
Author's POV.
π»π»π»π»
Di mall
Saat ini Larisa dkk telah sampai di mall tanpa menggunakan pakaian nerd mereka semua telah mengganti pakaian dengan gaya masing-masing.
"Eh kemana nih makan dulu apa langsung belanja?" Tanya Caren saat mereka semua telah sampai di mall.
"Makan ajalah laper gue" Jawab Andhini
"Dasar perut karet lo" Kata Cia sambil menjitak kepala Andhini.
"Ya terserah gue lah orang perut-perut sapa" Jawab Andhini dengan ketus.
Setelah itu mereka semua pergi ke Restoran cepat saji. Saat mereka semua ingin memakan makanan mereka tiba-tiba datang 13 pria yang bisa dikatakan tampan apalagi dengan tubuh mereka yang tinggal.
"Permisi apakah kita boleh duduk disini?" Tanya seorang pria yang memiliki mata hazel. Ya hanya tempat Larisa saja yang tersisa dan juga karena tempat Larisa yang panjang bisa memuat orang banyak. Akhirnya mereka mengangguk tanda setuju. Mereka makan dengan tenang dan diam merasa suasana yang canggung akhirnya Lia buka suara.
"Hai boleh kenalan? kenalkan namaku Lia dan mereka semua adalah sahabatku" Kata Lia sambil mengulurkan tangannya.
"Hai namaku Dani dan mereka semua sahabatku" Ujar seseorang yang tak salah bernama Dani.
Setelah perkenalan mereka mengobrol dengan sesekali tertawa hingga membuat seseorang yang sadari dari tadi mengawasi mereka semua menjadi marah. Ya mereka adalah Steven dkk mereka merasa marah karena milik mereka telah diganggu oleh orang lain.
"Ini gak bisa dibiarkan! kita harus bertindak" Ucap Steven saat melihat Larisa diganggu oleh orang yang menggunakan topi putih.
"Ya ini gak bisa dibiarkan ,ayo kita ke sana!" Jawab Alex setelah itu mereka menuju ke meja Larisa dkk.
ππππ
Steven POV
"Wah enak ya makan ditemenin sama cogan" Ucap Steven
"Ya enak dong masa gak enak" Jawab Larisa dkk tanda melihat siapa yang tadi bertanya.
"Ooo....enak ya, terus katanya mau belanja kok malah disini" Tanya Nando, sedang Dani dkk sedang kebingungan ada hubungan apa antara mereka.
"Ya kan makan dul-" Ucapan Lia terpotong karena melihat siapa yang sadari tadi bertanya kepada mereka.
"Eh....ada papa ngapain disini?" Tanya Vania dengan cengiran khasnya.
__ADS_1
"Ya gak papakan orang ini kan tempat umum masa gak boleh" Jawab Dion dengan ketus.
"Sebentar papa? maksudnya? ini papa kamu gitu?" Tanya Dani dengan masih kebingungan.
"Lo tau semua cewek yang lo ganggu itu istri kita, jadi pergi jauh-jauh jangan kembali lagi. Ayo kita pulang!!" Ucap Steven setelah itu menarik tangan Larisa dengan keras keluar restauran tersebut dan diikuti oleh yang lain.
"Eh!! *** Dugong lepasin sakit *****.....!!" Ucap Larisa saat dia di tarik paksa dengan Steven, tanpa menghiraukan ucapan Larisa Steven tetap menarik tangan Larisa menuju parkiran.
πΉπΉπΉπΉ
Author's POV
Saat ini Larisa dkk sedang terkunci dikamar Larisa karena dikunci oleh Steven dkk.
Flashback on.
ππππ
Saat dirumah.
"Ihhhh.... lepasin sakit *****!!" Ucap Larisa dan pada akhirnya dilepaskan oleh Steven, tapi setelah itu iya diangkat seperti karung beras oleh Steven kedalam kamar bersama teman-teman setelah itu menguncinya dari dalam.
"Eh kok lo kunci!! buka gak kalau gak lo buka gue dobrak nih pintu!" Ancam Larisa.
Flashback off.
Drrrt....Drrrt....
Tiba-tiba HP Larisa berbunyi menandakan ada telpon.
"***Halo"
"Maaf Queen saat ini markas sebelah timur telah diserang"
"Baiklah kami akan kesana 15 menit lagi"
Tut***
Setelah sambung terputus Larisa langsung bersiap-siap.
"Ris mau kemana lo?" Tanya Ica
"Saat ini markas sebelah timur diserang kita harus kesana" Ucap Larisa sambil mengambil belati kesayangannya.
__ADS_1
"WHAT!!! kita harus kesana, tapi bagaimana cara kita keluar?" Tanya Andhini.
"Percuma kita pernah belajar karate kalau gak dipakai? ya tinggal dobrak aja lah kok susah" Jawab Larisa setelah itu iya langsung mendobrak pintu dengan tenaganya.
BRAAKK....
Akhirnya pintu terbuka langsung saja Larisa dkk keluar saat mereka melewati tempat kolam renang mereka mendengar suara keributan saat mereka melihat apa yang terjadi ternyata Steven dkk sedang party bersama cewek-cewek entah siapa karena mereka tak pernah bertemu, tapi mereka semua tidak perduli akhirnya mereka semua pergi menuju markas.
πΌπΌπΌπΌ
Markas.
"Selamat datang Queen, kami telah menangkap orang yang tadi menyerang markas sebelah timur" Ucap Jastin tangan kanan BS.
"Bagus, ayo girl kita masuk" Kata Larisa setelah itu mereka masuk kedalam markas dan menuju ruang penyiksaan.
"Akhirnya saat bertahun-tahun udah lama gak bunuh orang sekarang bunuh orang juga" Ucap Larisa dengan senang. Saat telah sampai diruang penyiksaan Larisa melihat 2 orang pria yang tangannya dirantai dan punggung yang mengeluarkan banyak darah karena bekas campukan.
"Hai apa kabar masih hidup?" Tanya Larisa dengan senyum devilnya
"Siapa kau!! kenapa kami ada disini!! lepaskan kami!!" Teriak pria yang memiliki rambut berwarna coklat
"Kenalkan nama saya Larisa Nicolas leader dari Blood Sweet" Jawab Larisa dengan nada dinginnya dan 2 pria itu langsung pucat
"B...lood...sw..eet...." Ucap pria bermata biru itu dengan terbatah-batah
"Ya dan sekarang kalian akan aku kirim ke neraka karena kalian telah main-main dengan BS" Jawab Larisa sambil berseringai jahat.
Setelah itu Larisa mengambil belatinya didalam saku celananya dan menyayat kulit mereka berdua dengan belatinya
"Aaahhh" Terdengar teriak mereka berdua saat Larisa menggores pipi mereka dengan belatinya, sedangkan mereka semua yang berada disana bergidik ngerti saat melihat Larisa menyiksa mereka berdua.
"Ada kata-kata terakhir sebelum malaikat mautmu menjemput?" Tanya Larisa dengan senyum devilnya, tanpa aba-aba Larisa langsung menembak mereka berdua
DORR....DORR....
Dua peluru telah menancap di kepala mereka berdua, akhirnya nyawa mereka tidak bisa diselamatkan dan mereka telah mati dengan mengenaskan.
"Bawa mereka dan kasih ke Miya kasihan Miya belum makan" Ucap Larisa setelah itu keluar dalam ruangan tersebut diikuti oleh yang lainnya, bila kalian tanya siapa Miya? dia adalah serigala peliharaan Larisa.
Hii reader's...... Jangan lupa Like and vote nya yah.....π
Next story......π§π§π§π§
__ADS_1
Happy Reading....ππππ