
Pasir pantai berkilauan di terpa mentari, cahayanya berpendar di antara sela sela rimbun daun cemara.
Ombak Memecah sepi berlari mengecup lembut bibir pantai. Prass duduk di sebelah ku. Kembali ku amati wajah tampan milik Prass. Mata elang itu menatap jauh ke samudera luas.Sesekali angin bertiup lembut membelai wajah damai miliknya.
Merasa di perhatikan, Prass agak rikuh, Dan membuyarkan beku diantara kami berdua.
"Aluna..., " Prass menyebutkan namaku , getar halus kembali menjalari hatiku.
"Ya ada apa? " jawabku seadanya.
"Aku minta maaf atas kejadian yang lalu Ya? " ucapnya padaku.
sesaat aku terpana dengan kata kata Prass. Heran bercampur bingung kembali merayap di dadaku.
"Aluna, " Prass mengulangi memanggilku.
Agak terbata bata kujawab ucapan nya
"Iya Prass tak apa apa balas ku.
" Jangan di masukin dalam hati, aku saja sudah lupa, "lanjutku berbohong pada Prass.
" Terimakasih Aluna, "Ucapnya kembali.
Aku tersenyum ke arahnya.Senyum yang meluncur begitu saja.
Kembali taman hatiku bersemi, jutaan bunga warna warni bermekaran disana. Namun aku sulit mengartikan semua ini. Aku sulit memahami kehadiran Prass dalam hidup ku akhir akhir ini.
Petang mulai menyapa, ternyata Cukup lama juga Aku dan Prass berada di pantai ini, Berbagai cerita mewarnai kami berdua. Disini aku baru mengetahui ternyata Prass juga sendiri di kota ini.
Sunset jingga terbenam di tengah laut, Senja jatuh di pasir pantai. seekor camar terbang melesat di udara, nengibaskan sayap ikuti tarian angin laut disini.
__ADS_1
Sapa lembut Prass sentakkan ku dari lamunan.
, "Aluna, pulang Yuk,.. "Setengah terkejut kutatap kembali wajah teduh miliknya.
" Mari Prass, sudah hampir magrib "jawabku
Entah rasa apa yang tercipta senja ini, sulit kurasa untuk melukiskannya, yang ku tahu hari ini aku bahagia, hilang sudah semua kebencian tak beralasan ku pada Prass.
Riuh daun cemara oleh tiupan bayu adalah na senandung merdu di hati ku. Aku dan Prass melangkah meninggal kan senja di pantai ini. Ada jejak yang terukir, ada goresan kenangan di sana. Ada berjuta warna warni bunga yang bersemi diS taman hatiku. Perlahan Prass meraih tanganku untuk berjalan disisi nya.Dari kejauhan sayup terdengar nada lembut mengalun, menyanyikan hatiku yang bahagia..... "Bunga bunga Cinta" milik
Ebiet G Ade mengalun mengiringi langkah ku dan Prass senja ini.
Geriap nya seperti sejuta bintang
pancaran matamu bening cemerlang
aku pun terkesima
degup jantungku menggelegar
gelora cinta pun deras mengalir
tak terbendung
Semburat nya seperti cipratan embun
tergambar dalam senyumanmu teduh
ulurkan lah tanganmu
alirkan lah cintamu
__ADS_1
aku terpana tanpa daya
lebih berpacu
mengejar impian
bunga cinta
getar getar cintaku dan cintamu
terwujud lah semua angan angan ku
AKU ADA BERSAMA MU
ENGKAU ADA BERSAMA KU
Malam telah mengantar lenaku pada lelap , serenada biru mengalun mengiringi perjalanan menuju mimpi indah malam ini. Embun menguap membias di kaca jendela. Di langit yang jauh rembulan bercengkrama bersama bintang berbagi gemerlap dan pendarnya jatuh di bumi. Saat hendak beranjak ke tempat tidur. gawaiku berdering. Ku raih gawai, Prass menelpon ku
"Hallo, Assalamu'alaikum Prass. "
ku dahului menyapanya. Dari Seberang sana Prass menjawab...
"Waalaikumsalam Aluna... '. belum tidur? tanyanya padaku.
" Nih sudah mau tidur Koq, "jawabku.
" Iya Aluna, selamat tidur ya, "balasnya dari sana.
Malam ini terasa hilang sunyi yang menemaniku selama ini.
Aku beranjak ke peraduan, jauh di langit malam rembulan tersenyum. serenada terus mengalun menghantar lenaku pada mimpi indah.
__ADS_1
........