
Sesampai nya di rumah Yuna segera memasuki kamarnya dan membersihkan diri, setelah itu dia merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur nya. tanpa di sadari Yuna pun tertidur pulas.
pagi- pagi Yuna sudah bangun dan melakukan sedikit olah raga, Yuna mengajak Raka dan Rika untuk joging bersama. Mereka akhirnya sampai di taman dan kemudian ber istirahat karena merasa sedikit lelah.
tanpa di sengaja Debi lewat di depan taman tersebut. Raka pun memanggilnya,"Debi" Raka memanggil Debi dan terus beranjak dari tempat duduk lalu mengahampirinya.
"eh, Raka kamu juga di sini sama siapa?,, " tanya Debi sambil melihat kanan kiri
"ini aku tadi lagi joging sama Yuna dan Rika baru bentar aja udah bilang capek jadi kita duduk ditaman " ucap Raka menjawab pertanyaan nya Debi ."ouh, terus mereka mana" ucap Debi yang sedang memperhatikan sekeliling taman tapi tak menemukan keberadaan Yuna dan Rika.
tiba-tiba suara handphone Raka berbenyi.
Raka mendapat pesan dari Yuna. "hehe" Raka terkekeh setelah melihat pesan tersebut.
" eh kamu kenapa senyum senyum sendiri" ucap Debi penasaran " ngak kok mau lanjut joging ngak " Ucap Raka dan mereka pun melanjutkan joging mereka sedangkan Yuna dan Rika mereka mengawasi mereka dari kejauhan .
" kita pulang aja yuk aku bosan ngeliat mereka terus, aku tersiksa karena aku jomblo" ucap Rika yang sentak membuat mereka berdua tertawa dan mereka pun pulang dan bersiap-siap untuk berangkat ke kampus karena hari ini ada pelajaran yang penting.
Yuna telah sampai di kampus dia pun bergabung dengan teman teman nya tapi mereka kekurangan seorang sahabat yang tidak lain adalah Debi.
" Guys, Debi mana " ucap Citra ,"nga tau kagak keliatan batang idung nya dari tadi" ucap Ani sambil melihat sekeliling " ah, gue tau dia pasti lagi sama Kak Raka " seru Yuna " apa " ucap Ani dan Citra yang serentak kaget karena mereka pikir Debi tak kan mudah jatuh cinta lagi sebab dulu pernah patah hati.
"ngak usah kaget gitu kali" ucap Yuna " gimana ngak kaget Debi tu orang nya susah buat jatuh cinta sama seseorang" seru Citra,
"apa , kenapa bisa kayak gitu " ucap Yuna bingung." ini ya gue jelasin dia tu pernah punya pacar waktu itu tapi pacarnya malah ninggalin dia pas lagi sayang sayangan dan dia sakit hati pada pacarnya hingga susah buat mencintai seseorang gue takut nanti dia tersakiti kembali" ucap Cintra cemas akan sahabat mereka
" tenang aja kak Raka tu orang nya baik setia lagi dia ngak bakal sakitin perasaan cewek " Yuna menenangkan sahabatnya itu yang sempat panik .
akhirnya merekapun masuk ke ruang mereka
__ADS_1
Bel sudah berbunyi pelajaran hari ini sudah usai Yuna pun pulang dengan Rika sebab Raka harus kekantor karena ada urusan yang mendesak.
"kak, habis ini mau lanjutin S2 nya di mana " ucap Rika memecahkan keheningan di dalam mobil. " ngak tau, pengennya sih keluar negeri tapi karena Papa udah nentuin perjodohan jadi aku ngak bisa" ucap Yuna yang tiba tiba kehilangan semangatnya " terus kenapa kak Yuna ngak tolak kan bisa" seru Rika.
"ngak mungkin buat nolak perjodohan ini karena Papa itu kalo udah mutusin yang A maka ngak bakalan beralih ke yang B " Yuna merasa kesal saat memikirkan perjodohan ini.
sesampainya di rumah dia lansung merebahkan diri ke atas tempat tidur dan tertidur pulas.
●●●
tak terasa hari berlalu begitu cepat Raka dan Debi semakin dekat di hari pernikahan Ani pun mereka berdua menagkap buket bunga yang di lemparkan oleh pengantin wanita tersebut.
" ciee cieee kayak nya ada yang bakal nyusul nih ya " ucap Yuna menggoda sahabatnya nya tersebut " ihh apaan sih " Debi tersipu malu. sedangkan Raka hanya terkekeh mendengar ucapan adik sepupunya tersebut. " ngak usah malu malu gitu kali" seru Citra yang berada di kejauhan lalu mendekat ke arah mereka dengan menggandeng tangan Vano yang tak lain adalah suaminya.
