Mafia Girls And Boys Gangster

Mafia Girls And Boys Gangster
Part 23 ~Sebuah Konflik~


__ADS_3

"Dari mana aja kamu dan kamu juga pergi tanpa seizin ku" Ucap seseorang itu dengan nada dinginnya.


😲😲😲😲


Author POV.


Terdengar suara seseorang dengan nada dinginnya yang mampu membuat mereka bertiga menegang.


Mati kau nak.


Dengan perlahan-lahan tapi pasti mereka berbalik dan melihat Steven yang menatap mereka dengan tajamnya.


"Larisa Nicoles yang terhormat apakah anda lupa kalau didalam perut anda ada malaikat kecil dan kenapa anda keluar tanpa memberi tahu saya" Masih dengan nada dinginnya Steven berjalan kearah Larisa yang sekarang sedang kikuk.


"Oh ya Ris gue kekamar dulu ya gue mau mandi gerah" Ucap Sakila dan langsung menuju ke lantai dua.


"Gue juga Ris mau kekamar, bye Ris" Setelah kepergian Kirana Larisa dilanda dengan kegugupan.


"A aa aku tadi ke mall karena diajak mereka berdua dan aku minta maaf sama kamu aku lupa gak kasih tau kamu" Ujar Larisa sambil menundukkan kepalanya dan tanpa diketahui ia menangis.


"Eeh kenapa kamu nangis?" Tanya Steven saat melihat Larisa menangis dengan wajah yang ditundukkan.


"Ya kamu marahΒ² aku kan takut" Cicit Larisa sambil terisak-isak.


"Aku gak marah sama kamu cuman aku khawatir sama kamu apa lagi ada Steven junior disana" Ucap Steven dan langsung memeluk Larisa yang masih terisak.


"Tapi kan sama aja" Balas Larisa yang tak mau kalah.


"Oke oke aku salah maafin aku ya" Ujar Steven dan langsung diberi anggukan kecil oleh Larisa.


πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€

__ADS_1


Seperti hari-hari biasanya mereka berangkat ke sekolah dengan bersama-sama tapi ada yang berada dari Steven entah kenapa hari ini Stevan sedikit dingin bahkan tadi Larisa sempat dibentak oleh Steven.


"Ris kedapa tuh Steven kok rada aneh apa masalah lo yang kemaren belum kelar?" Tanya Sakila dan diangguki oleh Kirana.


"Udah kok, tapi pas awal gue bangun tidur gue sempet liat dia pegang hp dan wajahnya langsung datar gitu" Ucap Larisa dan langsung diangguki mereka berdua.


Tapi tiba-tiba dari kejauhan ada seseorang cewek yang berlari ke arah mereka dan tanpa disadari mereka cewek tersebut langsung memeluk Steven dan yang dipeluk pun hanya diam tanpa membalasnya atau memberontak.


Tanpa disadari ada seseorang orang yang menangis dibelakang sana, apa kalian tau siapa dia? Ya dia adalah Larisa orang yang sedang menangis saat melihat Steven dipeluk oleh seorang cewek apa lagi dia adalah mantan pacarnya.


Apakah ini awal mula konflik?


Apakah hidupnya akan berakhir seperti dulu?


Apakah ini akhir dari kisah cintanya?


Saya tidak tau karena yang tau cuman author dan tuhanπŸ˜‚πŸ˜‚.


Author POV.


KRINGG....KRINGG....


Bel tanda istirahat sudah berbunyi dan menggema diseluruh koridor sekolah banyak siswa/i yang berhamburan keluar kelas untuk menuju ke kantin untuk mengisi perut mereka.


"Ris kuy ke kantin" Ajak Andhini dan hanya diangguki oleh Larisa.


Selama dikoridor tadi banyak yang mempuji akan kecantikan Larisa dkk. Sebelum mereka masuk kedalam kantin mereka sudah disuguhi pemandangan yang sangat menjijikkan, bukan hanya menjijikkan tapi juga menyakitikan bagi Larisa bagaimana tidak yang mereka lihat adalah Steven yang sedang bercumbu dengan Davina yang notabennya merupakan mantan pacar Steven.


Tanpa berpikir panjang Larisa langsung berlari ke arah mereka tanpa rasa takut ia langsung memisahkan mereka dari adegan ciumannya tidak sampai disitu ia langsung membogem Steven, menendang perut Steven, dan sampai-sampai ia menginjak tulang kering Steven, setelah menghajar Steven ia langsung menatap Davina dengan aura gelapnya.


"Seorang ****** tidak cocok hidup di dunia ini"

__ADS_1


Plakk


Bughh


Bughh


Satu tamparan dan dua bogeman ia beri ke Davina dan itu cukup membuat dia pingsan. Setelah menghajar Steven dan si ****** ia langsung keluar ke kantin dan langsung diikuti oleh sahabat-sahabatnya.


"Ris lo mau kemana?" Tanya Nata saat mereka sudah berada di area parkir.


"Pergi jauh dan tak akan pernah kembali" Jawab Larisa ia langsung masuk kedalam mobilnya dan mengendarainya dengan cepat.


"Dasar ********!! Steven ********!! Gak seharusnya gue jatuh cinta ke elo!! Liat aja gue akan balas dendam ke elo Davina" Ucap Larisa sambil menambah kecepatan mobilnya.


Steven POV.


Setelah kejadian dikantin tadi gue ngerasa seperti ********, dimana saat status gue udah terganti dengan kata suami dan peran gue juga dibagi menjadi dua yaitu sebagai suami dan sebagai ayah.


Gue ngerasa sangat malu dengan diri gue apakah gue cocok untuk disebut suami yang baik?Apakah gue cocok untuk disebut sebagai ayah yang baik?Mungkin kata-kata itu tak cocok untukku setelah kejadian dimana gue lupa bahwa peran gue adalah seorang suami dan ayah. Satu katu yang bisa gue ucapkan ' menyesal '.


"Yang sabar Ven mungkin ini adalah cobaan yang Tuhan berikan ke lo, dengan cobaan ini lo bisa sadar bahwa peran lo lebih penting dan tanggung jawab lo sangat besar. Gue cuman mau beritahu aja ada kalanya kita berbaikan dengan masa lalu dan ada kalanya kita bermusuhan dengan masa lalu karena masa lalu itu tak seperti dulu, yang dulunya baik mungkin sekarang mereka jadi jahat dan yang dulunya jahat mungkin sekarang mereka jadi baik,Β  kita gak tau bagaimana sifat mereka karena itu kita harus berhati-hati" Setelah mengucapkan itu ia langsung pergi meninggalkan Steven yang sedang mencerna kata-kata yang ia ucapkan.


"Ia dia benar ada kalanya kita berbaikan dengan masa lalu dan ada kalanya kita bermusuhan dengan masa lalu" Setelah itu gue langsung menelpon tangan kanan gue dan menyuruh dia melacak dimana Larisa berada.


"Maafin Daddy ya sayang udah bikin Mommy kamu menangis" Tanpa disadari air matanya jatuh membasahi pipinya.


Steven POV end.


Hii reader's...... Jangan lupa Like and vote nya yah.....😘


Next story......🧐🧐🧐🧐

__ADS_1


Happy Reading....😊😊😊😊


__ADS_2