
Cerita lain selagi kamu menunggu
Sudah seminggu ini Larisa masih mencari dalang dibalik terjadinya kecelakaan yang sempat menimpanya dan juga teror yang selalu ia dapatkan, tapi tanpa sang penerorΒ sadari saat dia mengirim barang-barang untuk meneror Larisa dia juga mengirim sebuah petunjuk.
"Apa lo udah tau dalang dibalik semua ini?" Tanya Nata setelah memasuki ruang pribadi Larisa yang berada di markas.
Ya, sehabis pulang sekolah Larisa dkk langsung ke markas membahas masalah yang sempat menimpa Larisa dan mencari dalang dibalik semua ini.
"Gue udah tau dalang dibalik semua ini, tapi gue masih ragu apakah memang benar dia atau bukan" Jawabku sambil menatap Nata dengan serius.
"Maksud lo?" Tanya Nata yang masih belum paham.
"Lo tau kan kalau gue gak suka sama bunga mawar hitam dan kotak musik, yang tau kalau gue gak suka sama dua barang itu cuman mantan sahabat gue dan lo. Dan juga tanpa dia sadari dia juga ngirim petunjuk, coba lo liat setiap kali dia neror gue dia juga selalu kasih gambar hewan, contohnya ini ada ayam, kucing, ular, vicuna, ikan, dan orangutan. Kalau nama hewan ini diambil dari kata depannya jadi AKU VIO dan gambar hewan yang dia kirim selalu berbeda-beda tapi kalau di gabungkan artinya akan tetap sama AKU VIO" Jelas Larisa.
"APA?! Berarti selama ini yang selalu neror lo itu si ***** itu?! Wahhh parah nih anak belum tau siapa kita, tapi sebentar kok lo bisa paham sih maksud dari dia?" Ucap Nata yang tak menyangka akan kepintaran Larisa.
"Please nih teka-teki sangattt gampang, cuman dia aja yang terlalu bodoh buat teka-teki kek gini" Jawab Larisa dengan nada sombongnya.
"Hilih sombong kali anda" Ucap Nata setelah itu ia langsung keluar dari ruang pribadi Larisa.
"Bac*t lu, kalau sirik mah sirik aja" Balas Larisa.
π€π€π€π€
Setelah membahas masalah tadi, Larisa langsung bergegas pulang ke mansion agar tidak ketahuan Steven kalau dia tidak langsung pulang melainkan ke markas dulu.
Kalau kalian bertanya dimana Steven, tentu saja dia masih ada disekolah karena sekarang jadwalnya ekskul basket. Padahal Larisa sudah melarangnya untuk ikut ekskul basket karena setiap dia pulang pasti entah kakinya atau tangannya keseleo dan ujung-ujungnya nyusahin.
Setelah sampai di mansion benar saja Steven masih belum pulang karena terlihat dari lampu yang belum dinyalakan dan tidak ada mobil Steven didalam garasi.
__ADS_1
Setelah menyalakan semua lampu langsung saja Larisa menuju ke kamar untuk mandi, setelah melakukan ritual mandi Larisa langsung bergegas ke dapur untuk memasak makan malam.
Ceklek
"SEPADAA...mesee ada paket" Teriak seseorang dari arah pintu.
"Anjirr berisik amat lo, suara udah macam geledek" Ucap salah satu temannya.
"Udah ooiiii bantu gue napa, ini kaki gue sakettt" Lerai seseorang yang sedang mereka papah.
"Ada ap-- astaga Steven?!" Ucapan Larisa terpotong saat melihat Steven yang sedang dipapah oleh dua orang.
"Larisa....sakittt hhuuaaaa" Tangis Steven langsung pecah dan langsung memeluk Larisa.
"Udah lah jangan nangis, kayak anak kecil aja gak malu sama umur hah?" Ucap Larisa sambil membawa Steven ke sofa.
"Ya kamu udah dibilangin jangan ikut ekskul basket masih bandel aja, sekarang liat sakitkan kakinya!! Mau diterusin lagi hah?! Masih bandel lagi?!" Ucap Larisa layaknya memarahi anaknya.
"Steven enggak bandel lagi kok, janji!" Jawab Steven sambil menghapus jejak air matanya.
"Ngomongnya 'iya janji gak bakal ikut ekskul basket' tapi masih aja ikut, pokoknya ini yang terakhir kalinya kamu ikut ekskul basket, besok-besok gak udah ikut! awas aja kalau masih ikut nanti kamu tidur diluar, mau?!" Lagi-lagi Larisa memarahi Steven layaknya ibu yang memarahi anaknya.
"Iya ini beneran yang terakhir kok, janji!" Jawab Steven.
"Ekhemm misi disini masih ada orang" Ucap seseorang dari arah pintu.
"Ohh maaf yah, btw makasih yah udah nganterin Steven pulang" Jawab Larisa sambil berjalan ke arah pintu.
"Iya sans aja, tapi btw lo siapanya Steven?" Tanya laki-laki yang memakai kacamata.
__ADS_1
"Bini gue nape emangnya? cantik ya? iyalah bini gue" Jawab Steven dengan nada sombongnya.
"WHAT?! wahhh parah lo Stev ngehamili anak orang" Ucap laki-laki satunya.
"Gak lah! gue itu dijodohin, tapi jangan bilang siapa-siapa kalau gue udah nikah awas aja kalau lo berdua ngomong sama anak-anak gue penggal kepala lo berdua" Ancam Steven dan langsung diberi anggukan kepala oleh mereka berdua.
"Oh yah kita berdua pulang dulu, assalamualaikum" Kata laki-laki yang memakai kacamata dan langsung pergi bersama laki-laki satunya.
"Waalaikumusalam" Jawab Steven dan Larisa.
Setelah menutup pintu langsung saja Larisa menuju ke dapur untuk mengambil baskom yang berisi air es untuk mengompres kaki Steven.
"Makannya jadi orang jangan bandel" Ucap Larisa sambil mengompres kaki Steven.
"Ya Allah, dibahas lagi padahal udah ngomong iya" Jawab Steven sambil memutar kedua bola matanya.
"Kamu kalau gak dibilangi berulang-ulang kali gak bakal nurut" Ucap Larisa sambil menekan kompres dikaki Steven.
"Aaaaaa....sakit beb" Jawab Steven sambil mengadu sakit.
"Bodo amat! nih kompres sendiri!" Ucap Larisa dan langsung meninggalkan Steven diruang tamu.
"Lohhh kok ditinggal, beb, bebeb, ayang beb!" Teriak Steven tapi tak dijawab oleh Larisa.
Hii reader's...... Jangan lupa Like and vote nya yah.....π
Next story......π§π§π§π§
Happy Reading....ππππ
__ADS_1