dengan kasar.
●●●
Lalu beberapa jam kemudian mertua Yuna kembali , sedangkan Yuna dan Keisya sedang berada di dapur menyiapkan makan malam untuk mereka nanti." Keisya,Yuna! Arian mana" tanya Mama mertuanya itu." ini ma mas Arian udah pergi dari tadi bawa koper" sahut Yuna.
" apa bawa koper , ini anak ngak ada mikir mikirya istrinya di sini dia malah ke sana " gerutu mertuanya kesal akan anak nya itu. " kamu jangan ambil hati ya Yuna soal nya emang dia orang nya gitu acuh tak acuh ditambah lagi muka dia datar kayak es balok ngak pernah terlihat senyum di wajah nya kamu yang sabar ya" ucap Keisya pada Yuna." ngak papa kok mungkin dia ada urusan mendadak makannya harus pergi" seru Yuna.
Setelah makan malam keluarga itu berkumpul di ruang tamu di sana ada suami kaka ipar nya , kakak iparnya dan mertuanya. " Yun kamu udah punya kerjaan" tanya suami kakak ipar nya.
" udah kok aku udah lamar kerja jadi sekretaris di perusahaan Ana'd enterprise" sahut Yuna padat jelas,"oh jadi kamu ngelamar sebagai sekretaris du kantor pusat bagus tu papa setuju banget selain kamu kerja di kantor pusat mamu juga kerja bareng sama suami kamu" seru papa mertuanya yang tengah menikmati kopinya. " iya sayang kamu bakalan kerja bareng suami kamu, tapi kamu mau ngak jadi direktur aja ya kan pa " tambah mama mertuanya tersebut sambil menepuk lembut pundak Yuna. " iya bener tu kalo gimana kamu mau" seru papa mertuanya lagi." ngak usah pa aku mau jadi sekretaris aja dengan usaha aku sendiri tanpa bantuan dari kalian, bukannya aku ngak menghargai tapi aku pengen berjuang dulu" ucap Yuna yang membuat mertuanya bangga.
"pemikiran kamu memang dewasa banget mama bangga deh sama kamu " ucap mama mertuanya. " o iya Yun Arian sekarang udah berangkat ke london dia menetap di sana selama dua tahun kamu ngak papa kan"tambah mama mertua nya lagi. Yuna hanya membalas nya dengan senyuman. " jadi mulai besok kamu bakalan bekerja di sana ya kalo gitu papa pergi dulu " ucap papa mertuanya dan kemudian berjalan meninggal kan ruang tamu. merekapun akhir nya masuk kekamar masing masing untuk ber istirahat.
Keesokan hari nya Yuna berangkat dengan mobil pribadi ke kantor. " permisi saya sektetaris baru pak Arian ruangan nya di mana ya" ucap Yuna, " oh jadi mbak sekretaris baru mbak bisa jalan lurus terus naik lift sampai lantai empat di sana terus mbak belok kanan itu ruangan mbak" jelas resepsionis tersebut.
"untung aja ngak penuh " ucap Yuna pada diri sendiri. Yuna melewati hari pertamanya bekerja dengan ceria karena ia senang bisa bekerja di perusahaan impian nya dan di terima sebagai sekretaris.
__ADS_1