
Malam hari ini adalah malam pesta ulang tahun pernikahan Keisya dan Andra . semua keluarga sudah berkumpul di salah satu aula hotel bintang lima. tapi Yuna dan Arian tak terlihat batang hidung nya sedikitpun.
" za Yuna sama Arian mana kok ngak keliatan " tanya Mita pada Raza karena se dari tadi tak melihat sang anak dan menantu. "iya aku juga lagi liat liat mereka tapi ngak ketemu ketemu apa belum sampai ya" ucap Raza bingung
dan kembali lagi di kediaman Keluarga Anand. kedua pasangan tersebut masih berada di dalam kamar nya.
" duh cepetan dong di tarik nya"
" iya tunggu sebentar kenapa"
" iya coba kamu masukin aja dulu"
" gi mana mau masukin nya ini aja ke sangkut"
" ya kamu tarik ke bawah"
" kan aku udah bilang ini nya ke sangkut kalo rusak ngak papa kan"
" iya ngak papa , cepetan udah apa belum sih"
" ini resleting nya ke sangkut di bra kamu gimana mau lepas" ucap Arian yang ke susahan membuka resleting baju Yuna.
ya walaupun sekarang muka Yuna semerah tomat tapi ia tetap berusaha untung tidak salah tingkah.
" ya udah di gunting aja biar cepat" ucap Yuna gugup. " ya udah mana gunting nya " tanya Arian santai. " itu tuh di atas meja kamu ambil" ucap Yuna menunjuk dengan dagu nya.
__ADS_1
setelah mengambil gunting di atas meja Arian segera menggun ting bagian baju Yuna yang tersang kut dengan bra nya.
bagian yang telah digunting pun selesai terlihat punggung Yina yang putih bersih sehingga membuat Arian gugub sekali gus deg degan denga apa yang di lihat nya itu.
merasa telah selesai Yuna membalikkan tubuh nya hinnga tatapan meraka bertemu . Yuna dan Arian sama sama salah tingkah. Yuna berlari ke arah lemari setelah mengambil gaun lain iya memasuki kamar mandi dengan terburu buru dan menutup pintu kamar mandi dengan kasar.
omg jadi dari tadi dia liati aku terus oh my god oh my god ihh malu banget deh . membatin nya sambil menutup wajah nya dengan kedua telapak tangan nya.
tak beda jauh dari Yuna Arian juga merasa malu sekaligus deg degan dengan apa yang di lakukan dan di lihat nya tadi. Bagai mana tidak kulit putih bersih mulus itu terlihat sangat indah semua yang melihat nya pasti akan terpesona dengan peman dangan itu.
Sedang kan di kamar mandi Yuna sudah selesai memakai gaun nya ia terlihat cantuk dengan dres panjang berwarna merah padam di padukan dengan heel heels berwarna hitam.
' cantik itu lah yang ada dalam benak Arian sekarang saat memandang Yuna yang keluar dari kamar mandi.
" ayo " ujar Yuna seketika membuyarkan lamuman Arian dan tampak salah tingkah.
Sesampai nya di sana mereka ikut bergabung dengan para otang tua. " kalian kemana saja kok lama sekali" tanya Raza mengintrogasi sang anak dan menantu.
" biasa lah ma perempuan dandan nya lama" ujar Arian santai sedang kan Yuna sedari tadi memelotot kan mata nya ke arah Arian yang acuh.
" dasar laki laki emang bisanya cuma nyalahin perempuan aja" kesal Yuna saat mendengar jawaban Arian yang se akan menyalah kan nya.
" memang benar bukan" seru Arian. Dan saat vek cokan akan di mulai dengan segera Yuna di tarik oleh sang mama dalam pelukan.
" yun mama kangen banget sama kamu" ujar Mita memeluk eret sang anak ." iya ma Yuna juga kangen sama mama" sahut nya membalas pelukan sang mama.
__ADS_1
" ouh iya papa mana ma kok ngak kelihatan " tambah nya lagi sambil celingak celinguk tapi tak menemukan sang papa. " Kenapa kangen papa" sahut Rendra dari arah belakang. Seketika wajah Yuna berbinar binar senang.
" papa " seru Yuna berhambur memeluk sang papa yang dari tadi merentang kan tangan nya.
" kangen banget ya sama papa " tanya sang papa sambil mengelus lembut ke pala sang anak. Yuna hanya mengangguk.
" ya udah. udah cukup belum ngedrama nya yuk kita duduk dulu ada yang mau kami bicara kan dengan kalian" ujar sang mama ke mudian bernjak pergi ke aarah meje bundar tersebut.
" emang ada apa ma " tanyaa Yuna heran. " gini , waktu itu mama Raza pasti udah kasih tau kalian kan kalo kami pengen cucu" jelas sang mama menekan di ujung kata nya. " ingat kata Cucu ok " tambah nya lagi dengan penuh penekanan.
" ok, tapi kan mama juga tau kalo produksiin cucu tuh butuh proses ya jadi kalian harus sabar ok" ujar Yuna cengesan. sedang kan para orang tua hanya mangut - mangut .
"dan kami akan pindah rumah sebualn lagi" tambah Yuna. " kok kalian cepet banget pindah nya" tanya Raza lesu.
" mama tenang aja nanti kami juga bakal sering mengunjungi kalian . Seperti yang di katakan Yuna buat Cucu itu butuh proses" jelas Arian menekan di akhir kata nya.
" terserah kalian saja" ujar Raza.
hah kangen banget sama tiga mommy muda sama tiga poppy muda itu apa mereka sudah datang ya ,,, batin Yuna Rindu terhadap para sahabat centil nya itu yang sekarang sudah menggelar sebagai mommy muda.
**Hay hay Readers tersayang jangan lupa ya like ๐,komen๐, subscire love nya โค ya biar outhor tambah semangat ngetik nya.
Juga outhor mau promosi Novel ke dua outhor judul nya Nona & Tuan muda jangan lupa mampir ya
see you
__ADS_1
kiss dari outhor๐๐๐**