
Larisa POV
Hari ini adalah hari yang ku nanti melakukan misi dan membunuh orang, itu adalah hal yang seru mendengarkan jeritan kesakitan adalah lagu yang sangat indah, melihat orang tersiksa adalah film yang paling bagus dan membunuh adalah hal yang sangat menyenangkan.
ποΈποΈποΈποΈ
Ruang aula
"Kami mengumpulkan kalian semua karena kita akan menyerang seseorang yang telah menggagalkan kiriman senjata kita, kelompok A kalian akan menyerang sebelum timur, kelompok B kalian harus memeriksa bahwa tidak ada orang didalam hotel itu, kelompok C kalian akan ikuti kita untuk menyerang mereka dan selebihnya kalian akan menjaga markas,apa kalian paham" Ucap Larisa
"Paham Queen" jawab mereka semua dengan serempak
βBLOOD SWEAT!!!β
"NOT AFRAID TO DIE!!"
π’π’π’π’
Saat ini Larisa dkk sudah berada di hotel H*** untuk penyerangan dan hotel ini sudah dalam kondisi sepi tidak ada lagi penghuni karena hotel ini akan dibom oleh karena itu mereka harus keluar semuanya.
"Apakah kalian sudah siap" Tanya Larisa kepada mereka semua
"Siap!" Ucap mereka semua. Akhirnya Larisa langsung menuju ke kamar yang digunakan oleh orang itu.
TOK....TOK....TOK....
"Sebentar! hai sayang apa kabar" Ucap seseorang tersebut dengan nada menjijikkan sedangkan Larisa hanya senyum saja.
"Ayo silahkan duduk, kamu mau minum apa?" Tanya orang itu
"Tidak usah aku tidak mau minum" Jawab Larisa dengan nada dinginnya
__ADS_1
"Ok, kalau gitu gimana kalau kita" Ucap orang itu dan tiba-tiba ia ingin mencium Larisa, langsung saja Larisa menjauh dari orang itu, tapi orang itu selalu saja mendekati Larisa, karena sudah jengah Larisa langsung menancapkan belatinya keperut orang tersebut.
"APA YANG KAU LAKUKAN HAH!!!" Ujar orang itu dengan amarahnya
"Yang aku lakukan? ingin membunuhmu memang apa lagi?" Tanya Larisa dengan seringai jahatnya
"SIAPA KAU SEBENARNYA!!??" Tanya orang masih dengan amarah yang memuncak
"Aku adalah Larisa Nicolas leader dari Blood Sweet dan kau telah mencari gara-gara kepada kami!! kau tau kesalahan kau dimana karena kau menggagalkan pengiriman barang kita!!!" Jawab Angel dengan amarah yang sudah tak bisa ditahan. Angel? ya sekarang tubuh Larisa sudah diambil alih oleh Angel kepribadian Larisa. Terlihat wajah orang tersebut yang sudah pucat seperti orang mati.
"Ap....a..Blo...od....Sw...eet" Ucap orang itu terbatah-batah.Tanpa mengambil waktu lama Angel langsung menyayat kulit orang itu dari wajah sampai kaki.
"Ahhh....am...pun...ahh" Ucap orang itu saat tak sengaja Angel menekan belatinya dikaki orang tersebut.
"Lihat matamu sangat indah apa boleh aku mengambilnya aku sangat suka" Ujar Angel setelah itu ia langsung mencongkel mata orang itu hingga ia tewas, tapi Angel masih menyiksanya dari jari tangan dan kaki yang ia potong-potong, mematahkan kaki orang tersebut dan memenggal kepala orang tersebut.
"Bersihkan jejak ini dan bom hotel ini" Ucap Angel setelah itu ia pergi dari kamar tersebut.Tiba-tiba terdengar suara ledakan setelah Angel dan yang lain keluar dari hotel tersebut.
βͺβͺβͺβͺ
Steven POV
Ini adalah hari terakhir gue di New York karena nanti siang gue sama yang lain bakal ke Indonesia.
"Eh udah siap semua nih?" Tanya Steven kepada mereka semua
"Udah, kuy lah satu jam lagi pesawatnya udah terbang" Jawab Dion, akhirnya mereka semua langsung menuju ke bandara.
Sisi lain....
Saat ini Larisa dkk berada di bandara karena setengah jam lagi mereka akan terbang ke Indonesia.
__ADS_1
"Girls nanti kita kekantor gue dulu ya mau ngambil berkas-berkas sama tanda tangan beberapa berkas" Ucap Larisa kepada mereka semua dan diangguki oleh mereka.
π¬π¬π¬π¬
Akhirnya Larisa dkk telah sampai di Indonesia, tapi mereka kekantor Larisa dulu untuk mengambil berkas-berkas dan menada tangani beberapa berkas. Saat mereka semua telah sampai di kantor Larisa banyak yang menyapa Larisa tapi hanya dijawab dengan senyuman saja.Tiba-tiba....
"BU BOS.....KYAAAA!!!" Terdengar teriakan dari arah lift, ternyata itu adalah Tasya sekretaris Larisa dan juga tangan kanan Larisa.
"Eh lo jangan malu-maluin" Ucap Lia kepada Tasya
"Ya terserah gue dong orang mulut gue sana kok yang sewot" Jawab Tasya dengan ketus, ya bila mereka berdua bertemu bisa ada perang dunia kedua.
βͺβͺβͺβͺ
Saat ini Steven dkk sudah sampai di masion tapi keadaan masion sangat sepi.
"Eh main PS kuy" Ujar Brayen dan disetujui oleh yang lain akhirnya mereka semua main PS diruang tengah tiba-tiba pintu terbuka dan muncul Larisa dkk.
"HALO SEMUA PRINCESS SUDAH DATANG DENGAN KEADAAN SEHAT TANPA LECET YUHU....." Teriak Valen dari arah pintu
"Eh monyet jangan teriak-teriak kuping gue sakit *****" Jawab Thomas dengan ketus
"Ya biasa ae dasar *** bunglon!" Jawab Valen setelah itu naik ke atas dan disusul oleh mereka semua, sedangkan Steven dkk melihat punggung Larisa dkk yang sudah mulai menjauh.
"Sadis amat dah" Ucap Thomas
"PMS mungkin" Jawab Steven dan melanjutkan permainan PS nya.
Hii reader's...... Jangan lupa Like and vote nya yah.....π
Next story......π§π§π§π§
__ADS_1
Happy Reading....ππππ