LUKISAN SENJA

LUKISAN SENJA
Kesal yang berulang...


__ADS_3

Minggu pagi, Agak lega terlepas dari lelah berhari hari. Sesaat mataku tertuju pada meja rias di kamar. Oh.. tuntutan naluri ku sebagai perempuan telah hampir habis. Bedak, lipstick, pensil alis, make up dll.


Selesai sarapan aku pergi ke Mall di selatan kotaku.


Aku sibuk memilih Segala keperluan ku. Tak lupa juga aku membeli segala macam snack pavoritku. Tanpa aku sadari Troli yang ku dorong sudah penuh.


Kuakhiri belanja ku hari ini. Jika di turutkan pasti animo shopping ku tak kan selesai. Ini penyakit hampir seluruh perempuan.


Saat aku berjalan menuju Kasir, seorang teregesa gesa setengah berlari. Tanpa melihat kanan kiri dia langsung menubruk Troli yang aku dorong. Jelas semua barang belanjaan ku tumpah dan berserakan di lantai Mall. Marah bercampur kaget tak bisa ku hindari. Langsung aku ambil posisi didepan orang Itu. Namun belum sempat ku lihat wajahnya dia sudah berjongkok untuk mengumpulkan barang barangku yang berserakan di Lantai. Kemudian dia memasukkan semuanya ke dalam Troli. Orang yang lalu lalang memperhatikan kami. Tak sabar rasanya aku ingin meluapkan amarahku padanya.


Sambil berujar


"Kamu kalau jalan lihat li..... "


belum selesai aku bicara langsung ucapanku terhenti, aku tercekat setengah tak percaya.


Amarahku semakin membuncah membuncah ketika kulihat wajahnya.


"Hei... Kamu lagi?


Ya Allah Orang ini masih terus mengusikku. Apa. maksudnya?

__ADS_1


Belum Habis rasa kesal ku


Dia berujar" Maaf saya terburu buru. "


"Saya enggak peduli kamu buru buru atau tidak, yang jelas kamu harus pakai mata dong kalau jalan".Ucapku kesal padanya.


" Loh... saya jalan Pakai kaki bukan pakai mata"


Balas nya Asal bicara.


"Huhhhh,.. apa yang harus ku lakukan pada makhluk satu ini? "ini sudah yang kedua kalinya ia membuatku kesal luar biasa. Tak puaskah dia membuat ku marah saat lukisan yang ku sukai telah di rebutnya?


Malah sekarang di buat masalah baru lagi.


" Sekali lagi Maaf ya, Ucapnya tanpa berdosa.


"ini Kartu nama Saya, jika ada barang barang kamu yang rusak hubungi saja saya", ucapnya sembari menyerahkan sehelai kartu ke hadapanku dan kemudian berlalu. Tak tahu harus Bagaimana, kuambil kartu nama itu lalu kuselipkan di dompet ku. Kemudian aku berjalan menuju kasir.


Rasa kesal dan marah ku belum juga reda saat tiba di rumah. waktu itu tepat Adzan Dzuhur berkumandang. Segera ku bangkit Berwudhu dan sholat mungkin dengan ini semua nya Bisa melapangkan Hatiku. Saat ini hanya Robb ku satu satunya tempat ku megadukan segalanya. Aku sendiri, dan entah sampai kapan begini.


Selesai sholat, ku raih semua barang barang yang tadi ku beli. Ku keluarkan satu persatu dari kantongan plastik. "Astagfirullah!!! aku setengah berbisik, Ingin rasanya aku menangis hampir semua kosmetik yang kubeli Pecah dan Patah. Tentu tak dapat lagi di gunakan. Ini semua akibat dari makhluk menjengkelkan kan itu. Seandainya dia berjalan hati hati dan tidak menubruk troliku, mungkin hal ini takkan terjadi. Kembali amarah menguasai Diri ku.

__ADS_1


"Dia harus Bertanggung jawab".


" Ini tak boleh di biarkan"


"Jangan sampai kekesalan ku padanya memuncak ke ubun ubun"


Kuraih gawai yang terletak di meja, dengan penuh kebencian ku tekan angka yang ada pada gawai ku.


Ku berharap panggilan ku akan cepat di terimanya. Akan ku tumpah kan kemarahanku dan meminta ganti rugi padanya.


Benar saja.... panggilanku dijawab.


Marah yang telah kusiapkan langsung ku lontarkan


tanpa basa basi. Ku jejal ia dengan kata kataku agar dia bertanggung jawab atas kesalahannya.


Dengan tenang Ia berkata


"Baiklah saya, akan ganti semuanya. "


"Tolong kamu Buat aja apa saja yang perlu saya ganti, Ok"?

__ADS_1


Jawabnya Tenang.


Sebenarnya Aku bukan tak bisa untuk membeli kosmetik itu lagi. Namun aku hanya ingin membalas sakit hati pada makhluk aneh itu.


__ADS_2