" Citra, gue pikir lo ngak bakalan datang hari ini" ucap Debi " masak sih gue ngak datang kan hari ini pernikahan sahabat kita. Gue ngak sejahat itu kali " ucap Citra. " yaudah kita kesana yuk foto foto bareng biar jadi kenangan saat kita udah pisah nanti nya " ucap Debi" oke deh , mas aku kesana duluya " ucap Citra pada Vano dan Vano hanya membalas nya dengan senyum.
●●●
"Van, gimana " tanya Raka kepada Vano yang sedang berpikir keras " gimana apanya gue udah coba hubungin dia tapi kagak pernah keliatan batang idungnye " gerutu Vano kesal
" ngak usah kek gitu kali dia tadi udah ngabarin gue katanya 4 bulan lagi baru balik ke indonesia" seru Noan yang berjalan mendekat kearah Vano dan Raka " kita berempat tu udah sahabatan dari kecil cuman dia yang ngak pernah hadir di acara pernikahan kita " ucap Vano kesal pada salah satu sahabat nya itu.
'kau adalah hatiku ' terdengar suara ponsel Vano berbunyi yang berarti ada orang yang sedang menghubunginya lalu Vano menatap kearah layar ponsel nya itu benarsaja di sana tertulis 'Arian memanggil " nah ini baru telpon " gerutunya sambil menjawab telpon nya itu.
[" Baru ingat lo ama gue " ucap Vano
[ " maaf gue ngak sempat datang ke acara pernikahan lo karena di sini banyak banget yang perlu gue urus" ucap Arian.
[" yaudah ngak papa gue maafin " ucap vano yang mengernyitkan dahinya dan menatap ke arah ponselnya.
__ADS_1
"Ni anak napa ya kok main putus putusin aja sikap dingin dia tu melebihi kita deh ekspresi datarnya udah kelewatan" ucap Vano yang masih kesal .
"udah biarin aja dari kecil dia tu emang kek gitu kayak es balok ngak pernah senyum apalagi ketawa" seru Noan sambil menenangkan Vano .
dam merekapun melanjutkan pembicaraan mereka dengan masalah bisnis.
Acara sudah selesai semua tamupun sudah bubar. Yuna juga sudah merasa lelah dan sesampainya dirumah dia memilih untuk berenang dengan Rika karena seharian berada di tempat acara tersebut .
●●●
Raka mengantar Debi pulang kerumah nya tapi sebelum Debi sempat keluar dari mobil Raka menarik tangan Debi dan mendekatinya " Debi sebenarnya aku suka sama kamu kamu mau jadi pacar aku" ucap Raka yang membuat muka Debi seketika memerah " aku... ak.. mau " ucap debi dan mereka pun berciuman ," aku janji sama kamu aku bakal melamar kamu ketika kita sudah wisuda, kamu maukan jadi istri aku" ucap Raka yang membuat Debi salah tingkah. merekapun berpelukan entah apa yang dirasakan Debi sehingga meneteskan air mata kebahagiaan dalam pelukan Raka.
●●●
Hari ini adalah hari penting bagi Yuna dan sahabatnya karena ujian ini dia akan menentukan kelulusan mereka dan prestasi yang di capai. Yuna termasuk salah satu murid yang pintar dengan prestasi yang bagus. itupun tak lepas dari kerja keras dan usahanya untuk mendapatkan apa yang dia impikan.
ujian telah selesai setelah beberapa hari kedepan nya akan di umumkan hasil nilai ujian terakhir.
"ini kan hari libur jadi gimana kalo kita piknik keluarga aja ajak juga kak Debi biar seru" usul Rika karena merasa bosan terus berada dirumah dan hanya bermalas malasan
"ide bagus tu mama setuju tapi papa ngak ada gimana" ucap tante Devi
" ngak papalah tan kita bakal punya satu tambahan keluarga baru" ucap Yuna dan membuat tantenya penasaran
" tante ngak ngerti deh maksud kamu" ucap tantenya bingung dan sekaligus penasaran.
" sini tante biar aku ceritain " ucap Yuna tantenya pun mendekat ke arah Yuna " apa " tantenya sempat kaget juga bercampur bahagia. " kalo gitu tante bakal lamar Debi sekarang dan membuat mereka bertunangan lalu kita nikahin mereka setelah selesai wisuda giamana" ucap tantenya karena bahagia mendengar anak nya sudah mendapatkan calon .
Setelah beberapa hari mereka pun berangakat menuju rumah Debi dan menjumpai kedua orang tua Debi, mereka memutuskan dua hari lagi Debi dan Raka akan bertunangan.
__ADS_1