Mafia Girls And Boys Gangster

Mafia Girls And Boys Gangster
Part 29 ~Berita Duka~


__ADS_3

Author POV.


Setelah kecelakaan tabrak lari langsung saja Larisa dibawa ke rumah sakit yang jaraknya lumayan jauh dari sekolah.


"Please... bertahanlah demi aku dan anak kita" Ucap Steven dengan mata yang berkaca-kaca.


😒😒😒😒


Saat ini Steven sedang berada di depan ruang ICU dengan penampilan yang sangat berantakan dan jangan lupakan banyak bercak darah diseragamnya.


"Please hiks... bertahanlah dem hiks... i aku da hiks... n anak kita hiks... hiks..." Isak Steven sambil memukul-mukul tembok rumah sakit.


"STEVEN...." Teriak seseorang dari arah samping.


"Ris hiks... hiks... giman hiks... a keadaan Risa hiks... ni hiks... hiks..." Tangis Cia dengan nada seraknya.


"Gue juga gak tau tapi kita harus berdoa demi keselamatan Larisa" Balas Steven sambil menghapus jejak air matanya.


Sudah 3 jam mereka menunggu di depan ruang ICU untuk menunggu kabar dari sang dokter yang menangani Larisa, setelah menunggu lama akhirnya dokter keluar dari ruang ICU.


"Dengan keluarga pasien?" Tanya sang dokter setelah keluar dari ruang ICU.


"Saya dok, saya suaminya" Balas Steven sambil berjalan kearah sang dokter.


"Mari ikut keruangan saya karena ada sesuatu yang ingin saya sampaikan dengan anda" Ucap sang dokter dan langsung saja diangguki oleh Steven.


"Baik silahkan duduk Pak" Ucap sang dokter setelah mereka sampai didalam ruangan yang diyakini adalah ruangan pribadi sang dokter yang bernama Dokter Samudra.


"Baik jadi, saya meminta maaf sebesar-besarnya saya dan para perawat disini sudah melakukan yang terbaik tapi kita tidak bisa menolak kehendak sang kuasa, jadi disini saya akan menyampaikan bahwa istri bapak mengalami keguguran dan juga sekarang istri bapak sedang keadaan koma karena mengalami pendarahan yang cukup banyak, dan cuman itu yang bisa saya sampaikan sekali lagi saya meminta maaf sebesar-besarnya" Kata sang dokter dan hanya dibalas dengan anggukan lemah dari Steven.


"Baik dok terima kasih" Balas Steven dan langsung pergi dari ruangan pribadi sang dokter.


"SIAL, SIAL, SIAL" Teriak Steven sambil memukul-mukul tembok rumah sakit dan jangan lupakan darah yang mengalir deras dari tangan Steven.


"Liat aja gue bakal membunuh orang yang udah bikin Larisa koma, blood is requited with blood and life is requited with life" Ucap Steven dengan mata merahnya.


😭😭😭😭


Sudah seminggu ini Larisa masih menutup matanya dengan rapat dan selama seminggu ini juga Steven selalu tidak masuk sekolah, persetan kalau dia sudah kelas 12 dan akan melaksanakan Ujian Nasional yang akan dilaksanakan Minggu ini, toh meskipun begitu dia sudah pintar ngapain harus repot-repot kek gitu.


"Hello dear do you not miss me? Sepertinya kau sangat nyaman didalam alam sana apakah kau bertemu seorang pria yang lebih tampan dariku? Cepat bangun lah aku sangat merindukanmu" Kata Steven sambil menggenggam erat tangan Larisa.


"Apa kau ingin ku nyanyika sebuah lagu? Baiklah aku akan menyanyikan lagu spesial untuk orang yang lebih spesial" Sekali lagi Steven berusaha membangunkan Larisa dengan cara mengajaknya berbicara.


