LUKISAN SENJA

LUKISAN SENJA
Hikmah di balik kesedihan


__ADS_3

Baru saja ju rebahkan diri di pembaringan, Gawai di atas meja kembali berbunyi.Nadya istri kak Harrast menelpon ku. Ada apa gerangan, mimpi apa dia?. Dari sana kudengar suara Nadya terisak, membuat ku bertanya tanya.


"Assalamu'alaikum kak", kumulai pembicaraan dengan nya,


Sambil terisak Nadya Menjawab


" Waalaikumsalam Aluna, "masih dengan isak tangis yang aku belum tahu apa sebabnya.


" Aluna, Kamu bisa pulang sekarang? ".Llirih Nadya memohon, seperti nya dinding keangkuhannya yang membatasi antara aku dan kak Harrast sudah Runtuh.!


" Ada apa Kak? "balas ku


"Aluna, Kak Harrast kecelakaan ".ucap Nadya masih terisak.


Deg.... jantungku langsung berdetak kencang.


Ya Allah...... Ujian apa ini?

__ADS_1


Berurai airmataku mendengar kabar buruk ini.


" Ya Allah, selamat kan Kak Harrast, "lirih bisikku dalam hati.


Bergegas ku masukkan Berapa helai pakaian ke dalam tas, Sore ini juga aku harus berangkat pulang, mungkin ini jalan yang membawaku kembali menjenguk kota kelahiran ku. Hanya kak Harrast yang berada di sana,


Tergesa gesa aku menyusuri koridor Rumah sakit . setengah berlari ku baca tulisan disetiap yang kulalui. Ruang Flamboyan, yah disini Kak Harrast dirawat, setelah melalui masa koma tadi malam. Perjalanan satu hari satu malam antara Medan Padang, telah mengubah cerita tentang Kak Harrast yang sudah berhasil melalui masa kritisnya akibat tabrakan beruntun mobil yang dikendarai nya dengan Truck pengangkut material bangunan serta sebuah sepeda motor kemarin siang .


Ku dorong pintu ruangan rawat inap itu, Tak kuasa aku melihat kondisi Kak Harrast yang penuh luka dan balutan. Perih hatiku, Kaki kanan Kak Harrast patah. Ya Allah lemah seluruh sendiku menyaksikan ini semua. Ku peluk Nadya yang terisak menyambut kehadiran ku. Ku dekati kak Harrast yang terbaring lemah. Ku genggam Tangannya, sambil berdoa semoga Allah memberi kan kesembuhan baginya.


"Kak, " bisikku di telinga kak Harrast.


Jemari Kak Harrast bergerak, respon darinya yang belum dapat berbicara. Pilu menjalani sanubari ku.


Kucoba bertanya Pada Nadya, tentang Papa, Mama dan Kak Harris.


Ternyata semua masih dalam perjalanan.

__ADS_1


Dibalik kesedihan yang menyelimuti aku tak Lupa bersyukur pada Allah Karena Kak Harrast masih selamat dari peristiwa itu, meski mengalami luka yang cukup serius.


Pagi beranjak siang, kilau mentari masih berpendar di pelataran Rumah sakit Rasa jenuh mulai menjalari sanubari ku. Lama sekali Papa dan Mama tiba juga kak Harris. Entah rasa rindu atau apa yang saat ini kurasakan. Apalagi melihat keadaan kak


Harrast yang sulit untuk bergerak. Pedih kembali menyusuri ruang hatiku.


Hujan tadi malam masih menyisakan genangan di pelataran rumah sakit, berkilauan saat matahari jatuh berpendar . Angin menyapu wajah ku lewat tiupannya yang menggugurkan dedaunan. Sejenak terlintas kenangan masa kecilku di kota ini. Kota yang memberi kedamaian padaku menghabiskan masa remaja. Semua nya telah jauh tertinggal di belakang ketika saat yang lain ku harus pergi meninggalkan kan kenangan disini.


Aku terkesiap sebuah tepukan halus menyentuh pundakku. "Aluna.... " Suara berat milik Kak Harris membuyarkan lamunanku. Ku balikkan tubuh menuju suara itu. Ku rangkul Kak Harris sambil menangis, Berbagai perasaan muncul saat itu. Kak Harris pun semakin erat memelukku. Ku tumpahkan tangisku padanya.


"Ah... ternyata Kak Harris pun menangis.


Kulepaskan pelukanku... Pelan Kak Harris menyeka air mataku.


" Aluna... mari kita ke dalam, Mama dan Papa juga sudah tiba".


"Astaghfirullah, " bisik hatiku. Aku terlalu larut dalam lamunan, hingga aku tak menyadari Kehadiran Mama dan Papa.

__ADS_1


Sesampainya di dalam ruangan tempat Kak Harras di rawat, kudapati Mama dan Papa duduk dengan wajah sedih. Ku Peluk Mama dan Papa bergantian penuh Rindu. Ku luapkan segalanya dalam rangkulan mereka.


"Ya Allah...... Ternyata ada hikmah dibalik peristiwa yang dialami kak Harras. Saat berkumpul seperti ini yang sangat Ku rindukan. Terimakasih Ya Allah.." bisik ku lirih bercampur Bahagia...


__ADS_2