
Author POV.
Setelah pertemuan dengan Dave di supermarket Larisa mulai dihantui dengan teror-teror yang tak terduga seperti adanya chat dari nomor yang tak dikenal, ada kotak alat musik didepan mansion, dan masih banyak lagi.
Seperti saat ini dimalam hari dimana waktunya beristirahat tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu yang berasal dari pintu utama, langsung saja Larisa membukanya tapi seperti biasa tidak ada orang yang ada di sana hanya ada sebuah kotak alat musik.
"Siapa sih yang malem-malem gini ngirim barang yang gak berguna, gak sayang duit apa" Ucap Larisa sambil mengambil kotak alat musik itu.
"Apa itu? Kotak alat musik lagi?" Tanya Steven saat melihat Larisa membawa kotak alat musik.
"Ya seperti biasa" Balas Larisa dengan cuek.
"Apa kita lapor kekantor polisi aja? Setiap hari kamu diteror kayak gitu, aku gak mau kalau kamu diteror terus kalau perlu aku suruh anak buahku cari pelaku teror itu" Kata Steven dengan nada khawatir.
"Apaan sih gak usah alay, biar aku aja yang nanganin masalah ini" Balas Larisa sambil membuka pita yang terikat dikotak tersebut, tapi tiba-tiba.
"Kau akan mati, kau akan mati, kau akan matiβ
Sebuah badut menyerahkan keluar dari sebuah kotak alat musik dan tidak lupa dengan kata-kata yang keluar dari kota alat musik itu.
"ASTAGHFIRULLAH SETAN DEMIT BUANG! BUANG GAK! YA ALLAH WAJAHNYA KEK ALEX!" Teriak Steven dengan nada cemprengnya.
"Apaan sih gak usah alay kek anak perawan aja" Ucap Larisa sambil meniup telinganya yang sempat menjadi korban teriakan Steven.
"Tapi itu nyeremin tau gak, buang sana jangan di simpen" Balas Steven dengan nada takutnya.
__ADS_1
"Siapa juga yang mau nyimpen gak guna tau gak" Kata Larisa sambil membawa kotak alat musik itu ketempat sampah depan rumah.
"Siapa sih yang ngirim barang kek gituan? Nakut-nakutin aja" Tanya Steven saat melihat Larisa masuk kedalam mansion.
"Ya mana aku tahu, udahlah nanti juga ketahuan siapa pelakunya" Balas Larisa dengan cuek.
"Tapi masalahnya kalau dibiarin gini terus teror ini bakal terus berlanjut dan bisa aja terornya ini bakal lebih dari yang tadi kan kasian baby-nya" Kata Steven sambil mengelus perut buncit Larisa.
"Iya... Ya udah ya sekarang kita istirahat, masalah tadi biar dibicarain besok aja sekarang waktunya bobo kasian baby-nya juga butuh istirahat" Balas Larisa sambil menggandeng tangan Steven untuk membawanya ke kamar mereka.
"Selangkah lagi kau akan hancur ditanganku Larisa" Ucap seseorang yang sedang bersembunyi dibalik rerumputan dan jangan lupakan dengan senyum devilnya.
Author POV end.
ππππ
Steven POV.
Matahari bersinar
Kugendong tas merahku dipundak
Selamat pagi semua
Kunantikan dirimu
Didepan kelasmu
__ADS_1
Menantikan kami
Pagi-pagi jam 3 denger orang nyanyi kek gitu rasanya merinding ia, pengen ngakak ia serba salah gue kek Raiso, ehh taypo maksudnya Raisa.
"Ya elah pagi-pagi udah ada yang nyanyi diem ngapa, kek kuntilanak ae" Kata Steven dengan nada mengantuknya.
"HHHEE LO KIRA GUE KUNTILANAK!! MAU GUE GOROK LEHER LO?! ATAU GAK GUE KASIH JATAH 1 BULAN MAU LO?!" Teriak Larisa dengan nada murkanya.
"Ehh ternyata bumil toh yang nyanyi kirain kuntilanak" Cengir Steven dengan wajah watadosnya.
"Au ah bodo amat, fix 1 bulan gak dapet jatah" Balas Larisa sambil berjalan menuju kamar mandi.
"Ya jangan dong kan aku gak bis--"
TukΒ tukΒ tuk
Sebelum melanjutkan perkataannya tiba-tiba terdengar suara batu yang dilempar kearah jendela kamar mereka, langsung saja Steven membuka jendela kamar mereka tapi dia tidak melihat siapa pelaku yang melempar batu ke jendela kamar mereka.
"Siapa sih yang ngelempar batu kek gini, apa jangan-jangan itu setan ya? Iih serem" Ucap Steven sambil menutup jendela kamar mereka kembali, tapi sebelum menutup jendela Steven sekilas melihat setangkai bunga mawar hitam dan jangan lupakan masih ada duri ditangkai bunga mawar tersebut.
"Kau akan mati ditanganku, salam malaikat mautmu" Ucap Steven saat melihat kertas yang ada ditangkai bunga mawar tersebut.
"Astaghfirullah kok serem banget dah, apa jangan-jangan nih bunga dari malaikat Izrail?Astaghfirullah amit-amit dah gue kan belum siap mati nanti kalau mati gimana sama anak gue? Gimana sama Larisa?" Ucap Steven dengan nada alaynya.
Steven POV end.
Hii reader's...... Jangan lupa Like and vote nya yah.....π
__ADS_1
Next story......π§π§π§π§
Happy Reading....ππππ