
Tak terasa kehamilan Yuna sudah mencapai 9 bulan. Dan yang lebih menyenangkan lagi Yuna mengandung Baby Twins . menurut HPL 1 minggu lagi Yuna akan melahirkan.
Dan sekarang sang calon ibu Baru itu tengah duduk berselonjoran di sofa dengan kaki di atas paha sang suami, dia menyuruh untuk dipijat.
Sekarang di rumah nya juga ada tamu yang memang di paksa oleh bumil itu untuk tinggal di rumah nya.
Nama nya Adel kata mama nya anak teman dari sang mama.
Disana Juga ada sahabat- sahabat nya, membuat sangat merasa nya bahagia.
Hah, jika di ingat-ingat sudah lama mereka tidak berkumpul. bahkan terakhir kali mereka berkumpul pun sebelum Yuna hamil.
" Yun, kapan lo bakal lahiran?" Tanya Ani sambil membawa nampan berisi Jus apel pesanan sang ibu hamil.
" Kata dokternya sih 1 minggu lagi, mana tau gue kadang anak gue udah ngak sabar mau keluar ya udah sih gue mah terserah aja yang penting gue udah pernah latihan buat lahiran " ucap Yuna acuh dan berbicara secara acakan sambil mengelus perut buncit nya.
" mas pijit nya yang keras dikit napa! " seru Yuna kesal.
'huh...π§ Arian menghela nafas panjang. Sejak Yuna hamil perubahan sang istri membuat nya kalang kabut di tambah ngidam nya aneh aneh.
Membuat kepala Arian serasa mau pecah.Tapi Apalah daya dia juga ikut andil membuat anak nya itu.
Bahkan sudah dua jam ia memijit kaki tangan bahkan mengelus punggung Yuna.
" Sabar Yan emang kayak gitu ujian nya jadi seorang ayah " Celetuk Vano.
" iya kita aja bahkan yang jadi calon paman juga kena kan damprat nya , pasti waktu lo ena ena sama Yuna mikir yang aneh aneh Ya " sambung Raka
Yuna mendengus kesal padahal ia hanya menyuruh raka manjat pohon pinang sama beli batagor, dan harus di bogor kenapa dia kesal.
" Heh, kak kalo ngak ikhlas kenapa lo mau, mas liat tuh Kak Raka Ngak ikhlas ngelakuin nya " rengek Yuna pada Arian seraya mengangkat kaki nya dari paha sang suami.
Arian bernafas lega, kemudian menatap tajam ke arah Raka. " just kidding " ucal Raka.
" Udah sore ni anak gue masih di rumah mama gue cabut dulu ya" ucap Deby kemudian beranjak setelah mendapat persetujuan Yuna.
Dan mereka pun satu persatu pamit. Tinggal lah Arian Dan Yuna di sana. Sedangkan Adel menelpon dan bilang tak pulang malam ini.
Kemudian Arian dikejutkan dengan teriakan Yuna.
" au perut aku sakit" ucap Yuna kemudian mencengkram kuat lengan Arian sembari mengatur nafas.
" kenapa yank, apa sakit banget" tanya Arian panik . Lalu mengelus lembut perut buncit Yuna.
" ah udah ngak " santai Yuna kemudian berjalan menuju kekamar nya dan membersihkan diri di bantu Arian memapah nya.
__ADS_1
πππ
Setelah selesai membersihkan diri mereka pun mengistirahat kan tubuhnya apa lagi Arian rasanya tangan nya mau patah akibat memijat Yuna.
Tepat jam 5 pagi Yuna merasakan Kontraksi yang hebat. Sejak semalam Yuna tidak bisa tidur akibat kontraksi yang datang tiba tiba. Tapi ia tidak membangunkan suami nya entah kenapa ia menjadi pengertian tau suami nya chapek.
Lagi lagi kontraksi itu datang ia tak bisa menahan suaranya .
'Argh.... teriak Yuna saat merasakan kontaksi lagi ia mencengkram erat lengan sang suami.
Membuat Arian terbangun sembari meringis.
"kenapa yang" tanya Arian Panik.
" mas, kayak nya anak kita mau keluar deh" ucap Yuna dengan nafas tersengal-sengal.
Arian segera bergerak cepat kemudian mengganti baju tidur ya lalu memanggil bi Nani membawa segala keperluan Yuna.
Ia segera menggendong istrinya dan menaruh nya dikursi penumpang lalu ia masuk. Saat seperti ini ia takkan bisa fokus menyetir makannya ia menyuruh supir.
Sesampai nya dirumah sakit Yuna di taruh di brankar lalu di dorong menuju ruang persalinan.
Disana dokter sudah siap menuggu pasien.
" tarik napas hembus santai aja bu mengejan bu" ucap sang dokter.
'akh.... teriak Yuna dan Arian bersaamaan saat merasakan sakit rambutnya di jambak.
Setelah perjuangan yang melelahkan dan rambut yang rontok bagi Arian. Akhir nya suara bayi pun menggema di ruangan itu.
"selamat buk pak anak nya laki laki" seru dokter itu kemudian memberikan bayi itu kepada pwrawat untuk di bersihkan.
Dan lagi Yuna merasakan Mulas.
10 menit kemudian tagis bayi kembali menggema.
" Wah selamat Buj, baby nya laku laki lagi" Yuna hanya tersenyum lemah. Bahkan Arian menitikkan air mata antara sakit nya di jambak dan di cakar dan bahagia.
"Mas kamu udah kabarin mama papa" tanya Yuna. Menyadarkan Arian bahwa ia belum mengabari siapa pun. Baru saja ia igin menelpon.
Pintu Ruangan sudah di buka. Oleh beberapa makhluk siapa lagi jika bukan Mama Raza, pamer, Keisya beserta suami dan anak nya dan para-para sohib mereka.
" eh udah datang" seru Arian terkejut
"ya iyalah dasas bocah tengil untung ada bi Nani yang ngabarin kalo ngak kan kelewat moment liat cucu pas Lahir. " Seru mama Raza memukul lengan Arian membuat si empu meringis.
__ADS_1
"Eh gimana rasa nya enak di cakar" ucap Vano.
" yah rasaya enak banget" ucap Arian membuat gelak tawa seluruh Ruangan.
Bebrapa saat kemudian baby twins pun di bawa masuk ke dalam sana.
" nama nya siapa sayang" tanya Mama Yuna yang baru Tiba
" Yang pertama nama nya Abiyya Daffa Anand dan yangbkedua nama nya Yohan Dzakki Anand " ucap Arian
" Wah nama yang bangus" ucap Keisya
"Welcome to the word baby Abian dan Baby Yohan"
Helloπ€ salam hangat dari outhor jarang up ini π§ mungkin dari semua mbak - mbak ' e atau teteh- teteh semua ato adex2 ada yabg kangen sama bang Ar dan Dek Yuyun yang kebetulan sekarang mereka sudah jadi ibu and bapak New
Nah mungkhin ada yang penasaran sama Visual si dedek twins. Ya udah ini Visual nya see you next episode
..
ini Visual dedek nya baru lahir
Ini Dedek Twins nya udah bisa tengkurap
Nah ini udah bisa duduk dedek nya
And Plus for my readers
....πππππππ
semoga puas Ya
jangan lupa mampir kenovel ku yang lain
__ADS_1