"Heart beats fast


Colors and promises

__ADS_1


How to be brave


How can I love when I'm afraid to fall


But watching you stand alone


All of my doubt, suddenly goes away somehow


One step closer


I have died everyday, waiting for you


Darling, don't be afraid, I have loved you for a thousand years


I'll love you for a thousand more


Time stands still


Beauty in all she is


I will be brave


I will not let anything, take away


What's standing in front of me


One step closer


I have died everyday, waiting for you


Darling, don't be afraid, I have loved you for a thousand years


I'll love you for a thousand more


And all along I believed, I would find you


Time has brought your heart to me, I have loved you for a thousand years


I'll love you for a thousand more


One step closer


One step closer


I have died everyday, waiting for you


Darling, don't be afraid, I have loved you for a thousand years

__ADS_1


I'll love you for a thousand more


And all along I believed, I would find you


Time has brought your heart to me, I have loved you for a thousand years


I'll love you for a thousand more"


Setelah selesai menyanyikan lagu tersebut tiba-tiba terdengar suara monitor dan jangan lupakan garis lurus yang terpampang di monitor tersebut.


"No, no, jangan, LARISA PLEASE BANGUN!!!, LARISA PLEASE JANGAN BERCANDA DEAR INI GAK LUCU!!, BANGUN RIS, BANGUN!!!!, LARISAAA......." Teriak Steven sambil menangis dengan histeris.


"Maaf pak anda harus keluar dokter akan menangani pasien" Ucap salah satu suster yang ada didalam ruangan Larisa dirawat.


"ENGGAK GUE GAK MAU!!, LARISA PLEASE BANGUN KAMU DENGER SUARA AKU KAN?!" Ucap Steven sambil berusaha menerobos masuk kedalam ruang rawat Larisa.


😭😭😭😭


Sudah lebih dari 1 jam Steven dengan yang lainnya menunggu kabar dari sang dokter yang masih menangani Larisa, tiba-tiba.


Ceklek


Sang dokter keluar dari ruang rawat Larisa dengan wajah putus asa.


"Sebelumnya saya minta maaf sebanyak-banyaknya dan sebesar-besarnya, mungkin Tuhan sangat menyayangi nona Larisa dan maaf sekali lagi nona Larisa tidak bisa diselamatkan" Ucap sang dokter yang bagaikan petir yang menyambar disiang bolong.


"HAHAHAHA GAK MUNGKIN DOK, JANGAN BERCANDA DOK, ISTRI SAYA MASIH HIDUP KAN DOK!!, JAWAB SAYA DOK!!!" Ucap Steven sambil mencengkram kerah baju sang dokter.


"Stev udah, ikhlasin Larisa pergi" Kata Samuel sambil menenangkan Steven.


"APA IKHLAS?! GUA GAK BISA SAM!, DOKTER MOHON ISTRI SAYA MASIH HIDUP DOK, COBA DOKTER PERIKSA LAGI ISTRI SAYA MASIH HIDUP DOK, SAYA MOHON" Kata Steven dengan nada memohon.


Plak


"Sadar Stev!!, Dengan cara lo kayak gini malah bikin Larisa gak tenang!!, Please ikhlasin Larisa pergi gue juga berusaha ikhlasin Larisa sahabat gue!! Gue tau itu berat tapi kita harus berusaha untuk ikhlas!!, Jangan egois Stev disini yang kehilangan bukan lo aja tapi kita semua juga kehilangan" Emosi Ica yang tak habis fikir dengan kelakuan Steven.


Author POV end.


😭😭😭😭😭😭😭


"Pertemuan akan ada perpisahan dan kata-kata hai akan selalu ada kata-kata bye, seperti cerita kita kata-kata hai yang telah berubah menjadi kata-kata bye:)" ~Steven.


"Cinta mengajarkan kita untuk mencintai tanpa harus memiliki dan aku juga ingin memintamu untuk mengajariku bagaimana cara melupakan tanpa harus merasakan sakit" ~Larisa.


Hii reader's...... Jangan lupa Like and vote nya yah.....😘


Next story......🧐🧐🧐🧐

__ADS_1


Happy Reading....😊😊😊😊


__ADS_2