
Author's POV
Pagi hari yang cerah terlihat dua sejoli yang masih terbalut selimut tebal siapa lagi kalau bukan Steven dan Larisa.
"Enggg" Erang Larisa saat sinar matahari menerpa wajahnya.
"Kok berat sih?" Heran Larisa saat ia menghadap ke belakang terlihat wajah damai suaminya saat tidur dan jangan lupa dengan tangannya yang melingkar di pinggang Larisa.
Dibelainya wajah Steven ya Larisa akui kalau Steven itu tampan dibelainya wajah tampan suaminya mata yang indah, hidung yang mancung, bibir yang berwarna pink membuat kesan seksi tiba-tiba
"Sudah puas melihat wajahku" Terdengar suara serak khas orang bangun tidur.
"Good morning my bad husband"
"Good morning too my baby girl" Ucap Steven sambil mengeratkan pelukannya.
"Ihh Steven gue mau mandi awas!" Ucap Larisa sambil berusaha melepaskan pelukannya tapi bukan terlepas tapi malah mengerat.
"Morning kiss dulu" Jawab Steven dengan tatapan mesumnya.
"Gak ada morning kiss awas!" Ucap Larisa sambil berusaha melepaskan pelukannya tiba-tiba
"STEVEN!!!" Teriak Larisa saat Steven menciumnya ' first kiss gue' batin Larisa.
"Morning kiss" Ucap Steven sambil berlari ke kamar mandi.
π£π£π£π£
Saat ini Larisa dkk dan Steven dkk sudah sampai di sekolah sudah hal biasa bagi mereka saat mendengar cibiran para siswa-siswi saat mereka melewati koridor sekolah.Saat telah sampai di kelas mereka langsung duduk ketempat masing-masing dan melakukan aktifitas masing-masing tiba-tiba
"WOY PAK BOTAK GAK MASUK JADI KITA FREE CLASS!!" Teriak Dodik ketua kelas yang sangat update.
__ADS_1
"YES PAK BOTAK GAK MASUK" Teriak semua siswa yang ada dikelas setelah itu banyak yang keluar kelas untuk pergi ke kantin dan ada yang masih dikelas contohnya Larisa dkk dan Steven dkk.
"Eh enaknya kemana ya?" Tanya Alex sambil memainkan rambutnya Ica.
"Rooftop aja" Ucap Sakila
"Kuy lah ke rooftop" Jawab Arlan sambil menggenggam tangan Sakila dan keluar dari kelas yang diikuti oleh mereka semua.
"Akhirnya gue bisa ke rooftop lagi" Kata Nata sambil berlari ke tempat duduk yang tersedia di sana.
"Dasar kampungan" Cibir Caren dan dibalas dengan jitakan di kepalanya, berbeda dengan Stev couple mereka sedang berduaan di belakang.
"Dunia serasa milik berdua yang lain cuman pamit nafas" Sindir Samuel sambil memeluk pinggang Cia.
"Iri bae lo" Jawab Steven dengan tatapan tajam.Akhirnya mereka menghabiskan waktu mereka di rooftop sampai bel istirahat.
π·π·π·π·
Suara bel tanda istirahat menggema di penjuru sekolah banyak siswa-siswi yang berhamburan keluar kelas menuju kantin sekedar mengisi perut mereka sama seperti Larisa dkk dan Steven dkk mereka Sudah duduk manis dipojok kantin.
Tiba-tiba Kirana mengatakan sesuatu membuat mereka menghentikan acara makan mereka.
"Eh sekolah katanya sekolah kita mau tawuran sama sekolah sebelah" Ucap Kirana dengan pelan takut doi mereka dengar karena meja mereka bersebelahan karena tidak cukup jadi mereka terpisah.
" Kapan? kok lo tau sekolah kita mau tawuran sama sekolah sebelah?" Tanya Larisa ikut nimbrung.
"Kan gue gitu loh" Jawab Kirana dengan PD nya dan mereka hanya memutar bola mata.
Saat mereka asik memakan makanan mereka tiba-tiba terdengar suara gebrakan meja Larisa dkk dan mengundang perhatian para penghuni kantin.
"Eh lo nerd sana beliin gue makanan gue laper" Ucap seseorang yang menyuruh Larisa tapi bukannya beranjak tapi dia tetap makan dengan tenang.
__ADS_1
" EH LO ITU PUNYA TELINGA GAK SIH APA JANGAN-JANGAN LO TULI ATAU BISU HAHAHA......" Ucap Tania dengan kekehan yang diikuti para entek-enteknya tapi Larisa tetap diam dia masih makan makanannya yang tinggal sedikit karena mulai geram Tani langsung menjambak rambut Larisa dengan kasar.
" Apa yang lo lakuin *****!" Bentak Nata tak terima saat mereka ingin membantu Larisa, Larisa memberi intrupsi seolah jangan ikut campur karena itu mereka mundur membiarkan Larisa yang melawan Tania.
Tiba-tiba Tania menyiram Larisa dengan jus yang ada dimeja karena perlakuan Tani semua penghuni kantin tertawa terbahak bahak.
"Gue curiga apa mungkin lo menjadi j*lang ya agar bisa sekolah disini? dibayar berapa lo?" Ucap Tania yang membuat kesabaran Stevani hilang.
Tiba-tiba Larisa langsung menyiram Tania dengan kuah bakso yang masih sisa di mangkuknya
" J*lang kok manggil j*lang dan apa lo bilang gue j*lang bukannya lo ya yang J*LANG dan satu lagi lo bukan tandingan gue derajat kita beda lo DIBAWAH dan gue DIATAS inget lo bakal nyesel setelah tau siapa gue" Jawab Larisa dengan penuh penekanan disetiap kalimatnya setelah itu ia pergi dari kantin dan diikuti Larisa dkk dan Steven dkk.
Author's POV end.
πΊπΊπΊπΊ
Vibran POV.
Saat ini gue sama sahabat gue ada di kantin buat ngisi cacing-cacing yang pada demo diperut gue tiba-tiba terdengar suara gebrakan dimeja para nerdΒ terlihat sih nenek lampir yang menjambak rambut salah satu nerd tapi dia terlihat tenang tiba-tiba nenek lampir menyiram jus kearah nerd itu dan tanpa diduga si nerd nyiram sih Tania atau nenek lampir itu sama kuah bakso gue sempet gak percaya karena si nerd itu berani banget sama si nenek lampir.
"Wah si nerd berani juga ya" Ucap Satria sahabat gue.
"Iya dia adalah salah satu nerd yang cuman berani sama nenek lampir" Sambung Sam dengan tatapan melongo,sedangkan yang lain cuman liat dengan tatapan melongo.
Vibran POV end.
Hii reader's...... Jangan lupa Like and vote nya yah.....π
Next story......π§π§π§π§
Happy Reading....ππππ
__ADS_1