
Author POV.
2 Minggu kemudian.
Sudah dua Minggu ini Larisa dirawat di rumah sakit dan pada hari ini Larisa diperbolehkan untuk pulang karena kondisinya yang sudah mulai membaik. Meskipun banyak jahitan yang belum mengering Larisa tetap memaksa ingin pulang alasannya karena dia tidak betah dengan bau rumah sakit.
"Stev nanti pulangnya mampir ke bubur ayam mang Ujang yah, udah lama gak makan buburnya mang Ujang" Kata Larisa saat mereka berdua sudah didalam mobil.
"Gak boleh, kamu itu harus banyak makan sayur" Balas Steven sambil menjalankan mobilnya.
"Tapikan bubur ada sayurannya, terus juga ada kacang-kacangannya, ada proteinnya, sama apalagi yah?? Pokoknya komplit lah, orang aku dirumah sakit makan bubur juga kan" Ucap Larisa yang tak terima kalau Steven melarang.
"Kalau aku ngomong enggak ya enggak, mending kamu makan soup lebih terjamin kan banyak sayurannya, nah kalau bubur emang ada? Enggak kan" Balas Steven yang tak mau kalah.
"Kata siapa bubur gak ada sayurnya, ada kok itu daun bawang itu dia kan termasuk sayuran" kata Stevani.
"Apaan dah itu bukan sayuran kelesss, dah ah pokoknya kamu makan soup aja" Balas Steven tak terbantahkan.
"Ya udah terserah kamu, aku tinggal pesen go-food udah deh" Balas Larisa lagi, saat Larisa ingin memesan makanan lewat go-food langsung saja Steven mengambil handphone Larisa.
__ADS_1
"Jadi anak gak usah bandel, mau aku cium hah?" Ancam Steven sambil mencondongkan kepalanya.
"A-aapa sih gak usah deket-deket, mulut kamu bau tau gak sih" Ucap Larisa sambil memalingkan wajahnya.
"Tapi meskipun aku bau kamu tetep cinta kan" Ucap Steven sambil terkekeh.
"Geer banget sih, gak usah kepedean kamu itu gak seganteng wonwoo sama jaehyun, gak sekaya chenle, Siwon, sama guanlin, gak seromantis jaemin" Balas Larisa dengan nada angkuhnya.
"Apaan sih plastik kok di banggain, Gak guna" Ucap Steven dengan nada tak suka.
"Daripada kamu suka kok sama game, emang game bisa di bucinin? Emang kamu bisa ketemu sama pemain yang ada di game?" Balas Larisa dengan nada mengejek.
ππππ
Saat ini mereka berdua telah sampai di mansion dan jangan lupakan ditangan Larisa ada sekantong bubur ayam yang dia inginkan. Jangan tanyakan bagaimana caranya dia mendapatkan bubur ayam tersebut, yang pasti sekarang dia telah mendapatkan bubur ayam yang dia inginkan.
"Tuh di makan buburnya, harus habis aku gak mau ngabisin tuh bubur" Ucap Steven saat melihat Larisa mulai menyuapi bubur yang tadi ia beli.
"Aye aye captain!" Balas Larisa sambil menyuapkan bubur kemulutnya.
__ADS_1
"Makan kok kek anak kecil, belepotan" Ucap Steven sambil menghapus bubur yang ada disudut bibir Larisa.
"Jangan modus kamu" Balas Larisa sambil melirik Steven.
"Ternyata kalau makan bubur lewat bibir kamu manis yah" Ucap Steven saat setelah memakan sisah bubur yang ada disudut bibir Larisa.
"IIHHH DASAR MESUUMMM" Teriak Larisa dan dibalas kekehan dari Steven.
"Tapi sayang kann...." Balas Steven sambil menaik turunkan alisnya.
"IIHHH JIJIK, AMIT-AMIT, DASAR NAJIS MUGHOLADHOH" Balas Larisa sambil menatap Steven dengan tajam dan hanya dibalas dengan kekehan dari Steven.
Author POV end.
Hii reader's...... Jangan lupa Like and vote nya yah.....π
Next story......π§π§π§π§
Happy Reading....ππππ
__ADS_1