LUKISAN SENJA

LUKISAN SENJA
Ketika senja Berlalu


__ADS_3

Mentari memerah di ufuk timur, riuh dedaunan bergesekan diantara ranting dan dahan. Senandungkan nyanyian yang sulit ku pahami.


Helai helai daun tua berguguran. Mentari sempurna tenggelam. senja membayang disini.Ku hampiri dinding sebelah kiri kamarku. Lukisan milik Prass masih tergantung di sana. Perih menoreh kembali ke dasar kalbu. Lukisan itu di buat sendiri oleh Prass.Hadiah Ulang tahun terindah Untuk ku saat itu.


pada sebuah pameran lukisan ku menikmati sebuah lukisan perempuan dengan rambut berombak, duduk menghadap pada rumput hijau yang luas terbentang di hadapannya. Aku terpesona dengan suasana ini. Aku berpikir lukisan itu menggambarkan sepi yang tak berkesudahan. Ada haru yang tiba tiba tiba saja menyusup ke dasar hati.


Terlalu lama kunikmati lukisan itu. Hingga tanpa kusadari seorang telah berdiri di sisi kananku.


Ternyata dia juga sedang menikmati objek yang sama.Saat aku membalikkan tubuh aku hampir saja menubruk nya. Dengan terbata bata aku berkata...


"maaf Kak... saya enggak melihat ada orang " ucapku.


"Iya Tak Apa apa, santai Aja ", balasnya.


Dia kelihatan ramah.


Kemudian dia kembali Bertanya


" Sendiri Aja? "


"Iya" jawabku singkat.


Dalam hati aku berkata , selamanya aku memang selalu sendiri. dan sendiri adalah teman hidupku.

__ADS_1


Ketika Aku beranjak ingin meninggalkan ruang pameran itu, kembali Ia bertanya


"mau kemana"? ucapnya lagi


Dengan agak terheran heran aku menjawab


" pulang"kembali jawaban singkat ku lontarkan padanya.


"Oh Iya" balasnya sambil tersenyum


"manis juga senyum itu " batinku.


Tak ingin tenggelam dengan suasana ini. Aku bergegas beranjak pergi.


Siang ini terik telah memuntahkan garangnya di belantara bumi, ku pacu langkah menyusuri koridor menuju ruang pameran kemarin. Kuingin memiliki lukisan yang terpajang didinding galeri itu. Alhamdulillah untuk bulan ini aku masih memiliki sisa gajiku.


Sesampai disana aku langsung menuju lukisan itu, Sesaat ketika aku mulai menikmati dan ingin memesan nya. Tiba tiba lelaki yang kemarin kutemui juga berada di sana, juga sedang menikmati lukisan itu. Sedikit terkesiap ku anggukan kepala padanya. Ia senyum dan berkata


"Kamu kembali lagi? "


"Iya " jawabku singkat dan kurang suka pada pertanyaan itu.


lalu ku lanjutkan bertanya Padanya

__ADS_1


"Memang kenapa kalau saya balik lagi? ,"


"Eh enggak apa apa kog," jawabnya rikuh


"Ya sudah kalau gitu. " balas ku


Kulihat dia tersenyum memahami kejengkelanku padanya. Dalam hati aku mengutuk dan berkata sendiri "Sok Akrab, aku bicara ketus malah dia tertawa, dasar manusia aneh.


Tak ingin berlama-lama dengan suasana yang membosankan itu, aku segera menemui salah seorang seksi stand untuk memesan lukisan tersebut.


Tapi ternyata aku kaget setengah mampus.Dia mengatakan Bahwa Lukisan itu telah di pesan oleh seseorang sambil menunjuk ke arah lelaki yang telah membuat aku kesal tadi.


Ku arahkan pandangan kepadanya, tentu pandangan yang kesal bercampur marah.


"Maaf Mbak hanya telat sedikit saja, beliau telah memesan nya terlebih dahulu. " ujar seksi stand padaku .


Lelaki itu kembali mendekati ku sembari berkata


"Seharusnya jika kamu punya keinginan buat memilikinya kenapa enggak dari kemarin saja di pesan".


" Kamu sudah terlambat, sudah kedahuluan saya"


lanjutnya.

__ADS_1


Aku menatap geram pada lelaki itu. Namun ku tak tahu harus mengatakan apa?. Musnah sudah keinginan ku untuk memiliki lukisan itu.


__ADS_2