LUKISAN SENJA

LUKISAN SENJA
ORANG ORANG TERSAYANG


__ADS_3

Pagi masih menyisakan embun di helai dedaunan. Seekor burung madu mungil bertengger di ranting mawar . Cericit merdunya menyanyikan pagi yang penuh pendar mentari. Langkah kecil Vio berlari mendekati ku. Senyum merekah dari bibir mungilnya. Sesaat saja dia sudah menghambur ke pangkuan ku yang sedang duduk menikmati nyanyian si burung madu kecil.


"Tante Aluna, ucap Vio tiba tiba sambil memegang tanganku.


" Iya Vio sayang, ada apa? "jawabku padanya.


" Om Prass kemana ya?, ucapnya sambil menatap manja padaku.


"Oh.. Vio nyariin Om Prass ya?, kembali aku bertanya padanya.


" Iya Tante dari tadi Vio enggak lihat Om Prass., lanjutnya kembali.


"Ini Om Prass, " dari belakang kami Prass muncul tiba tiba.


serentak aku dan Vio menoleh ke belakang.


Senyum manis kembali mengembang dari sudut bibirnya. Prass duduk di sebelah dan bertanya pada ku.

__ADS_1


"Aluna kenapa Vio nanyain aku ya? " tanyanya padaku.


Belum sempat aku menjawab pertanyaan nya, Vio kembali berujar


"Ya nyariin dong Om Prass, Vio kan udah mandi, udah pakai baju bagus, Vio mau bilang sama Om kalau Vio udah Cantik"


Ya Allah aku terperangah mendengar ucapan Vio kecil, pintar sekali dia.


"Oh gitu ya Vio", Ucap Prass padanya.


" Vio memang cantik, sama cantik nya dengan Tante Aluna, "lanjut Prass menggodaku.


Pagi menebarkan dingin lewat tiupan angin, setangkai mawar jingga baru saja mekar, seekor kupu kupu terbang mendekat berkisar di antara kelopak nya.


Prass beranjak bangkit , pagi ini dia akan kembali ke Medan. Ada sepi tiba-tiba hadir memenuhi ruang kalbuku. Aku masih lama kembali ke sana. Aku menghabiskan cuti yang sudah terlalu lama tidak ku ambil. Aku akan menikmati kebersamaan dengan orang-orang yang kurindukan. Sebab Papa dan Mama juga akan lama berada di sini. Mungkin hingga Kesehatan Kak Harrast pulih.


"Aluna.. " Prass sudah kembali berdiri di depanku.

__ADS_1


Matanya lekat memandang wajahku, ada guratan sendu disana. Sifat Prass yang suka melo itu membuatku tak ingin jauh darinya. Aku dapat membaca suasana hati Prass saat ini. Ia pasti tak ingin aku berlama lama di sini.


"Vio.... Suara Nadya memanggil putri kecilnya. Vio berlari ke dalam rumah. Tinggal aku berdua dengan Prass.


" Prass... Aku tak bisa pulang bersama kamu ke Medan hari ini. "Ucapku kembali membuka pembicaraan dengannya.


" Iya Aluna, Tak apa... Aku mengerti semuanya. "


"Semoga apa saja yang terjadi saat ini dapat menjadi hikmah terbaik bagi kita semua. " lanjut nya.


"Amin ya Robb" ucapku penuh harap."


"Baiklah Aluna Aku berangkat ya, " Sambungnya sambil mengusap kepalaku.


"Duh... Prass, terasa bahagia berbaur haru aku kamu perlakukan seperti itu" bisik ku dalam hati.


Setelah berpamitan pada semua orang yang ada di rumah, Prass masuk ke dalam Alphard merahnya. Perlahan mobil itu bergerak meninggal kan halaman rumah. Ada sepi yang tiba tiba menjalar di ruang kalbuku. Ku harus menghabiskan satu bulan penuh di kota kelahiran ku ini. berarti bulan depan baru aku dapat kembali bertemu dengan Prass.

__ADS_1


"Ah... Prass, aku berkata pada hatiku sendiri "betapa ku sulit memilah hatiku .Kamu, Papa, Mama dan kedua kakakku serta Vio kecil yang belakangan ini hadir dalam hidupku, Benar! kalian semua adalah Significant others untuk ku.Tidak ada kata terlambat untuk sebuah kasih sayang. Semua nya mendapat tempat istimewa di hatiku.


__ADS_2