
Pada Petang yang merona, Mentari mulai bergulir ke ufuk barat. sinar jingga memantulkan biasnya di antara helai dedaunan. Pendar yang semburat diantara celah pepohonan di halaman memberi isyarat padaku lewat angin yang membelai dedaunan.
Riuh perenjak kecil berterbangan pada ranting jambu di halaman.Angin petang bertiup semilir menyapu lembut wajahku. Lewat jendela kamar ku amati setangkai mawar merah bergoyang di hembus angin. Aromanya menebar penuhi ruang hatiku.
Gawai ku berdering, setengah berlari ku hampiri gawai ku, nomor baru pikirku. Enggan aku untuk menjawabnya. Gawai ku berdering kembali.
Dengan rasa berat akhirnya kujawab panggilan itu.
"Assalamu'alaikum, " Suara dari seberang sana mengejutkan ku.
" Waalaikumsalam.Dengan siapa ini"
Tanyaku kembali.
"Maaf Ini Saya, Prasetya Hadi Nugraha"
Degg!!!!... Langsung emosiku muncul kembali. Makhluk Aneh itu, Nama yang tertera di Kartu nama itu, ohh.....
"Mau apa lagi Dia",
" Hallo boleh bicara sebentar?, lanjut nya
"Iya Bisa," balas ku Menahan amarah.
"Mau apa Kamu? " lanjut ku
"Mau ganti rugi Barang barang kamu kemarin"
balasnya lagi.
"Oh....boleh dengan senang hati" jawabku.
Ternyata dia benar ingin mengganti semuanya.
"Baiklah, saya tunggu kamu ya?, " lanjutnya.
"Apaaaa?, Kamu minta saya menemui kamu? "
__ADS_1
balas ku lagi padanya.
"Ya memang harus begitu, Kan saya tidak tahu apa saja yang harus saya Ganti rugi" lanjutnya.
Aduh gimana ini?... Aku jadi bingung sendiri, Tak bisa kubayangkan jika aku harus menemani Si Makhluk aneh itu. Bisa kiamat nanti jadinya.
Petang beranjak senja, gelap mulai membayang mengendap di celah celah dedaunan. Adzan magrib memanggil ku untuk bersujud.
Baru saja ku lepas mukena, gawai ku berdering lagi.
"Huhhh.... lagi lagi si Makhluk aneh. Apa lagi maunya? ".
Ku angkat gawai, " Hallo.... "...
" Ayo cepetan Aku udah disini, "ucapnya.
" Ya Allah, dia benar meminta aku kesana.
Pusing mendadak aku jadinya.
Kuputuskan untuk menemuinya, benar saja dia sudah di tempat itu. Sedikit terkesiap aku begitu
"Ya sudah ayo cepat. " kataku tanpa basa basi.
Begitu sudah berada didepan Etalase kosmetik aku langsung mengambil benda benda yang ku butuhkan, setelah itu melangkah berbalik badan untuk pulang.
"Eiiiiitttt, mau kemana? " Cegahnya.
"Mau pulang, memang mau ngapain lagi? "
"Tungu dulu, ada yang mau aku bilang sama kamu" lanjutnya.
"Ha????... kamu mau bilang apa???, "sedikit terasa lucu.
"" Ya Sudah bilang cepat, aku nggak bisa berlama-lama, sudah malam, "lanjut ku.
Menghadapi makhluk aneh ini jutek ku benar benar kelihatan.
__ADS_1
" Saya minta maaf Sama kamu ya", mungkin saya sudah buat kamu marah, dan terus terusan emosi. "
ucapnya Sambil mengulurkan tangannya.
Kaget aku memahami kejadian ini.
Tapi angkuh hati ku belum bisa menerima begitu saja, lama ku pandangi tangan kekar yang terulur dihadapan ku itu. Tak ingin rasanya aku memaafkan, tapi aku berfikir, Allah saja mau memaafkan kesalahan UmmatNya, mengapa aku tidak???.
Kusambut uluran tangan itu dan berucap singkat
"Iya, Aku maafin, "
"Oh iya.. Perkenalkan Saya Prass " ucapnya
"Iya sudah tahu, " jawabku.
"Sudah selesai kan urusan kita? " tanyaku Padanya.
"Belum "jawabnya.
" Apa lagi"?... jutek ku kembali lagi.
Aku tak sudi berlama lama berhadapan dengannya.
"Siapa nama kamu? "
"Memang perlu nama saya? "?
" Sedikit" ujarnya lagi.
"Nih... "
kuambil Name card dari dompet sembari memberikan padanya.
"Aluna Putri Fidausyi...
sebuah nama yang indah, "ucapnya
__ADS_1
Tanpa basa basi ku tinggalkan ia yang tersenyum sendiri seperti Orang yang kurang waras.