
Setelah selesai menyanyikan lagu tersebut tiba-tiba terdengar suara monitor dan jangan lupakan garis lurus yang terpampang di monitor tersebut.
"No, no, jangan, LARISA PLEASE BANGUN!!!, LARISA PLEASE JANGAN BERCANDA DEAR INI GAK LUCU!!, BANGUN RIS, BANGUN!!!!, LARISAAA......." Teriak Steven sambil menangis dengan histeris.
"Maaf pak anda harus keluar dokter akan menangani pasien" Ucap salah satu suster yang ada didalam ruangan Larisa dirawat.
"ENGGAK GUE GAK MAU!!, LARISA PLEASE BANGUN KAMU DENGER SUARA AKU KAN?!" Ucap Steven sambil berusaha menerobos masuk kedalam ruang rawat Larisa.
ππππ
Author POV.
"LARISA!!" Terdengar suara teriakan dari ruangan serba putih dan jangan lupakan bau obat-obatan yang sangat mendominasi ruangan tersebut.
"Alhamdulillah, ternyata cuman mimpi, tapi kok kayak kenyataan ya?" Ucap seseorang saat melihat kearah ranjang yang terdapat seorang gadis cantik sedang tertidur pulas dengan berbagai selang terpasang ditubuhnya.
Tok Tok Tok
Terdengar suara ketukan dari arah pintu dan muncullah seorang dokter dan perawat.
"Permisi, maaf pak bila saya mengganggu, saya ingin mengecek kondisi pasien" Kata sang dokter setelah masuk kedalam ruangan tempat Larisa dirawat dan dibalas anggukan kepala oleh Steven.
"Alhamdulillah, kondisi pasien mulai membaik, pasien sudah melewati masa kritisnya dan kita cukup tunggu kapan pasien akan sadar" ktata sang dokter setelah memeriksa kondisi Larisa.
__ADS_1
"Alhamdulillah, terimakasih banyak dok" Balas Steven dan diangguki oleh sang dokter, setelah itu dokter tersebut keluar dari ruang rawat Larisa karena banyak pasien yang harus ia tangani.
Setelah kepergian sang dokter Steven langsung duduk di kursi sebelah ranjang tempat Larisa berbaring.
"Hai, kapan bangun? Aku kangen kamu. Kamu kangen aku juga gak? Kenapa sih kamu betah banget tidurnya? Apa jangan-jangan kamu ketemu cowok ganteng yah disana?" Sudah beberapa kali Steven mengajak Larisa berbicara walaupun tak ada tanggapan dari Larisa.
Akhirnya Steven pun membaringkan kepalanya diatas ranjang tempat Larisa berbaring dan dengan ia pun menggenggam tangan Larisa dengan erat. Saat ia ingin menutup matanya ia merasa ada pergerakan ditangannya yang sedang menggenggam tangan Larisa.
"Haus" Samar-samar terdengar suara seseorang yang meminta air dengan suaranya yang lirih dan lemas.
"LARISA?! Alhamdulillah akhirnya kamu sadar, aku kangen banget sama kamu" Ucap Steven sambil memeluk tubuh ramping Larisa dengan erat.
"Ai-r, a-ku ha-us" Langsung saja Steven membantu Larisa untuk duduk dan memberikan Larisa air putih yang sudah tersedia diatas meja.
"Te-rima-ka-sih" Dengan susah payah Larisa mengucapkan kata-kata itu walaupun tenggorokannya terasa sakit dan perih karena kering.
"Jangan, kamu disini aja temenin aku" Balas Larisa saat melihat Steven akan membuka pintu tempat ia dirawat.
"Oke, aku akan tetap disini jagain kamu" Ucap Steven dan langsung kembali duduk di samping Larisa berbaring.
"Steven aku pengen peluk kamu" Terdengar suara manja dari Larisa yang berhasil mengalihkan perhatian Steven yang awalnya fokus ke handphone.
"Ulu-ulu manja yah sekarang jadi pengen gigit" Balas Steven dan langsung duduk disebelah Larisa sambil memeluknya dengan erat.
__ADS_1
"Stev perutku kok rata ya?" Tanya Larisa saat menyadari kalau perutnya datar tak seperti biasanya yang sedikit membuncit.
"Kita harus berusaha mengikhlaskan ya" Balas Steven sambil menghapus air mata yang mengalir dari kedua mata Larisa.
"Pasti ini gak mungkin hiks... hiks... kamu bohong kan? JAWAB!!" Steven pun langsung memeluk Larisa dengan erat walaupun Larisa meronta-ronta dan jangan lupakan air matanya yang mengalir dengan deras.
"Gak mungkin hiks... hiks... gak mungkin hiks..." Isak Larisa didalam pelukan Steven.
"Shuttt.... udah yah sekarang kamu istirahat dulu, kamu jangan banyak pikiran dulu kamu baru sadar dan kamu juga harus banyak istirahat biar sembuh" Ucap Steven sambil membantu Larisa berbaring.
"Kamu jangan kemana-mana temenin aku disini aja" Kata Larisa sebelum memejamkan matanya.
"Iya aku bakal disini temenin kamu" Balas Steven sambil mengelus rambut Larisa.
"I love you so much" Bisik Steven tepat disebelah telinga Larisa.
Halo semuanya.......
Hayo siapa yang disini ngira kalo Larisa meninggal?
Hayo ngaku hayoπ.
Hii reader's...... Jangan lupa Like and vote nya yah.....π
__ADS_1
Next story......π§π§π§π§
Happy Reading....ππππ